Kamis dalam Pekan Biasa II, 24 Januari 2013

Ibr 7:25 – 8:6  +  Mzm 40  +  Mrk 3: 7-12


 

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ari bait Allah dan pergi ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.

Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah." Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

 

 

Meditatio :

Suatu hari Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir dari bait Allah dan pergi ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Dimaksudkan Yesus pergi dari bait Allah, setelah Dia beradu pendapat dengan orang-orang Farisi, yang hendak selalu mencari kesalahanNya, dan ternyata mereka bungkam, tidak banyak berkata-kata atas pertanyaan Yesus: 'manakah yang diperbolehkan berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?'. Dia menghindar dari keramaian, tetapi malahan  banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya, juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Disebutkan asal mereka masing-masing, mengandaikan mereka datang secara bergerombol ramai-ramai, dan bukannya orang per orang. Yesus mau menghindari banyak orang, tetapi malahan banyak orang datang kepadaNya. Inilah tantangan dalam karya pastoral. Namun tak jarang memang kita harus menikmati keheningan untuk mendapatkan kekuatan yang berasal dari Allah sendiri. Para gembala kita hendaknya tidak enggan-enggan meninggalkan umat guna melayani umat.

Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. Keputusan bijak diambil Yesus untuk menjauh dari mereka dengan menaiki perahu. Keinginan yang berlebih-lebihan dari banyak orang itu malahan menghimpit Yesus, dan Dia tidak dapat berbuat apa-apa. Menjamah, menyentuh dan bahkan bersalaman dengan Yesus adalah wujud nyata dari kerinduan mereka untuk mendapatkan kesembuhan. 'Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh' (Mat 9: 21), inilah seruan hati mereka semua yang mengelilingi Yesus. Namun di lain pihak, Yesus dapat melakukan segala sesuatu tanpa ada ikatan ruang dan waktu. Dia dapat mengajar dan menyembuhkan orang-orang dari atas perahu.

Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: 'Engkaulah Anak Allah', tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. Sakit identik seorang dikuasai oleh roh jahat. Maka karya penyembuhan seringkali digambarkan orang-orang pada waktu itu, sebagai pengusiran kuasa kegelapan, yakni roh-roh jahat. Kiranya dapat dimengerti bahwasannya 'Engkaulah Anak Allah' adalah ungkapan ketidakberdayaan kuasa kegelapan dalam menghadapi kebenaran ilahi, sekaligus menyatakan bahwa hanya Allah yang berkuasa atas hidup manusia. Yesus menyatakan diri di hadapan umatNya. Namun Dia melarang kuasa kegelapan menyatakan siapakah DiriNya, karena pengakuan akan Allah tidak sebatas atau hanya karena seseorang mengalami kasih karuniaNya, melainkan benar-benar keluar dari dalam hati seseorang bahwa Allah selalu memperhatikan dan mengasihi umatNya. Iman yang benar, bukanlah karena seseorang mendapatkan sesuatu dari Allah, melainkan karena dia merasakan bahwa Allah itu sungguh-sungguh mengasihi umatNya.

 


 

Collatio :

Pengenalan orang-orang dari pelbagai daerah yang mengikuti Kristus, sebagaimana diceritakan dalam Injil tadi,  amatlah terbatas. Mereka paling tidak mengenal, bahwa Dia mengajar tidak seperti ahli-ahli Taurat (Mat 7: 29), Dia mengajar dengan penuh kuasa dan wibawa (Luk 4: 36). Tidaklah demikian dengan pengenalan kita.

Kita tahu, sebagaimana dalam surat kepada umat Ibrani, bahwa Yesus adalah Imam Besar, Pengantara kita kepada Bapa. 'Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang, yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara. Sebab Imam Besar kita itu saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga, dan tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban. Dia duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia'.

Karena pengenalan kita yang luhur dan mulia, melebihi kemampuan orang-orang dari pelbagai dareah tadi, layaklah kita lebih berani mengikuti Kristus ke mana Dia pergi. Sebab Dialah Imam Agug kita; dan  ada bersama dengan Dia mendatangkan keselamatan. Kita tidak ingin hanya mendapatkan pelbagai karuniaNya, tetapi terlebih-lebih kita ingin selalu bersama dengan Dia. Dia pun sendiri meminta kita untuk tidak tenggelam dalam pelbagai karunia yang diberikanNya. Semakin mendalam pengenalan hati  kepadaNya pasti akan mengarahkan kita untuk selalu ikut bersama Dia, sebab memang Dia sendiri menghendaki agar 'di mana Aku berada, kamu pun berada' (Yoh 14: 3)


 

 

Oratio :

Yesus Kristus, buatlah kami menjadi orang-orang yang setia dalam mengikuti Engkau. Sebab hanya bersama Engkau kami mendapatkan kenikmatan dan kenyamanan hidup, yakni kami bebas dari kuasa dosa dan hidup seturut kehendak Allah.

Yesus berkatilah GerejaMu, agar selalu hari demi hari berani menggalang persatuan dan kesatuan seluruh umatMu. Sebagaimana kehendakMu sendiri, yang ingin menjadikan GerejaMu sebagai tanda kehadiranMu yang menyelamatkan bagi dunia. 

Santo Fransikus, doakanlah kami semua. Amin.

 


 

Contemplatio :

'Engkaulah Anak Allah'.

Inilah iman yang benar. Bapa di surga pun menegaskan, bahwa kepada Dialah, Bapa berkenan dan mengasihi umatNya.

 

 

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening