Selasa dalam Pekan Biasa I, 14 Januari 2013

Ibr 2: 5-12  +  Mzm 8  +  Mrk 1: 21-28

 



 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus bersama para muridNya tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.

Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya." Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.


 

 

Meditatio :

Suatu hari Yesus bersama para muridNya tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Bagaimana kehebatan Yesus bila dibandingkan dengan ahli-ahli Taurat? Tidak bisa kita mendapatkan keterangan. Namun yang jelas, orang-orang pada saat itu bisa membedakan siapakah yang lebih hebat. KehadiranNya sungguh-sungguh bisa dinikmati oleh banyak orang. KehadiranNya sebagai Yang berkuasa bisa dirasakan dan dialami oleh mereka yang mendengarkan. Kiranya refleksi bagi para imam, para katekes dan semua orang yang ambil bagian dalam pengajaran sabda, bahwasannya mereka hadir dan berkata-kata, bukannya sebagai orang-orang yang hanya memindahkan pengetahuan yang mereka miliki, melainkan segala yang mereka ketahui itu, menjadi milik pribadi dan membekali diri untuk berbagi dengan sesama. Mungkin kita belum mengalami sungguh apa yang kita wartakan, tetapi kita sungguh-sungguh menyampaikannya dengan keteguhan hati karena memang itu adalah sebuah kebenaran.

'Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah'.

Itulah kata-kata seorang yang kerasukan roh jahat. Dia dikuasai oleh roh jahat; dan roh jahat itu tahu benar siapakah Yesus itu. Roh jahat tahu bahwa Orang Nazaret ini bukanlah orang sembarangan. Dia adalah 'Yang Kudus dari Allah',  dan Dia bertugas membawa keselamatan dan membebaskan semua orang dari kuasa kegelapan denga membinasakan kuasa itu.

'Diam, keluarlah dari padanya!', tegas Yesus. Yesus menyatakan kuasaNya kepada mereka. Allah berkuasa atas roh-roh kegelapan. Mereka semua yang mendengar dan melihat kenyataan itu, takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: 'apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya'. Dia memang hebat, membuat segala-galanya baik dan indah. Tidak ada seorang ahli Taurat yang mampu bertindak seperti Dia selama ini. Tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.



 

Collatio :

'Segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya'. Inilah kiranya yang terjadi dalam peristiwa di bait Allah. Yesus menaklukkan segala sesuatu dalam diriNya. 'Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatu pun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepadaNya'.  Semua ditaklukanNya, karena Dialah sang Penguasa dan Empunya kehidupan ini. Dia berkuasa atas segala sesuatu, dan menghendaki semua orang beroleh keselamatan. Dia tidak mau umat yang dikasihiNya dikekang oleh kuasa kegelapan. Ia menghendaki semua orang merasakan dirinya sebagai milikNya, dan semua orang ada bersama dalam Dia. Surat kepada umat Ibrani membahasakan kemauan Tuhan ini dengan mengatakan: 'Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara, kata-Nya: Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat'. Ada bersama Yesus adalah ada bersama sebagai saudara dengan Yesus. Dia sebagai Putra sulung kebangkitan, dan kita ambil bagian di dalamNya sebagai ahli-ahli waris keselamatan.

Persoalan sekarang ini yang seringkali terjadi adalah banyak orang kurang mempunyai selera tinggi. Banyak orang mempunyai selera instant. Sudah banyak orang tahu bahwa Yesuslah yang berkuasa atas hidup dan mati, tetapi tidak dapat disangkal banyak orang cenderung menoleh kepada kuasa-kuasa yang tidak memberi kehidupan dan hanya mampu memberi kesenangan sesaat. Banyak orang lebih suka mencari jalan pintas dan jalan yang lebih mudah; mereka merasa amat berat dan enggan untuk berjumpa dengan 'Ia yang mengajar sebagai Orang yang berkuasa dan menaklukkan segala sesuatu, dan  tidak ada suatu pun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepadaNya'.

Beriman kepada Kristus memang meminta orang untuk setia menempuh jalur formal. Tidaklah benar, bila banyak orang tidak mempunyai selera tinggi. Banyak orang selalu ingin memilih yang terbaik, tetapi yang sering terjadi banyak orang ingin mendapatkan segala sesuatu secara cepat dan mudah. Ketidakformalannya di sini. Untuk mendapatkan segala sesuatu dengan baik, setiap orang harus berani mengikuti jalan yang telah ditentukan, bukan hanya dalam persoalan praksis, melainkan juga dalam persoalan hidup rohani.



 

 

Oratio :

Yesus yang Mahakasih.  Engkau sungguh-sungguh berkuasa atas hidup dan mati kami. Kuasa kegelapan pun tahu siapakah Engkau sebenarnya. Kami yang mengenal Engkau malahan justru memendam diri dan tak mau tahu dengan kehadiranMu. Kami bersembunyi dari pandanganMu yang menyelamatkan. Kami bersembunyi, karena kami sering tidak setia terhadap Engkau.

Tuhan Yesus, kuasailah kami dengan RohMu agar kami tidak mudah tenggelam dalam kemalasan diri, yang hanya ingin mencari enak dan kenyamanan diri. Amin.




 

 

Contemplatio :

'Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah'.

Ucapan ini sungguh-sungguh menegaskan bahwa kita tahu siapakah Yesus itu. Rugi besar, bila kita sudah mengetahui, tetapi tidak mau menikmatiNya.

 

 

 

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening