Sore menjelang Natal, 24 Desember 2012

Yes 62: 1-5  +  Kis 13: 16-17.22-25  +  Mat 1: 18-25

 

 

 

 

Lectio:

 

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

 

Meditatio:

'Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka'.

Alasan inilah yang ditekankan malaikat kepada Yusuf, anak Daud, agar berani mengambil Maria sebagai isterinya. 'Anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus'. Maria secara sengaja diminta Allah untuk mengandung sang Penyelamat, karena memang inilah kehendak Allah. Allah secara sengaja memilih keperawanan Maria, guna menunjukkan bahwa hanya kesucian dan kemurnian diri seseorang yang dapat menerima kehadiran Allah. Allah ingin hadir sendiri di tengah-tengah umatNya. Dia tidak hanya ingin memandang umatNya dari jauh di sana. Dia sungguh-sungguh ingin tinggal bersama umatNya, Imanuel.

Allah mau tinggal bersama umatNya, karena Dia mengasihi kita. Kita adalah umat milikNya, orang-orang  yang dikasihiNya. Kasih Allah yang ingin tinggal selalu bersama umatNya, secara indah dinyatakan dalam kita Yesaya:  'Engkau, Sion, akan menjadi mahkota keagungan di tangan TUHAN dan serban kerajaan di tangan Allahmu. Engkau tidak akan disebut lagi "yang ditinggalkan suami", dan negerimu tidak akan disebut lagi "yang sunyi", tetapi engkau akan dinamai "yang berkenan kepada-Ku" dan negerimu "yang bersuami", sebab TUHAN telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami. Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu'. Allah sungguh-sungguh bergairah atas umatNya. Allah ingin selalu ada bersama umatNya, karena cinta kasihNya kepada kita.

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya. Yusuf bertindak demikian, karena memang dia juga seorang yang mengenal Allah. Dia mengambil Maria, karena Yusuf pun ingin ambil bagian dalam karya kasih Allah, sebagaimana telah dinikmati sang kekasih hatinya. Yusuf tidak ingin disebutkan 'yang ditinggalkan' dalam menikmati kehadiran Allah. Yusuf menamakan Dia, Anak yang akan dilahirkan Maria nanti, Yesus, karena memang Allah ada di pihaknya. Allah ingin tinggal bersama umatNya, dan Yusuf pun ingin menikmati, bahwa 'dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus'. Mengalami kehadiranNya, harus diawali dan dibarengi keberanian untuk berperan dalam karya penyelamatan Allah, dan bukannya dengan berdiam diri.

Injil hari ini mengajak kita untuk berani ambil bagian dalam karya keselamatan. Tidak ada istilah terlambat dalam proyek keselamatan. Yusuf bukanlah orang yang terlambat datang. Yusuf  malahan boleh dikatakan datang tepat pada waktunya, bahwasannya: kedatangan sang Immanuel dalam silsilah Daud terpenuhi berkat keberaniannya untuk ambil bagian dalam hidupNya. Kita sambut Dia sang Immanuel.

 

Oratio:

 

Yesus, hari kelahiranMu sebentar lagi boleh dirayakan oleh seluruh umat manusia yang memang merindukan Engkau, sang Penebus kehidupan. Semoga semua orang yang merayakan hari kedatanganMu semakin berani membuka diri, agar menjadi tempat kehadiranMu yang menyelamatkan. 

Yesus, Engkaulah Natal hidup kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio:

 

'Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya'.

 










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening