Kamis dalam Pekan Biasa III, 31 Januari 2013


Ibr 10: 19-25  +  Mzm 24  +  Mrk 4: 21-25

 

 

 

Lectio :

Pada suatu kali Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."

 

 

Meditatio :

Pada suatu kali Yesus berkata kepada para muridNya: 'orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian'. Segala sesuatu harus diletakkan pada posisinya masing-masing, penempatan secara benar manfaatnya akan sungguh-sungguh dapat dirasakan. Demikian juga rahasia atau misteri Allah akan hari demi hari akan semakin dimengerti oleh umatNya, sebab misteri Allah tidaklah dimaksudkan untuk disembunyikan, melainkan dinyatakan demi keselamatan umat manusia, ciptaan yang paling dicintaiNya. Misteri Allah sekarang ini tersembunyi, karena memang kelemahan dan keterbatasan insani kita manusia dalam memahami kehendak dan kemauan Allah. Allah menyatakan, tetapi kita yang amat terbatas dalam memahamiNya. 'Tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap'. Karena itu, Yesus sendiri meminta  agar hari demi hari semakin kita berani membiasakan diri mendengarkan sabda dan kehendakNya. Kebiasaan kita mengenal suaraNya, akan mengkondisikan kita untuk memahami kehendakNya yang menyelamatkan. 'Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!', tambahNya.

Lalu Ia berkata lagi: 'camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu'. Dalam perihal apa? Apakah hanya dalam hal-hal yang baik, atau juga yang kurang baik? Sebab tak jarang, seseorang melakukan sesuatu seperti yang dilakukan orang lain terhadap dirinya. Mungkin dia hanya meniru atau membalasnya dengan tindakan yang sepadan. 'Apa yang tidak kausukai sendiri, janganlah kauperbuat kepada siapapun' (Tob 4: 15). Tidaklah tepat melakukan segala sesuatu sebatas yang pernah dilakukan orang lain terhadap dirinya, tetapi itulah kenyataan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Namun kiranya kita tidak berhenti pada arus yang mengalir deras dalam kehidupan bersama, bila memang ada hal-hal yang lebih baik, yang bisa dilaksanakan. 'Barangsiapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya',  bila kita berani menabur kebaikan terhadap sesama kita.  'Aku berkata kepadamu: setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya' (Luk 19: 26), walau 'ia sudah mempunyai sepuluh mina' (Luk 19: 25), walau dia sudah berkelebihan.

 

 

Collatio :

Pengenalan akan misteri keselamatan hari demi hari perlu kita tumbuhkembangkan dalam diri kita, sebab memang misteri itu dinyatakan demi keselamatan umatNya. Terlebih-lebih, 'Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri. Dia adalah seorang Imam Besar sekaligus kepala Rumah Allah', tegas penulis surat kepada umat Ibrani. Kita tidak dibiarkan berusaha sendirian. Sebagai seorang Imam besar, Dia akan membantu kita dan mengarahkan kita untuk menikmati kehadiranNya.

'Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni; dan marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia', tambah surat kepada umat Ibrani. Omnia parata (Latin: segala-galanya telah dipersiapkan), maka baiklah kita nikmati segala fasilitas yang telah dipersiapkan bagi kita.

Segala fasilitas, yang dipersiapkan oleh Allah, kita nikmati, demikian juga dalam kebersamaan hidup. Kita kenakan ukuran yang baik terhadap sesama, bukankah 'ukuran yang kita pakai untuk mengukur akan diukurkan kepada kita juga'. Benar dan harus! Namun kiranya cinta harus tetap menyemangati semuanya itu. Cinta itu memberi dan memberi, dan tidak menantikan balasan sedikitpun.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, misteri KerajaanMu sekarang ini tersembunyi bagi kami, bukan karena Engkau menyembunyikannya, melainkan karena ketidakmampuan kami dalam mengertinya. Segala rencanaMu hanya untuk keselamatan umat manusia. Buatlah kami mempunyai hati yang peka memandang kehadiranMu dalam setiap peristiwa hidup kami, sehingga pada akhirnya kami beroleh keselamatan daripadaMu.

Santo Yohanes Bosko, ajarilah kami mempunyai semangat muda dalam belajar tentang kehidupan ini. Amin.

 

 

Contemplatio :

''Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!'.

Mendengar amatlah penting dalam pemahaman kehendak Allah. Kita buka telinga hati kita, karena memang Dia berbicara tentang KerajaanNya.

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening