Sabtu dalam Adven II, 15 Desember 2012



Sir 48: 1-11  +  Mzm 80  +  Mat 17: 10-13




Lectio:

Suatu hari murid-murid Yesus bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?" Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka." Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.




Meditatio:

'Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka'.

Itulah kesimpulan yang diberikan Yesus. Karena apa yang dilakukan Yohanes akan dilakukanNya juga, bahkan lebih dari itu. Apa yang dialami dan diderita Yohanes juga akan dialami oleh diriNya, dan bahkan lebih dari yang akan dialami umat manusia manapun, sebab tak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang menyerahkan nyawa bagi sahabat-sahabatNya. Sebab memang Anak Manusia akan menyerahkan jiwa ragaNya menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia.

Apakah Yesus sadar bahwa diriNya lebih agung dari Yohanes? Apakah juga Yesus memang hendak menyatakan diriNya lebih agung dan mulia dari Yohanes? Yesus memang menegaskan bahwa Yohanes adalah seorang yang terbesar dibanding semua orang yang dilahirkan di dunia ini, walau tak dapat disangkal bahwa ada orang-orang di panggung dunia ini, yang lebih besar daripadanya, sebagaimana kita renungkan kemarin. Namun secara sengaja Yesus pun mengingatkan bahwa kehadiranNya sendiri, yang mau turun ke dunia, bahkan ke dunia orang mati, hanya untuk menyelamatkan seluruh umat manusia, tanpa terkecuali. Menikmati kehadiran Elia adalah kerinduan banyak orang, sebagaimana dikatakan dalam kitab Sirakh dalam bacaan pertama, tetapi tentunya menikmati kehadiran Dia sang Empunya kehidupan haruslah menjadi pilihan utama bagi setiap orang. Keberanian mengenal Yesus dan menjadikan pilihan  pertama dan utama dalam hidup amat sangat membawa keberuntungan bagi setiap orang. Mendapatkan aliran sungai di ladang kita sungguh membawa sukacita bagi keluarga kita, terlebih-lebih bila kita mendapatkan sumber air melimpah. Inilah berkat Tuhan yang dicurahkan.

Adven kembali mengingatkan kita untuk berani berharap dan merindukan yang terbaik bagi hidup kita, yakni menyambut kedatangan Anak Manusia yang membawa mahkota keselamatan. Adven mengingatkan agar kita berani memilih bagian yang terbaik untuk akhir perjalanan hidup kita, bukannya berkumpul dengan kawanan kambing yang berada di sebelah kiri, melainkan bersatu dalam kawanan domba yang berada di sebelah kanan takhta Allah. Adven mengingatkan kita agar mempunyai bekal hidup untuk menyambut Dia dengan pelita bernyala sebagaimana dilakukan gadis-gadis bijak, sehingga kita mampu mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita 'sehingga kita tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus' (1Kor 1: 8).




Oratio:

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami setia menikmati kehadiranMu dalam hidup kami sehari-hari. Banyak orang ingin mengalami hidup bersama Elia, sang nabiMu, namun buatlah kami agar semakin berani menikmati kehadiranMu yang membawa keselamatan. Sebab Engkau bukan hanya seorang Nabi besar, Engkau adalah Tuhan Allah kami, sang Mesias Putera Allah yang hidup.




Contemplatio:

Yang di sini ada yang lebih besar dari Elia.













Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening