Senin sesudah Penampakan, 7 Januari 2013



1Yoh 3:22 - 4:6  +  Mzm 2  +  Mat 4: 12-17.23-25






Lectio:

Ketika Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang." Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" 

Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.





Meditatio:


Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, mendapat banyak perhatian Yesus, karena memang semenjak semula telah menjadi perhatian sang Ilahi. Itulah yang terungkap dalam sabda yang disampaikan oleh nabi Yesaya: 'tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang', walau tak dapat disangkal bahwasanya tidak sedikit Yesus mengecam mereka, karena keengganan mereka untuk bertobat dan bertobat (Mat 11: 23). Banyaknya anugerah Tuhan mengandaikan seseorang yang menerimanya semakin berani bertobat dan bertobat. 



'Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!'.

Yesus mewartakan pertobatan, karena memang setiap orang harus berani datang kepada sang Terang. Berani datang kepada Terang berarti berani meninggalkan segala perbuatan jahat, sebab hanya dalam kegelapan perbuatan jahat itu tumbuh dan berkembang, dan tidaklah demikian barang siapa mereka yang tinggal dalam terang. Bertobat berarti datang kepada Terang, dan dalam Terang ada kebenaran, dan kebenaran itulah Kerajaan Allah.

'Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, yakni bangsa yang diam dalam kegelapan' memang menjadi perhatian Tuhan dalam menyampaikan warta keselamatan, karena kehendakNya agar semua manusia beroleh keselamatan. Semuanya itu ditanggapi secara proaktif, sebagaimana dilakukan oleh ketiga orang Majus, yang kita rayakan kemarin. Tidak disangkal memang keselamatan datang berasal dari bangsa Yahudi (Yoh 4: 22), karena memang Dia sang Anak Manusia masuk dalam sejarah manusia melalui keluarga Daud.

'Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan'. Yesus melakukan semua ini, karena memang Dia datang ke dunia diperuntukkan bagi seluruh umat manusia dan bukannya untuk mereka keluarga dan bangsa, dari mana Dia berasal.

Kiranya juga menjadi refleksi bagi kita, yang memang mengaku mengikuti Kristus dalam seluruh proses kehidupan ini, yakni bahwasannya Yesus yang memperuntukkan diriNya bagi seluruh umat manusia, demikian kita hendaknya ada bagi orang lain (ego sum omnibus), yang harus kita mulai dari keluarga, di mana kita berada. Inilah cinta kasih, sebagaimana dinyatakan Yohanes dalam suratnya yang pertama, yakni 'supaya kita yang percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita'. Semua ini perlu kita lakukan agar 'setiap orang yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah'. Kemauan kita ada bagi orang lain, sebagaimana Yesus sendiri bersikap dan bertindak demikian, akan semakin mengkondisikan terjadinya pertukaran suci. Peristiwa Penampakan Tuhan mengingatkan dan mengajak  agar kita berani  mewartakan sabda kehendakNya, ada untuk orang lain, sehingga setiap orang yang memang dilahirkan dalam dunia ini merasakan bahwa dirinya berasal dari Allah. Semua ini terjadi karena Allah menjadi manusia, dan kita menjadi anak-anak Allah.





Oratio:

Ya Yesus, Engkau datang untuk menyelamatkan seluruh umat manusia, Engkau hidup dan ada bagi orang lain. Semoga spiritualitas hidupMu ini juga menjadi spiritualitas hidup kami, sehingga benarlah apa yang Engkau katakan bahwa kami mengikuti Engkau, bukan hanya dengan kata-kata, melainkan dalam perbuatan sehari-hari.





Contemplatio:

Ego sum omnibus

Kiranya hidup kita ini bermakna bagi orang lain. Kehadiran kita selalu dirasakan orang lain dan menghantar mereka kepada hidup yang lebih baik.











Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening