Kamis dalam Pekan Biasa I, 17 Januari 2013

Ibr 3: 7-14  +  Mzm 95  +  Mat 19: 16-26

 

 

 

Lectio :

Suatu hari ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."


 

Meditatio :

Suatu hari ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: 'Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?'. Sepertinya ada sesuatu hal yang belum dimengertinya. Ada banyak perbuatan baik, tetapi perbuatan baik apa yang mendatangkan hidup kekal. Karena memang ada juga banyak perbuatan baik, yang dapat dilakukan, tetapi tidak mendatangkan hidup kekal.  Jawab Yesus: 'apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik?'. Yesus pun dibuatnya kaget, karena dia bertanya tentang perbuatan yang baik. Sungguh aneh, bila dia tidak mengetahuinya. 'Hanya Satu yang baik', tegas Yesus. Apa yang dimaksudkanNya dengan Satu yang baik? Hanya Tuhan yang baik, sebagaimana direnungkan oleh Markus dan Lukas. Maka perbuatan baik untuk memperoleh hidup kekal adalah perbuatan yang sesuai dengan kemauan dan kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan yang menjadi ukurannya, dan bukannya kita yang mungkin mampu melaksanakannya.

'Jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah', tegas Yesus, 'jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri'. Inilah perbuatan-perbuatan baik yang menjadikan seseorang siap sedia menikmati hidup kekal. Keberanian kita pun untuk melakukan perintah-perintah ini akan membuat kita menikmati Kerajaan Surga. 'Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?'. Inilah kehebatan orang muda yang ingin menikmati hidup kekal. Segala perintah Allah telah dia turuti, dan semuanya itu sepertinya bukanlah hal baru bagi dirinya. Orang ini memang merasakan bahwa dirinya adalah orang hebat! Benarlah pertanyaannya tadi: perbuatan baik apakah yang mendatangkan hidup yang kekal.  Apakah dia kurang yakin dengan perbuatan-perbuatan baik yang telah dilakukannya?

Tak ada orang pun yang sempurna di dunia ini. 'Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku', tegas Yesus kepada orang itu. Orang muda itu memang hebat dalam melakukan segala kebajikan, tetapi semuanya masih dalam tahap untuk mendapatkan hidup kekal. Dia tidak boleh mengukur segala sesuatu dengan dirinya sendiri. Dia tidak boleh mengatakan: segala sesuatu yang telah dilakukannya sudah baik adanya. Seperti dikatakan di atas: Kehendak Tuhan yang menjadi ukuran, dan bukannya kita yang mungkin mampu melaksanakan perbuatan baik.

Orang yang hebat itu ternyata belum mampu menikmati keselamatan, karena keterikatannya akan harta benda. Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.  Ternyata dia sungguh-sungguh membekali diri dengan harta benda yang dimilikinya. Segala sesuatu dapat dilakukan, karena harta benda yang dimilikinya. Kekayaan memang anugerah Tuhan. Namun untuk menikmati keselamatan, setiap orang tidak boleh berhenti pada segala anugerah perbekalan, dia harus terus melangkahkan kaki menuju hidup kekal yang dirindukannya.

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah', tegas Yesus; dan sangat gemparlah para murid mendengarkan penyataanNya itu. Seorang yang kaya berkelimpahan harta akan mengalami kesulitan untuk masuk dalam Kerajaan Surga. Apakah setiap orang harus berani menjadi miskin dan melarat? Apa kita tidak boleh mempunyai harta benda? Kekayaan menghalang-halangi seseorang untuk masuk dalam Kerajaan Surga. Sejauh mana? 'Bagi manusia, seekor unta lebih mudah masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah itu tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin'. Tidak mungkin, karena memang tidak masuk akal.


 

 

Collatio :

Setiap orang mempunyai kemampuan untuk melakukan kebaikan dan kebajikan. Dia tidak diciptakan dalam keadaan kosong, melainkan mempunyai aneka potensi yang bisa ditumbuh-kembangkan. Akal budi dan kehendak bebas meneguhkan kemandirian hidup setiap orang. Seseorang dapat banyak berbuat baik, terlebih bila dia mempunyai anugerah yang dikaruniakan secara istimewa. Dia dapat melakukan segala hal, karena pelbagai anugerah yang diterima daripadaNya.

Sebagai orang beriman, seseorang harus berani melihat kekayaan sebagai karunia yang diberikan oleh Tuhan. Setiap orang harus berani memandangnya seperti itu. Walau tak dapat disangkal, ada banyak mereka yang mendapatkan karunia itu, bukannya hanya dengan duduk manis di rumah, melainkan dengan bekerja giat guna meraihnya. Dia sang Empunya kehidupan telah memberi, setiap orang diminta untuk berani mengambilnya.

Apakah orang muda dalam Injil tadi sungguh-sungguh menyadari bila kekayaan yang dimilikinya itu pemberian dari Tuhan Allah. Kemungkinan besar: tidak! Bila dia sadar sungguh akan kekayaan yang dimilikinya itu sebagai pemberian dari kasih Tuhan, maka ketika Yesus berkata: 'juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku',  ia akan pergi melaksanakan kehendak sang Guru. Sebab Dia yang telah memberi dan Dia hendak mengambilnya, terpujilah Dia (Ayb 1: 21). Guru memintanya, dan dirinya malahan akan beroleh harta di sorga, sungguh terpujilah Dia! Namun semuanya tidak dilaksanakannya.

Terlebih-lebih bagi kita yang hidup dalam masa kebangkitanNya, 'kita telah beroleh bagian di dalam Kristus', sebagaimana dikatakan dalam surat kepada umat Ibrani bab 3 ini, kita harus semakin berani menyadari maksud Allah memberi segala yang baik dan indah itu kepada kita. Keselamatan dan masuk dalam Kerajaan Surga benar-benar kita nikmati, 'asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula'. Semua akan kita nikmati, karena memang semuanya itu sudah diberikan kepada kita 'ahli-ahli waris keselamatan'.

 


 

Oratio :

Bapa di surga, kami bersyukur kepadaMu atas segala anugerah yang Engkau limpahkan kepada kami. Engkau membekali kami dengan segala kebaikanMu. Semoga hari demi hari berani menikmati segala pemberianMu itu, sehingga kami semakin merindukan anugerahMu yang terindah bagi hidup kami kelak, yakni hidup kekal, dan bukannya tenggelam dalam aneka anugerah yang menjadi bekal perjalanan.

Santo Antonius, doakanlah kami, agar kami kedapatan setia sampai akhir hidup, sebagaimana yang telah engkau nikmati. Amin.


 

 

Contemplatio :

'Bagi manusia, seekor unta lebih mudah masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah, itu tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin'.

Kiranya bukan persoalan mungkin atau tidak yang mendapatkan perhatian, melainkan kita harus serius berusaha untuk mendapatkan anugerah terindah, yakni kelak masuk dalam Kerajaan Allah.

 

 

 

 

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening