Rabu dalam Adven II, 12 Desember 2012

Yes 40: 25-31  +  Mzm 103  +  Mat 11: 28-30

 

 

 

 

Lectio:

 

Pada waktu itu Yesus bersabda kepada para muridNya: 'marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan'.

 

Meditatio:

'Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu', ajak Yesus kepada para muridNya, kepada orang-orang yang mendengarkan Dia. Dia mengundang setiap orang untuk berani datang kepadaNya. Sebab Yesus Tuhan tahu benar bahwa banyak orang yang letih lesu dan berbeban berat.  Dia mengundang, karena Dia hendak membantu dan menolong mereka, agar beroleh kekuatan dan kelegaan dalam menapaki perjalanan di dunia ini, dalam menggeluti kesibukan sehari-hari. Hanya dalam kasih dan pendampinganNya, setiap orang beroleh kekuatan dan peneguhan dalam menjalani hidup ini. Tuhan Allah tidak membiarkan umatNya berjalan sendiri dalam meniti panggilanNya ini. Tuhan selalu mendampingi dan menemani umatNya; dan bukankah 'Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya', sebagaimana dikatakan Tuhan sendiri melalui nabi Yesaya dalam bacaan pertama tadi.

'Pikullah kuk yang Kupasang', tegas Yesus, 'sebab kuk yang Kupasang itu enak'. Kuk yang bagaimana? Inilah yang tidak kita ketahui? Apakah ajaran dan kehendakNya? Apakah ada ajaran Yesus yang mudah dan ringan kita lakukan, sebagaimana dikatakan sendiri 'beban-Ku pun ringan?'. Bukankah kehendakNya selalu bertentangan dengan kecenderungan insani manusia? Apakah kita diajak untuk memanggul salib bersamaNya?

Tak dapat disangkal, sabda dan kehendakNya itu menjadi tantangan bagi setiap orang yang mengikuti Dia, yang hendak hidup sempurna. Yesus sadar dan tahu akan keterbatasan kemampuan orang-orang yang hendak mengikutiNya. Yesus yang lebih berpengalaman tentang hidup, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan ini, mengajak semua orang:  'belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan'. Memang tepat dan benar kita umatNya diundang belajar daripadaNya. Barangsiapa berani datang dan belajar daripadaNya 'akan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah', tegas Tuhan melalui nabi Yesaya tadi. Belajar daripadaNya mendapatkan pengetahuan dan bekal hidup, sehingga bijak dalam hidup ini.

Injil hari ini meminta kita untuk berani belajar tentang kehidupan ini dari sang Empunya kehidupan.

 

Oratio:

 

Ya Tuhan Yesus, Engkau mengajar kami tentang kehidupan. Walau Engkau menegaskan bahwa pengajaranMu itu ringan dan bahkan Engkau sendiri akan mendampingi kami dalam meniti panggilan hidup ini, tak jarang kami mudah memilih jalan sendiri sehingga menjumpai aneka persoalan. Yesus, bantulah dan ingatkan kami untuk berani belajar daripadaMu.

 

 

 

Contemplatio:

 

'Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening