Pesta santo Stefanus, 26 Desember 2012

Kis 6: 8-10  +  Mzm 31  +  Mat 10: 17-22

 

 

 

 

Lectio:

 

Suatu hari bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.

 

Meditatio:

Karena Yesus, sang Mesias Penyelamat, karena namaNya, para murid Yesus akan mendapatkan aneka hal yang tidak mengenakan.

Pertama, ada di antara mereka 'yang akan diserahkan kepada majelis agama dan mereka akan disesah di rumah ibadat'. Kedua, mereka 'akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah'. Ketiga, mereka 'akan dibenci semua orang', bahkan 'orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya', juga sebaliknya anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.

Itulah resiko mengikuti Yesus, sang Terang kehidupan. Mengikuti Yesus sang Empunya kehidupan harus berani berhadapan dengan mereka yang berlawanan dengan kehidupan.  Bukannnya Allah yang membuatnya demikian, melainkan 'manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat' (Yoh 3: 19). Maka perlawanan mereka yang menyukai kegelapan akan juga diarahkan dan dikenakan pada orang-orang yang menaruh hati pada terang. Yesus sendiri, yang selalu mengasihi umatNya dan membuat segala-galanya menjadi baik adanya, senantiasa mendapatkan perlawanan dari kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat. Kebaikan memang tidak selalu mendapatkan balas yang sama; kenekadan kita memaksa orang lain menanggapi secara positf kebaikan kita, akan membuat diri kita sendiri putus asa dan tidak berkembang.

Ada tantangan dan hambatan, 'janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu', tegas Yesus. Maju terus pantang mundur; para murid diminta untuk berani berhadapan dengan kenyataan hidup, malahan  'orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'. Para murid diminta untuk menunjukkan diri bahwa mereka sungguh-sungguh murid Kristus, bukan dengan mengeluarkan KTP, melainkan dengan sikap dan tindakan yang memang telah dialami Kristus sendiri terlebih dahulu. Mereka pun tidak akan bekerja sendirian, melainkan Roh Kristus Tuhan mendampingi mereka selalu.

Stefanus adalah seorang murid pertama yang bertahan sampai akhir, dia berkali-kali memberi kesaksian tentang Yesus, tentanag kebenaran Allah yang dinikmatinya. Ketika banyak orang merasa geram kepadanya, dia malahan memberi kesaksian 'sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah', yang bukannya membuat orang-orang mengamininya, malahan membuat mereka semakin geram, lalu berteriak-teriak dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia dan menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya.  

Bukan peristiwa semacam itu yang kita inginkan, dan tidak kita harapkan terjadi kembali. Namun keberanian Stefanus untuk mengatakan kebenaran inilah yang kiranya menjadi patrun hidup kita dalam mewartakan kabar sukacita yang menyelamatkan; yang tentunya kita harus memperhatikan segi kepatutan dan kelayakan sebagai seorang beriman yang hidup di jaman modern ini. Bukan kesaksian yang berkobar-kobar yang diwartakan, melainkan kesaksian hidup yang perlu ditumbuh kembangkan dalam mewartakan kebenaran ilahi, sehingga 'terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga' (Mat 5: 16).

Stefanus adalah martir pertama dalam sejarah Gereja, kita pun akan diperkenankan mendapatkan mahkota kemartiran,  bila kasih menjiwai seluruh hidup kita.

 

Oratio:

 

Yesus Kristus, Engkau memberi mahkota kemartiran kepada Stefanus yang begitu setia bertahan sampai akhir. Kami pun juga akan Engkau mahkotai dengan mahkota keselamatan dan meraja bersama Engkau, bila memang kami setia kepadaMu sampai akhir hidup kami. Buatlah kami orang-orang yang setia dalam mewartakan kebenaranMu dengan menjalani kasihMu sendiri.

Santo Stefanus doakanlah kami.  Amin.

 

 

 

Contemplatio:

 

'Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.

 









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening