Senin Adven IV, 24 Desember 2012

2Sam 1: 7-16  +  Mzm 89  +  Luk 1: 67-79

 

 

 

 

Lectio:

 

Suatu ketika berserulah Zakharia, ayah Yohanes, penuh dengan Roh Kudus, katanya:  "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, -- seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus -- untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.

Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."

 

Meditatio:

'Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya'.

Zakharia memuji kebesaran dan keagungan Tuhan Allah Israel. Sebab Tuhan  Akllah tidak mau berhenti di sana. Dia datang melawat umatNya dan membebaskan umat manusia dari kuasa kegelapan, juga 'dari musuh-musuh dan tangan semua orang yang membenci'  umatNya. Dia ingin mengembalikan umat yang dikasihiNya menjadi milikiNya, umat yang diselamatkan.  Semuanya segera dilakukan agar 'supaya semua orang terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup'.   

Dia akan datang dan melakukan semuanya itu dengan 'menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu'. Semuanya akan dilakukan Allah 'untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada seluruh umatNya'. Semuanya dilakukan tidak secara mendadak  atau asal-asalan, melainkan 'telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabiNya yang kudus', sekaligus 'pemenuhan akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur umatNya'. Allah menghendaki umat yang telah disatukan dan dimilikiNya itu tidak berkesudahan; itulah yang dikatakan juga dalam bacaan Samuel bahwasannya 'Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya'.  

Siapakah tanduk keselamatan yang masuk dalam silsilah Daud itu? Dialah Yesus, Anak Maria, yang memang sudah dirasakan kehadiranNya oleh Elizabet  tiga bulan yang lalu, ketika Maria mengunjungi dirinya. Apakah Zakharia tahu dengan baik Siapakah yang dinubuatkan? Zakharia pasti tahu Siapakah yang Dia maksudkan. Sebagai orang-orang beriman, Zakharia dan Elizabet tentunya selalu berbagi pengalaman dalam menikmati kehadiran Allah. Kiranya ucapan bahagia yang terlontar, ketika perawan Maria mengunjungi dirinya, disampaikannya kepada sang suami tercinta.

Setiap orang diminta untuk mempersiapkan diri akan kedatangan sang Penyelamat. Kedatangan Tuhan itu tidak membawa kehancuran dan malapetaka, melainkan sukacita yang memang dirindukan banyak orang. Kedatangan Allah hanya dapat disambut oleh orang-orang yang selalu mempersiapkan diri, berjaga-jaga sembari berdoa. Yesus akan segera datang. Hanya  'oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, Ia akan melawat umatNya, Ia bagaikan Surya pagi menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera'. Kehadiran sang al Masih akan membuat segala-galanya indah.

'Engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi'.

Zakharia memuji bahagia anaknya. Dia mengingatkan posisinya dalam sejarah keselamatan. Dia  sekedar seorang nabi yang diutus oleh Allah yang mahatinggi. Dia harus mempertangungjawabkan tugas perutusan yang diembannya. Namun tak dapat disangkal, tugas yang diemban oleh anaknya amatlah luhur dan mulia. 'Engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka'. Sang anak yang baru lahir akan mengajak semua orang masuk dalam pertobatan jiwa raga, agar menjadi jalan yang lurus bagiNya.

Zakharia memuji Tuhan Allah mengingat keagungan dan kemuliaanNya, sekaligus dia bangga akan kesetiaan Tuhan kepada janji yang pernah diucapkanNya. Dia mengingatkan sungguh anaknya bahwa tugasnya adalah 'untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka'. Zakharia meminta anaknya untuk melaksanakan tugas perutusannya dan bukan yang lain, yang bukan haknya.

Allah sungguh setia kepada umatNya. Benarlah perkataan yang disampaikan Paulus: 'jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya' (2Tim 2: 11-13).

 

 

Oratio:

 

Bapa di surga, ajarilah kami berani mempelajari perjalanan hidup kami, yang hari demi  hari berkat dan perlindunganMu yang menyertai kami.  Engkau begitu setia kepada kami. Bantulah kami untuk menjadi orang-orang  yang setia kepadaMu, sebagaimana diteladankan oleh Yesus, PuteraMu, yang setia pada tugas perutusan yang berasal daripadaMu.  Amin.

 

 

 

Contemplatio:

 

'Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya'.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening