Selasa dalam Pekan Biasa III, 29 Januari 2013

Ibr 10: 1-10  +  Mzm 40  +  Mrk 3: 31-35


 

 

 

Lectio :

Pada waktu itu, datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau." Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

 

 

Meditatio :

Pada waktu itu, datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Siapkah ibuNya, kita pasti tahu dia, yakni Maria. Namun siapakah yang dimaksudkan dengan saudara-saudaraNya? Apakah mereka itu saudara-saudara sekandung atau saudara dalam arti umum? Apakah mereka semua itu laki-laki, sehingga tidak disebutkan saudara dan saudari Yesus, sebagaimana pemahaman kita bersama? Apakah memang mereka, kalau mngkin ada saudara-saudara perempuanNya, tidak diperhitungkan? Bukankah pernah kita dengar bahwa yang ikut makan bersama Yesus itu hanya 5.000 laki-laki saja, yang diperhitungkan (Mat 14: 21)?

Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Karena sulit untuk berdesak-desakan, karena orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka meminta seseorang untuk memanggil sang Anak Manusia. 'Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau', teriak beberapa orang memanggil Yesus. Dia dipanggil, karena memang Dia tidak tahu kalau ibu dan saudara-saudaraNya mencari diriNya. 'Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?', sahut Yesus. Yesus bukannya menanggapi mereka: di mana mereka atau tunggu sebentar, ataupun suruhlah kemari, melainkan sambil melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya, Dia berkata: 'ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'.

Yesus tidak membatasi ibu dan saudara-saudaraNya itu hanya pada mereka, yang baru saja datang dan mencari diriNya, melainkan semua orang yang mengelilingi diriNya dan mendengarkan pengajaranNya; terlebih mereka yang melakukan kehendak Allah. Pengakuan ini sungguh luar biasa dan hebat. Setiap orang yang berani melakukan kehendak Allah Bapa di surga, mempunyai derajat yang sama dengan Dia sang Empunya kehidupan, yakni saudara dan saudari Yesus Kristus. Keberanian kita melakukan kehendak Allah, akan menjadikan kita sebagai anak-anak Bapa di surga, yang mana Kristus sendiri sebagai Putera sulung kebangkitan.

 

 

Collatio :

Melakukan kehendak Allah menjadi syarat mutlak untuk menjadi saudara dan saudari Kristus, sebab melakukan kehendak Allah memerlukan usaha dan perjuangan dengan sepenuh hati. Melakukan kehendak Allah adalah tindakan nyata dan konkrit, dan bukanlah simbol atau lambang, sebagaimana seringkali dilakukan dalam aneka korban bakaran. Dan itulah yang dilakukan Yesus sendiri, sebagaimana dikatakan dalam surat kepada umat Ibrani: 'sungguh, Aku datang; sebab korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya,  meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat'. Yesus Kristus melakukan kehendak Bapa guna menghapuskan kurban persembahan yang harus diulang-ulang itu. Yang pertama Ia hapuskan, yakni kurban bakaran, supaya menegakkan yang kedua, yakni melakukan kehendak Bapa.

Kristus mengajak kita untuk melakukan kehendak Bapa, sebagaimana Dia sendiri datang untuk melakukan kehendak Dia yang mengutusNya; dan semuanya itu malahan disempurnakan Dia sendiri dengan kehendak dirinya menjadi kurban tebusan yang dilakukanNya di kayu salib mulia, 'karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus'.

Iman tanpa perbuatan adalah mati, kata santo Yakobus. Iman memang tidak cukup untuk dimiliki dan dibangga-banggakan, melainkan harus dilakukan dan dijabarkan dalam keseharian hidup. Kehendak Dia yang tersurat dalam Kitab Suci tidaklah cukup hanya diketahui dan dipelajari, melainkan dilakukan dan diterpakan dalam perilaku sehari-hari. Bila semuanya ini kita lakukan inilah artinya kita melakukan kehendak Allah Bapa di surga.


 

 

Oratio :

Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu, karena Engkau mengangkat kami menjadi saudara dan saudariMu sendiri, sederajat dengan diriMu. Kami sungguh-sungguh menikmati anugerahMu yang luhur dan mulia itu, bila kami melaksanakan kehendak Allah Bapa di surga, sebagaimana Engkau lakukan. Berkatilah dan kuasailah kami dengan rahmatMu, ya Yesus, agar kami semua menjadi pelaku-pelaku sabda. Amin.


 

 

Contemplatio :

'Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'.

Yang membuat kita sama serupa dengan Yesus, bukannya pelbagai anugerahNya, melainkan melakukan kehendakNya.

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening