Selasa Sesudah Penampakan, 8 Januari 2013

1 Yoh 4: 7-10  +  Mzm 72  +  Mrk 6: 34-44

 



 

Lectio :

Suatu hari ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini." Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?" Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan."

Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau. Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang. Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan. Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

 

 

Meditatio :

Di tengah pewartaanNya kepada banngsa-bangsa yang berada dalam kegelapan, sebagaimana kita renungkan kemarin, dalam perjalananNya, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Mereka adalah orang-orang sebangsaNya, mereka adalah orang-orang yang dikasihiNya, tetapi mereka itu terlantar dan tidak ada yang memperhatikan. Dalam karya pelayananNya, kasih lebih mendapatkan tempat utama, dan bukan sebatas karya dan karya. Pertemuan mereka yang hanya kebetulan, dan bukannya direncanakan, tidak menutup kemungkinan bagiNya untuk berbagi kasih. Maka mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

'Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam', kata para muridNya kepada Yesus sewaktu hari sudah mulai malam. Segala-galanya ada waktunya. Ada waktu siang, ada waktu pagi. 'Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini', tegas mereka, karena memang kumpulan banyak orang yang kira-kira lima ribu orang laki-laki  ada bersama dengan mereka secara kebetulan saja. Ketika Yesus bersama para muridNya turun, mereka sudah ada dan berkumpul bersama. Ada waktu untuk mendengarkan, ada waktu untuk berbicara, ada waktu makan, ada waktu untuk istirahat. Bukankah sebentar lagi mereka harus makan? Kita tidak mempunyai, dan memang kita tidak menyiapkan makanan untuk mereka. Mereka datang dari jauh, pasti mereka membawa uang saku. Maka 'suruhlah mereka pergi untuk membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini'. Hanya Engkau yang berhaka menyruh mereka, dan bukannya kami.

'Kamu harus memberi mereka makan!',  tegas Yesus kepada para muridNya. 'Haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?', sahut para murid yang terkejut sungguh terhadap permintaan Yesus. Aneh, memberi makan orang sebanyak itu. Mana mungkin? Yesus, yang tahu akan ketidakberdayaan mereka, segera menyambungnya: 'berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!'. Yesus tidak menanyakan berapa uang yang kalian bawa, agar bisa membeli roti. Mereka tidak membutuhkan uang, mereka membutuhkan makanan.  'Lima roti dan dua ikan', jawab para murid.

Lalu Yesus menyuruh orang-orang itu duduk berkelompok-kelompok, lalu mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu, begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya. Mereka semuanya makan sampai kenyang, dan masih ada potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, juga sisa-sisa ikan.  Dari 'lima roti dan dua ikan' semua orang dapat makan dengan kenyang, yang semuanya bisa terjadi karena Yesus sendiri. Yesus membuat segala-galanya baik adanya. Keberanian kita menghadirkan Kristus dalam setiap peristiwa hidup kita akan membuat semuanya menjadi indah dan menyenangkan. Keberanian menghadirkan Kristus, para murid, dan kita semua tentunya, dapat ikut membagi-bagikan roti kepada orang-orang yang ada di sekitarnya.

Apa itu menghadirkan Kristus? Menghadirkan Kristus itu menghadirkan Allah. Bila Allah itu adalah kasih, dan Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita, sebagaimana dikatakan Yohanes dalam suratnya yang pertama tadi, maka menghadirkan Kristus itu, tak lain dan tak bukan, bila kita berani saling mengasihi satu sama lain sebagai saudara. Sebagaimana Allah adalah kasih, maka kita pun harus mengasihi sesama kita. Menghadirkan Kristus tidaklah sebatas bila kita mengumandangkan doa dan mendengarkan sabdaNya; menghadirkan Kristus itu lebih dari kata-kata dan pendengaran, menghadirkan Kristus itu bersikap dan bertindak seperti Kristus sendiri.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkau adalah kasih. Bila kami menghadirkan Engkau dalam setiap peristiwa hidup kami, maka semuanya akan terasa indah dan menyenangkan. Ajarilah kami  untuk selalu menghadirkan Engkau dalam segala karya dan perbuatan kami, bukan dengan memandang muka, mereka yang kami layani, melainkan melihat Engkau dalam diri sesama kami. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Kamu harus memberi mereka makan!'.

Yesus memerintahkan hal ini, karena memang Dia mengajak kita mampu berbuat kasih sebagaimana Dia telah berbagi. Mengikuti Yesus itu bersikap dan bertindak seperti Dia.

 

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening