Rabu dalam Adven khusus, 19 Desember 2012


Hak 13: 2-7 +  Mzm 71  +  Luk 1: 5-25




Lectio:

Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. 

Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.  Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya." 

Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu. Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang. 




Meditatio:

'Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes'. 

Menarik kali pernyataan Allah melalui malaikatNya. Sungguh, baru sekarang doa Zakharia dan Elisabet mendapatkan jawaban pasti. Sudah berapa tahun mereka berdoa dan berdoa yang sama intensinya? Setelah mereka berusia lanjut mereka mendapatkan kepastian. Atau memang mereka tetap berdoa dan berdoa meminta kehadiran seorang anak, walau usia mereka sudah tua? Apa mereka tidak  mengubah intensi mereka, mengingat usia yang sudah mereka jalani? Inilah misteri kehidupan.

  'Engkau akan bersukacita dan bergembira', tegas malaikat. Zakharia akan merasa bangga dan gembira dengan kelahiran anaknya kelak, 'bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu'.  Kelahiran anak yang akan dikandung isterinya sungguh-sungguh membawa sukacita bagi banyak orang. Berkat kelahiran anaknya, 'banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan banyak hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar'. Kelahiran sang anak sepertinya dan memang benar-benar  'menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya'. Kelahiran anak,  yang akan dilahirkan istrinya, mendekatkan diri banyak orang kepada Tuhan; kelahirannya membawa rahmat pertobatan bagi banyak orang.

'Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya', tanya Zakharia kepadaNya. Zakharia meminta bukti bahwa semuanya itu bisa terjadi pada isterinya yang sudah lanjut. Zakharia meminta dan meminta, tetapi sekarang meragukan jawaban yang diterimanya. Apakah dia selama ini tidak sadar sungguh akan doa yang diucapkannya? Janganlah hal itu terjadi pada diri kita, berdoa tanpa menyadari apa yang menjadi kemauan diri kita ini. 'Akulah Gabriel yang melayani Allah', tegas malaikat itu kepadanya. 'Aku diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya'. Ketidakpercayaan Zakharia tidak mengubah belaskasihan Allah kepada umatNya, malahan sebaliknya Allah memberikan hukuman kepadanya. Dalam waktu serentak Allah mampu memberikan ganjaran dan hukuman kepada orang-orang yang dicintaiNya. Kemarahan Allah, bila mau dikatakan demikian, tidak mengubah belaskasihan Allah kepada umatNya.

Keberanian menerima kabar sukacita benar-benar membawa damai dan kegembiraan, sebaliknya meragukan kehendak baik Allah akan membawa hukuman. Natal kiranya mengingatkan kita untuk selalu siap sedia menerima Dia, karena memang Allah mengasihi dan memperhatikan kita. KehadiranNya hendaknya kita nikmati dan kita rasakan. Natal sekarang ini hendaknya tidak kita biarkan terjadi di palungan di Betlehem, tetapi harus terjadi di dalam keluarga kita.




Oratio:

Ya Tuhan Yesus, kehadiranMu di tengah-tengah dunia hendak kami rayakan dalam perayaan bersama.  Semoga kami semakin berani menerima dan merasakan kehadiranMu dalam hidup sehari-hari, karena memang Engkau sungguh-sungguh datang ke tengah-tengah kami. Amin.




Contemplatio:

'Banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu'. 

 











Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening