Pesta Bertobatnya Santo Paulus, 25 Januari 2013

Kis 22: 3-16  +  Mzm 117  +  Mrk 16: 15-18

 


 

 

Lectio :

Suatu hari berkatalah Yesus kepada para muridNya: "pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

 

 

Meditatio :

Suatu hari berkatalah Yesus kepada para muridNya: 'pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk'. Penegasan Yesus menyatakan bahwa kehadiranNya ke dunia bukanlah untuk komunitas atau suku tertentu. Dia datang ke dunia demi keselamatan seluruh umat manusia. Dengan maksud itulah, maka Injil harus diwartakan kepada segala makhluk, bukan saja makhluk hidup, tetapi ke seluruh ciptaanNya.  'Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum'. Injil adalah sabda dan kehendak Allah, maka hanya orang-orang yang percaya akan sabdaNya, beroleh keselamatan. Walau tak dapat disangkal, kabar sukacita Allah itu tidak sebatas dalam Kitab Suci yang dipercayai orang-orang kristiani. Ada Kitab-kitab Suci lainnya, yang memang adalah sabda dan kehendak Tuhan. Percaya akan Kitab Suci mendatangkan keselamatan; dan itu menuntut keberserahan diri seseorang kepada sang Empunya kehidupan. Baptisan bagi orang-orang yang percaya kepada Kristus, sang Empunya kehidupan, adalah prasyarat untuk masuk dalam GerejaNya yang satu dan kudus.

'Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh'. Bagaimana mengerti sabda ini, di luar kemampuan saya untuk merenungkannya. Kiranya anugerah-anugerah istimewa ini, bagi Gereja perdana, amatlah dimungkinkan; demikian juga bagi Gereja dewasa ini, karena memang tidak ada yang mustahil bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. Setiap orang diberi kesempatan dan mempunyai peluang untuk menikmati kasih karuniaNya, dan tidaklah dipaksakan memasuki suatu komunitas untuk mengalaminya, sebab memang kasih Allah mengatasi segala kemungkinan hidup umatNya.

 

 

Collatio :

'Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini'. Inilah kebanggan Saulus akan dirinya, bahwa dia mempunyai segala yang indah, dan bahwa dia telah melakukan segala yang dikehendaki Allah, sebagaimana diketahui oleh imam-imam besar pada jamannya. Atas kuasa yang diberikan kepadanya, Saulus merasa berhak 'untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum'.

Ada kuasa, ada hukum, saya berhak melakukan segala sesuatu. Saya berhak mempertahankannya agar tetap hidup, walau semua orang harus mati. Itu soal mereka dan bukanlah soal diri saya. Itulah cara hidup Saulus, sebelum mengenal Kristus. Masih adakah orang-orang semacam itu?

'Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku. Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? Jawabku: siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu'. Inilah peristiwa pertobatan Saulus yang mengubah seluruh hidupnya. Segala yang dimilikinya ternyata sebatas berguna bagi dirinya sendiri, dan tidaklah berguna bagi orang lain; paling sedikit segala kemampuan yang dimilikinya itu dinikmati oleh orang-orang, yang hanya satu perasaan, satu pemikiran dan satu rumah.

'Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar'. Anugerah yang lebih indah lagi diterima oleh Saulus. Dia sekarang ini tidak hanya mengetahui hukum nenek moyang, sebagaimana yang diterimanya dari Gamaliel, tetapi sekarang malahan boleh mengetahui kehendak-Nya, melihat Yang Benar dan mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. Inilah anugerah yang sungguh-sungguh indah dan mengubah Saulus untuk hidup baru. Dia telah menjadi Paulus.

Pertobatan Paulus mengingatkan kita semua. Pertama, dialah orang pertama yang pergi ke seluruh dunia mewartakan Injil Allah. Seluruh hidup dan karyanya diabdikan dalam karya pewartaan Injil Allah. Segala yang indah yang dimilikinya dibaktikannya kepada orang-orang yang dijumpainya. Kedua,  dia mendapatkan karunia indah, yakni kehendak Allah dan suara yang keluar dari mulut-Nya. Itulah yang mengubah dan menyelamatkan hidupnya, dan itulah yang dibagikan juga kepada orang-orang yang dijumpainya. Kiranya hanya dengan berani menerima karuniaNya yang terindah inilah, dan bukannya anugerah-anugerah lainnya, seseorang akan mengalami perubahan hidup. Menikmati kehendakNya dan suaraNya Dia sendiri memungkinkan orang berkata: 'memang aku hidup, tetapi bukan aku sendiri yang hidup dalam diriku, melainkan Kristuslah yang hidup dalam diriku'.


 

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkau menjadikan Paulus sebagai orang pilihanMu dalam mewartakan sabda Allah. Semoga kami pun berani mendapatkan karunia terindah yang dirasakan oleh Paulus yang mengubah hidupnya, sehingga pada akhirnya kami pun selalu ikut serta dalam mewartakan sabdaMu sampai ke ujung dunia. Celaka aku, jika aku tidak mewartakan Injil.

Berkatilah GerejaMu, ya Yesus, agar selalu hari demi hari berani menggalang persatuan dan kesatuan seluruh umatMu. Sebagaimana kehendakMu sendiri, yang ingin menjadikan GerejaMu sebagai tanda kehadiranMu yang menyelamatkan bagi dunia.

Santo Paulus doakanlah kami. Amin.

 


 

Contemplatio :

'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk'.

Yesus menugaskan, karena memang Dia menghendaki kita ikutserta dalam proyek keselamatan, dan dalam proyek itulah kita beroleh selamat.

 

 

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening