Senin dalam Pekan Biasa I, 14 Januari 2013

Ibr 1: 1-6  +  Mzm 97  +  Mrk 1: 14-20


 

 

 

Lectio :

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

 

 

Meditatio :

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah. Markus mencatat dalam Injilnya bahwa Yesus mulai berkarya dan tampil di depan umum, setelah Yohanes ditangkap dan tidak muncul lagi di tengah-tengah masyarakat. Yesus benar-benar melanjutkan pewartaannya. Yesus tampil pertama kalinya di daerah Galilea. Dan Dia mewartakan Injil Allah, kabar sukacita dari Allah.

'Waktunya telah genap', tegasNya. Waktunya telah genap, karena memang sang Penyelamat telah datang, dan ada di tengah-tengah umatNya. Dia yang dijanjikan dan telah dipersiapkan jalanNya oleh Yohanes, telah datang di antara umatNya. 'Kerajaan Allah sudah dekat', karena memang belum banyak orang yang membiarkan diri dipimpin oleh sang Raja dan Empunya kehidupan. Masih banyak orang yang belum membiarkan Allah meraja di dalam hidupnya. 'Bertobat dan percaya kepada Injil'  adalah satu-satunya jalan agar Kerajaan Allah meraja dalam diri umatNya. Sebab hanya jiwa, yang berpaut kepada Tuhan dan percaya akan sabda dan kehendakNya, merasakan kehadiranNya yang menyelamatkan.

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Simon disebut secara khusus. Aneh memang, mengapa Markus tidak mengatakan Yesus melihat Simon dan Andreas. Demikian juga, Yakobus, anak Zebedeus, yang disebut dua kali guna mendampingi Yohanes. Simon dan Andreas sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: 'mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia'.  Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Inilah arti panggilan yang begitu murni. Mereka dipanggil dan langsung mengikutiNya. Apakah mereka mengerti apa maksudnya menjadi penjala manusia? Pasti mereka tidak mengerti apa yang dimaksudkan Yesus. Bagaimana dengan peralatan yang mereka tinggalkan? Mengikuti Yesus berarti meninggalkan segala sesuatu dan berjalan mengikuti Dia.

Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia. Yakobus dan Yohanes lebih hebat lagi. Mereka bukan saja meninggalkan jala dan perahunya, malahan mereka segera meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.  Dia yang memanggil harus mendapatkan perhatian pertama dan utama. Mengikuti Yesus memang sungguh-sungguh menuntut pemberian diri sepenuhnya. 'Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku' (Mat 10: 37). Mengikuti Yesus berarti menomersatukan Dia di atas segala-galanya.

Bagaimana kita dalam menanggapi panggilanNya? Apakah panggilan kita seperti keempat para murid Yesus? Kita langsung mengikuti Dia, ketika kita mengenal Kristus? Atau malahan berlawanan arah?

Pengenalan kita akan Kristus Tuhan seharusnya lebih baik daripada para murid. Mengapa? Karena kita lebih banyak tahu siapakah Dia Yesus sang Penyelamat itu, dibanding  pengenalan para murid. 'Kalau dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta', tegas penulis surat kepada umat Ibrani. Dari surat ini, kita tahu siapakah Yesus. Dialah Putera tunggal, dan melalui Dialah Bapa di surga bersabda.

'Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka'. Sungguh agung dan mulia Yesus Kristus yang memanggil kita itu. Kita patut bangga dan bersukaria atas pengenalan kita kepadaNya.

 


 

Oratio :

Yesus yang Mahakasih.  Kami bangga mengenal Engkau. Engkau memanggil kami, karena cintaMu yang luhur dan mulia itu. Engkau memanggil kami dengan nama kami masing-masing. Bantulah kami, ya Yesus, agar kami mampu mengungkapkan kebanggaan atas cintaMu itu kepada kami dalam perbuatan kami sehari-hari; kami tidak ingin berbangga hanya dengan kata-kata. Amin.


 

 

Contemplatio :

'Mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia'.

Mengikuti Yesus memang memerlukan keberanian, sebab harus mengutamakan Dia dari yang lain.  Orang-orang yang dekat dengan kita, dan menaruh perhatian kepada kita, harus berani kita tinggalkan.

 

 












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening