Kamis sesudah Penampakan Tuhan , 10 Januari 21013



1Yoh 4:19 - 5:4  +  Mzm 72  +  Luk 4: 14-22







Lectio :

Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia. Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." 

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya.







Meditatio :

'Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang'.

Secara sadar Yesus membenarkan nubuat Yesaya ini terjadi pada diriNya. 'Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya', tegas Yesus. Pada saat kita mendengarkan sabda Tuhan terpenuhilah kehendak Allah kepada kita, dan kita diminta mengamininya. Mengamini sabda Tuhan berarti berkata seperti Maria 'terjadilah padaku menurut perkataanMu', walau mungkin kehendakNya itu belum kita mengerti, dan tidak menutup kemungkinan kita untuk bertanya dan bertanya sebagaimana dilakukan Maria sendiri 'bagaimana semuanya itu terjadi', atau bahkan seperti Abraham yang memperhitungkan ukuran standard kemampuan dirinya (Kej 18).

Yesus membenarkan nubuat Yesaya, karena memang inilah tugas perutusan yang diembanNya. Bahwasannya 'Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku', karena memang Dialah Kristus. Dia adalah Allah yang menjadi Manusia sesuai dengan kehendak dan kemauan Bapa di surga, yang ingin menyelamatkan umat manusia. Sebagai seorang manusia, Yesus sadar sungguh bahwa Roh Allah menaungi diriNya dan memimpin hidupNya (Mat 3: 16-17), yang hanya untuk melaksanakan kehendak Dia yang mengutusNya.  'Dia datang untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin'. Orang miskin menjadi preferensi utama, karena memang orang-orang seperti merekalah yang mengharapkan dan mengandalkan bantuan Allah. Mereka sang empunya Kerajaan Surga (Mat 5). 

'Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang'. Yesus diutus ke dunia untuk membuat segala-gayanya indah adanya; dan memang itulah yang pada akhirnya dilihat secara nyata dan dinikmati oleh orang-orang pada jamannya, yakni 'orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel' (Mat 15: 31). Dia menghadirkan Kerajaan Allah. 



Yesus sungguh-sungguh menyadari tugas perutusanNya. Dia tidak enggan-enggan menyebutkannya di depan banyak orang, bukan untuk menyombongkan diri, melainkan agar semua orang yang mendengarNya mau melaksanakan kehendakNya yang menyelamatkan. Yesus menyebut tugas perutusanNya, karena memang Dia mau melaksanakannya. Kiranya menjadi refleksi bagi kita, yang bangga sebagai anak-anak Allah, yang mengasihi Bapa di surga.  'Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya'. Itulah yang direnungkan Yohanes dalam suratnya yang pertama. Cinta kasih bukanlah sekedar karunia Illahi, melainkan sikap hidup.





Oratio :

Ya Yesus, Engkau sungguh paham akan tugas perutusanMu. Engkau datang hanya untuk melaksanakan kehendak Bapa yang menyelamatkan umatNya. Semoga setiap kali mendengarkan penyataanMu kami semakin berani mendekatkan diri kepadaMu, sehingga kami pun bangga sebagai orang-orang yang Engkau kasihi.

Bantulah kami selalu dengan Roh kebijaksanaan, yang memberanikan diri kami dalam mengasihi sesama kami, mereka yang ada di sekitar kami. Amin.







Contemplatio :

'Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku'.

Berkat pembaptisan kita beroleh hidup dalam RohNya. Kita semakin merasakan kehadiranNya, bila kita mau dibimbing oleh Dia yang mengurapi kita.













Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening