Jumat dalam Adven khusus, 21 Desember 2012


Kid 2: 8-14  +  Mzm 33  +  Luk 1: 39-45

 

 

 

 

Lectio:

 

Suatu ketika berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

 

 

Meditatio:

'Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu'.

Sebuah jawaban lembut yang disampaikan Elizabet kepada Maria, yang sudi datang mengunjungi dirinya. Sebab 'siapalah aku ini sehingga ibu Tuhanku mengunjungi aku'. Jawaban penuh kasih. Elizabeth yang sudah berusia masih mampu memberikan jawaban yang lembut dan penuh kasih itu, bahkan 'anak yang ada dalam rahimnya melonjak kegirangan'. Semuanya ini bisa terjadi, karena memang mereka berdua penuh dengan Roh Kudus. Hanya orang-orang yang dikuasai oleh Roh Kudus, yakni mereka yang menyadari kehadiran Allah, yang mampu memberikan kasih terhadap sesamanya. Kelemahan fisik tidaklah membatasi kelemahan dan kerapuhan mereka untuk melonjak kegirangan menyambut kehadiran Allah.

Elizabet memuji Maria, terlebih-lebih karena dia melihat dan merasakan betapa terberkati rahim sang perawan muda ini, yang memang tidak lain dan tidak bukan,  adalah sang Anak Manusia sendiri. Elizabet mampu melihat kehadiran sang Empunya kehidupan dalam rahim Maria. Dia yang Tersembunyi dapat ditangkap dan dinikmati oleh mata Elizabet, yang penuh Roh Kudus. 'Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan'. Hari ini Elizabet merasakan sukacita yang semakin melimpah, bukan saja karena sang utusan yang mendahuluiNya telah datang dalam rahimnya, melainkan Dia yang Tersembunyi tampak nyata hadir di depannya. Kesempatan untuk memandang Allah adalah sukacita yang mendalam (Mat 17: 4), tak ubahnya tinggal dalam KerajaanNya sendiri.

Dalam kunjungan sang perawan Maria, Elizabet sepertinya menyanyikan kidung indah, sebagaimana dikutip dalam bacaan pertama: 'Kekasihku serupa kijang, atau anak rusa. Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap dan melihat dari kisi-kisi'. Elizabet bersenandung, karena dia telah melihat dan merasakan kehadiran sang Empunya kehidupan itu. Dia ada! Itu Dia. 'Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!'.

Elizabet memohon dan merindukan kehadiran Dia. 'Musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu. Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita. Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!'.  Adven memang mengajak kita untuk rindu kepadaNya. Sebab memang hati yang merindu, hati yang mendamba, dapat merasakan kehadiranNya. Dia ada dan hadir, tetapi tanpa ada kerinduan hati, Dia terasa ada di sana. Dia yang tersembunyi dapat dinikmati kehadiranNya oleh hati yang merindu.

 


Oratio:

 

Yesus Kristus, Engkau hadir selalu dalam hidup kami. Engkau melintas dalam hidup dan malahan kami sering membiarkanMu, karena perhatian kami yang beralih daripadaMu. Tugas dan kesibukan keseharian seringkali mengalihkan diri kami. Kuasailah kami dengan kasihMu, ya Yesus, agar kami semakin hari semakin merindukan kehadiranMu yang menyelamatkan.  Amin.

 

 

 

Contemplatio:

 

'Siapalah aku ini sehingga ibu Tuhanku mengunjungi aku'.

 









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening