Pesta Pembaptisan Tuhan, 13 Januari 2013

Yes 40: 1-11  +  Tit 2: 11-14; 3: 4-7  +  Luk 3: 15-16.21-22

Lectio :
Ketika banyak orang sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias, Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api".
Suatu hari setelah banyak orang itu dibaptis, dan ketika Yesus dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya, dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan".

Meditatio :
'Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api'.
Sebuah pernyataan yang diberikan Yohanes Pembaptis tentang dirinya. Dia tidak mau disebut Mesias, karena Yohanes sunggguh-sungguh sadar bahwa siapakah dirinya. Memang 'aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak'. Dia sudah ada sebelum aku. Aku datang mendahuluiNya hanya untuk mempersiapkan jalan bagiNya. 'Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api', karena memang Diala adalah Mesias. Dia adalah Allah yang menjadi Manusia. Dia sungguh-sungguh Allah, dan Dia sungguh-sungguh Manusia; dan hanya Allah yang mampu membaptis umatNya dengan Roh Kudus.
Pernyataan kesaksian Yohanes ini dibenarkan Allah, ketika Yesus dibaptis. Dia, yang sungguh-sungguh Manusia, mau merendahkan diri menerima baptisan Yohanes, karena memang inilah jalan yang telah disiapkan Yohanes. Yesus memang tidak memerlukan baptisan pertobatan, karena memang Dia Allah, tetapi baptisan Yohanes adalah jalan yang dilalui oleh semua orang untuk mempersiapkan diri menyambut Dia, sang Terang sejati dan Pengharapan bagi umat Israel. Yesus sadar dan rela  menikmati jalan yang telah dipersiapkan oleh sang pendahulu; dan sekaligus memberi peneguhan bahwa baptisan yang dikerjakan Yohanes itu benar dan harus diterima. Pertobatan adalah langkah awal untuk menerima keselamatan.
Ketika menerima baptisan dan berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Allah yang kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya, dan terdengarlah suara dari langit: 'Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan'. Bapa di surga menyatakan hal ini, karena memang Dialah yang mengutus sang Putera. Bapa di surga sendiri memberi kesaksian tentang AnakNya yang tunggal, yang diutusNya ke dunia.
Hari ini adalah penutupan masa Natal, setelah pada hari Minggu lalu kita merayakan penampakan Tuhan. Dia menampakkan diri kepada bangsa-bangsa yang diwakili oleh orang-orang Majus. Hari ini, seperti yang dinyatakan dalam bacaan pertama dari kitab Yesaya: 'kemuliaan Tuhan ditampakkan dan dinyatakan, dan seluruh umat manusia akan melihat'.  karena memang Allah menampakkan diriNya dalam diri sang Putera, dan kepada Dia, Bapa di surga menyatakan: 'Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan'. Penyataan itu disampaikan, bukannya kepada Yohanes atau nabi-nabi lainnya, melainkan hanya kepada Putra tunggal. Hanya kepada Dialah, Allah menyatakan diriNya secara penuh dan sempurna.
Hari ini adalah hari Pembaptisan Tuhan, yang mengingatkan kita betapa luhurnya rahmat baptisan yang kita terima. Sebab Dia, yang mau merundukkan diri dengan baptisan Yohanes, telah membaptis kita dengan Roh Kudus dan api,  dan berkat baptisan inilah kita beroleh keselamatan dan hidup kekal, sebagaimana dinyatakan oleh Paulus dalam suratnya kepada Titus. Hari Pembaptisan Tuhan adalah pertukaran suci: Dia yang berkuasa mau menerima baptisan air, sebaliknya Dia memberikan baptisan Roh Kudus; yang semuanya itu dilakukan karena memang kehendak Allah, dan bukannya keinginan dan jasa manusia. Allah menjadi manusia, agar manusia menjadi anak-anak Allah.
Pesta Pembaptisan Tuhan sekaligus mengingatkan,  bahwa kepada kita pun Allah bersabda 'engkaulah anak-Ku yang Kukasihi, kepadamulah Aku berkenan', sebab dengan menikmati pembaptisanNya kita beroleh rahmat melimpah daripadaNya yakni sebagai anak-anakNya. Allah mengakui kita semua adalah anak-anakNya. Secara terus-terang, Dia menyatakan betapa besar kasihNya kepada kita. Dia nyatakan supaya kita mengerti dan menikmatiNya. Dia memilih dan memanggil kita, hanya karena kasihNya, dan bukannya kebaikan dan kebajikan, yang dapat kita buat, sebagaimana direnungkan oleh santo Paulus tadi. Hari ini kita sungguh-sungguh diingatkan bahwa kita adalah orang-orang yang dikasihi Allah; Allah berkenan dan selalu memperhatikan kita.
Sebagai orang-orang yang dikasihi Allah, tentunya kita tahu apa yang harus kita lakukan. 

Oratio :
Yesus Kristus, Engkau menerima baptisan Yohanes, karena memang memanfaatkan sungguh jalan yang telah dipersiapkan oleh sang pendahuluMu. Engkau menghormati sungguh karya usaha baik Yohanes. Engkau merendahkan diri, karena Engkau menghendaki agar kami selamat.
Yesus yang Mahakasih.  Engkau mengasihi kami tanpa memperhitungkan segala keterbatasan dan kelemahan kami. Dampingilah kami selalu, agar kami menjadi orang-orang yang tahu berterima kasih kepadaMu, yang selalu hadir dalam diri sesama kami. Amin.


Contemplatio :
'Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan'.
Yesus sungguh-sungguh menjadi Orang pilihan Allah Bapa, karena memang Dia adalah PuteraNya yang tunggal. Kita pun adalah orang-orang yang dikasihiNya, karena memang kita adalah anak-anakNya.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening