Senin dalam Oktaf Natal, 31 Desember 2012

1Yoh 2: 18-21  +  Mzm 96  +  Yoh 1: 1-18

 

 

 

 

Lectio:

 

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

 

 

Meditatio:

Injil hari ini berbicara tentang Yesus dan Yohanes, dua tokoh besar yang berbeda satu dengan lainnya.

Yesus adalah Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, Dialah Anak Tunggal Bapa, yang penuh kasih karunia dan kebenaran. Dialah Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia, tetapi dunia tidak mengenal-Nya, bahkan tidak menerima-Nya.

Yohanes, yang bukan terang itu, datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.  Terang itu adalah 'Dia, yang kumaksudkan bahwa kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku', tegasnya dengan jujur.

Yohanes mengajak semua orang untuk berani menerima Dia; dan khususnya  kita diminta untuk semakin berani mendengarkan Dia, Yesus, Orang Nazaret, karena Dia adalah Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, Dialah Anak Tunggal Bapa.  Kita diminta hidup dalam Dia, karena memang  Dialah Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang. Hanya dalam Dia ada kehidupan dan keselamatan. Di luar Dia, yang adalah Tuhan, hanya ada kegelapan yang mencelakakan dan membinasakan.  Hanya dalam Terang, kita beroleh dan menikmati kehidupan yang sesungguhnya.

Kita perlu mendengarkan Dia. Permintaan ini sebetulnya bukanlah hal baru, karena memang kita adalah milikNya, umat yang telah ditebusNya. Kita adalah anak-anakNya, karena kita adalah orang-orang yang percaya dalam nama-Nya. Kita diingatkan secara khusus di akhir tahun 2012 ini, karena kita ingin menutup tahun ini dengan penuh sukacita dan penuh syukur, atas kasih karunia dan pendampinganNya; sembari semakin siap memasuki jaman baru 2013. Akhir tahun bukanlah 'waktu yang terakhir', sebagaimana dikutip dalam surat pertama Yohanes. Pada akhir tahun ini, kita kembali diingatkan bahwa kita semua 'telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus', maka hendaknya kita nikmati selalu segala yang dilimpahkan Tuhan, dan sekaligus menjadikannya bekal di tahun-tahun mendatang.

Sebagaimana Allah telah menjadi Manusia dan diam di antara kita, kiranya di tahun mendatang kita pun semakin menjadi sesama bagi orang-orang ada di sekitar kita.

 

Oratio:

 

Yesus Kristus, Engkau telah mendampingi dalam perjalanan hidup kami, khususnya selama satu tahun terakhir ini. Engkau  semakin mengenal kami, walau kami amat lemah dalam mengenal Engkau. Terima kasih, ya Yesus, atas segala kebaikanMu itu bagi kami. Semoga kami semakin berani berharap kepadaMu, karena Engkau sang Penyelamat kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

 

 

Contemplatio:

 

Yesus Engkalulah Firman Allah yang hidup.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening