Senin dalam Pekan Biasa II, 21 Januari 2013

Ibr 5: 1-10  +  Mzm 110  +  Mrk 2: 18-22

 

 

 

Lectio :

Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: "Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"

Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya. Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."

 

 

Meditatio :

Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: 'mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?'. Sebuah pertanyaan berdasarkan pengamatan nyata dari orang-orang Farisi terhadap para murid Yesus. Puasa adalah kewajiban bagi setiap orang Israel, terlebih bagi mereka yang mengikuti perguruan-perguruan rohani. Aneka perguruan rohani pasti mengajarkan usaha-usaha kesalehan, tetapi mengapa mereka tidak diwajibkan berpuasa? Yesus sebagai seorang Guru, bertanggungjawab penuh atas ketidak-ikutsertaan para murid dalam tradisi puasa. Apakah memang mereka tidak dianjurkan berpuasa? Tentunya berlawanan dengan tradisi keagamaan yang ada selama ini. Apakah komunitas ini membuat ajaran baru?

'Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa; tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa', jawab Yesus kepada mereka.  Yesus menyadari bahwa sekarang ini, para muridNya tidak berpuasa, karena diriNya ada bersama dengan mereka. Yesus sadar bahwa diriNya adalah sang Mempelai laki-laki, dan para murid adalah sahabat-sahabatNya. Ada bersamaNya, seseorang tidak perlu melakukan puasa, bahkan tidak dapat berpuasa,  karena dia ada dalam pimpinanNya langsung. 'Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa'. Kapankah itu? Apakah semenjak Dia ditangkap para prajurit di Getsemani nanti? Atau memang selama Dia berada dalam sengsaraNya saja?  Sebab bukankah Dia akan selalu hadir dalam RohNya. Dia akan selalu mendampingi umatNya. Ada bersama Yesus memang meniadakan puasa.

Berpuasa itu amat baik dalam olah jiwa. Namun kiranya digunakan sebagaimana mestinya. Berpuasa yang tidak dilakukan sebagaimana mestinya, minimal hanya untuk menampakkan kemampuan diri, tidak akan menenteramkan jiwa dan tidak sesuai dengan citra jiwa. 'Tidak ubahnya, seorang yang menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena bila dipaksakan kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya'. Berpuasa bukan untuk berpamer diri; berpuasa adalah tanda keberundukkan diri sebagai ciptaan yang lemah.

Berpuasa sebenarnya hanya dilakukan oleh jiwa yang merindu. Berpuasa yang dilakukan hanya sekedar mengikuti tradisi keagamaan, tak ubahnya 'seorang yang mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena bila dipaksakan anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang; tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula'. Walau tak dapat disangkal, kewajiban keagamaan perlu dilakukan dalam pengendalian diri. Berpuasa adalah tanda kemampuan diri untuk tidak terikat dunia, walau seseorang berada dalam dunia. Hanya satu yang perlu ditakuti, karena mampu mengikat kita (Luk 12: 5). Dialah Tuhan Allah, sang Empunya kehidupan.

 

 

Collatio :

Ada bersama Yesus, kita tidak perlu berpuasa. Sebab ada bersama dengan Dia, berarti kita berada dalam pimpinanNya.  Dialah yang dikehendaki Allah Bapa. Surat kepada umat Ibrani menuliskan:

Dia adalah Anak Allah, karena memang Dia adalah Allah yang menjadi Manusia. Surat kepada umat Ibrani membahasakan dengan menggunakan istilah manusiawi, yang dapat mudah dimengerti dengan 'Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini', Allah menghadirkan diri sebagai seorang Anak Manusia. Dia makan dan minum sama seperti kita, karena memang Dia itu sungguh-sungguh manusia. 'Sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya'. Dia menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia.

Apa yang dapat kita buat?

Hidup dalam bimbingan sang Empunya kehidupan, tinggal bersama dengan anak Manusia. Hanya itu yang dapat kita buat, dan itulah yang mendatang berkat dan rahmatNya. Ada bersama Yesus berarti membiarkan diri dipimpin dan dibimbingNya, yang tak jarang terpaksa kita harus ditegur dan dimarahiNya, karena kita terlalu mengikuti kecenderungan insani diri. Ada bersama Yesus berarti kita dalam pengawasan Yesus sendiri.

Kita pun harus mempelajari sikap-sikap pengendalian diri, agar kita terbiasa dibimbing dan dipimpin olehNya. Tidak sulit bagi Yesus hidup bersama kita, tetapi sebaliknya kitalah yang seringkali merasa sulit hidup bersama Dia.

 

 

 

Oratio :

Yesus, ada bersamaMu memang amat membahagiakan. Teguhkanlah kami dengan Roh kasihMu, ya Yesus, agar kami menjadi orang-orang yang setia dalam hidup bersamaMu, sebab memang tak jarang kami mudah terkecoh dengan aneka tontonan indah, sehingga kami mudah menoleh ke kanan atau ke kiri, bahkan kami berhenti untuk mendekati Engkau selalu. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Selama sang Mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa'.

Ada bersama Yesus memberi jaminan untuk hidup lebih baik dan berdayaguna.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening