Selasa dalam Adven II, 11 Desember 2012


Yes 40: 1-11  +  Mzm 96  +  Mat 18: 12-14

 

 

 

 

Lectio:

 

Pada waktu itu Yesus bersabda kepada para muridNya: 'bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang'.

 

Meditatio:

'Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang'.

Inilah kehendak Bapa di surga yang menginginkan semua orang, tanpa terkecuali, menikmati keselamatan. Inilah kehendak Bapa di surga, agar semua orang beroleh mahkota keselamatan yang dibawa oleh Yesus sang Putera. Allah Bapa dalam diri Yesus Kristus, Anak Manusia, bukan saja mengundang semua orang untuk menikmati keselamatan dengan jalan bertobat dan kembali kepadaNya, sebagaimana kita renungkan hari Minggu kemarin, tetapi juga sekaligus mencarinya. Allah amat proaktif. Itulah yang diceritakan dalam Injil hari ini. 'Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Aku berkata kepadamu: sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat'. Bukan saja Allah  menghendaki agar umatNya mencari Dia, malahan Allah sendiri turun tangan mencari dan mencari umatNya. Allah selalu memberikan yang terbaik bagi umatNya, Dia memanjakan  umatNya, seperti yang kita renungkan kemarin, bukan hanya memberi kesembuhan kepada yang lumpuh, seperti yang diharapkan banyak orang, tetapi lebih dari itu Allah melimpahkan keselamatan, berkat pengampunan dosa yang diberikanNya. Keselamatan hanya dinikmati oleh orang-orang yang bebas dari kuasa dosa.

Allah yang adalah kasih begitu menaruh perhatian kepada umatNya; walau tak dapat disangkal, bila 'umat manusia hanyalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu'. Allah malahan merendahkan diri untuk mencari umatNya, dan tidak memperhitungkan posisi dan keadaan mereka. Dia menghendaki agar semua orang yang menjadi milikNya beroleh selamat.

Seorang kontemplatif, yang memang mau mengikuti hidup seperti Allah, seperti Kristus, harus berani bertindak seperti Dia. Berani turun, mencari dan menyelamatkan sesamanya. Kita diminta untuk berani memberi, sebelum orang lain meminta; berani memaafkan, sebelum mereka mengakui kesalahannya, berani membantu sebelum mereka berteriak-teriak meminta tolong, berani melemparkan senyum kasih sebelum mereka menyapa kita terlebih dahulu. Inilah hidup kristiani, di mana Kristus mengasihi kita umatNya, bukan karena kita mencintaiNya, melainkan Dia lebih dahulu mengasihi dan mencintai kita (Yoh 13: 34). Demikian juga kita seharusnya.

 

Oratio:

 

Allah Bapa, Engkau menghendaki agar seluruh umatMu beroleh keselamatan. Engkau menghendaki agar kami memperoleh mahkota abadi yang dibawa oleh Yesus PuteraMu yang hendak datang pada akhir jaman. Teguhkanlah iman kami agar kami kedapatan setia untuk memilih yang terbaik dan terindah bagi hidup kami, dan juga berani membagikan kasih karuniaMu itu dalam pergaulan kami sehari-hari.

Tuhan jadikanlah aku pembawa damai. Amin.

(lih. PS 221)

 

 

 

Contemplatio:

 

'Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening