Senin Adven II, 10 Desember 2012


Yes 35: 1-10  +  Mzm 85  +  Luk 5: 17-26




Lectio:

Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. 

Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. 

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni." Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. 

Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan."



Meditatio:

'Hai saudara, dosamu sudah diampuni'.

Inilah komentar Yesus kepada seorang lumpuh. Yesus hanya menyatakannya kepada orang yang lumpuh, walau Dia amat kagum terhadap beberapa orang yang telah mengusung orang lumpuh itu menjumpai diriNya dengan menurunkannya dari atas rumah mengingat banyak orang yang berkerumun di dalam rumah. Tak dapat disangkal bahwa banyak orang telah berperan dalam kehidupan orang lumpuh itu, tetapi yang disapa Yesus hanyalah seorang, yang memang berkepentingan dengan diriNya. Sekaligus menjadi pembelajaran bagi kita bahwasanya mereka semua terdiam dan tidak ada yang menuntut daripadanya untuk mendapatkan ucapan terima kasih. Mereka telah bertanggung jawab akan kehidupan sesama, dan mereka telah melakukannya. Kami hanyalah hamba yang tak berguna, kami hanya melakukan segala tugas kewajiban kami dalam hidup bersama (Luk 17: 10).

'Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?'', komentar balik dari para ahli Taurat. Karena memang, hanya Allah yang berhak dan mampu mengampuni dosa, dan sungguh benar: hanya Allah sang Empunya kehidupan; dan Yesus membenarkannya dan sekaligus menambahkan: 'supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'. Keselamatan itu lebih mulia, lebih baik dan indah dari sekedar kesembuhan, walau tak jarang, jujur saja, semuanya itu kurang diinginkan banyak orang. 'Manakah lebih mudah, mengatakan: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan:  bangunlah, dan berjalanlah?', tegas Yesus. Yesus memberi yang lebih indah daripada keinginan kita umatNya. Jawaban Yesus selalu mengatasi keinginan umatNya, karena memang Dia tahu apa yang baik dan dibutuhkan oleh umatNya. Yesus memberikan yang terbaik bagi umatNya, dan sepertinya mereka yang mampu melihat kehadiranNya, akan sungguh-sungguh 'memuliakan Allah'.



Di masa Adven kita diingatkan akan pelbagai anugerah indah sebagaimana dijanjikan Tuhan sendiri, sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama. Janji Tuhan Allah begitu indah. 'Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka; orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ'.

Kiranya kita berani menaruh harapan akan segala hal yang indah dan mulia. Adven mengajak kita untuk berani menerima segala karunia Tuhan yang lebih dan lebih indah lagi.




Oratio:

Yesus, Engkau sungguh-sungguh mengingatkan kami bahwasannya ada banyak karuniaMu yang Engkau limpahkan kepada kami. Namun Engkau mengharapkan kami untuk berani memilih yang terindah dan terbaik bagi hidup kami. Tambahkanlah iman kami agar kami setia pada pilihan kami memilih yang terbaik,  terlebih-lebih pada pilihan kami untuk hidup kekal abadi bersama Engkau. Amin.




Contemplatio:

'Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'.











Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening