Kamis dalam Pekan IV, 7 Februari 2013



Ibr 12: 18-24  +  Mzm 48  +  Mrk 6: 7-13









Lectio :

Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka." Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.







Meditatio :

'Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua'. Yesus mengutus para muridNya pergi berdua-dua. Mengapa harus berdua-dua? Apa dimaksudkan agar mereka saling meneguhkan satu sama lain? Memang apa pun yang kita miliki sebagai perbendaharaan hidup, tetapi bila kita tidak mempunyai teman untuk berbicara dan bertukar pikiran, maka hidup akan terasa kering dan membosankan; tak ubahnya kita berjalan sendiri di gurun pasir yang berkepanjangan, walaupun kita memakai peralatan elektronik yang canggih.

'Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju'.

Yesus  tidak  membiarkan mereka berjalan dengan tangan kosong, tanpa bekal. Yesus membekali mereka dengan segala kemampuan, dan bukan hanya untuk kepentingan diri mereka sendiri, malahan harus digunakan untuk kepentingan bersama. Itulah kharakteristik pemberian Tuhan, selalu digunakan  untuk kepentingan bersama. Sebaliknya, mereka diminta untuk tidak merepotkan diri dengan aneka perbekalan, yang memang seringkali merepotkan dan mengalihkan intensi kepergian seseorang. Kesederhanaan adalah karakteristik mereka yang menjalankan perutusan dengan benar dan konsekuen.

'Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka'.

Menerima atau tidak, itulah sambutan yang akan dihadapi oleh para muridNya. Keselamatan memang harus diterima oleh setiap orang, karena memang itulah keinginan mereka. Keselamatan tidak bisa ditawar; jika memang mereka menolak, tentunya mereka juga tidak diperhitungkan. Karena itu, 'kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka'.

'Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka'. Mereka para murid akhirnya berangkat melaksanakan yang diperintahkan sang Guru mereka.





Collatio :

Pertobatan adalah sikap kepasrahan diri kepada Allah; Allah yang harus diutamakan dalam hidup, tetapi sama sekali tidak mengabaikan kepentingan hidup sehari-hari. Itulah yang diwartakan oleh para murid. 

Bagaimana dengan kita?

Kita pun juga diminta untuk berani bertobat dan bertobat, walau  'kita sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel'. Kita harus berani bertobat dan bertobat, sebab tak jarang kita lengah, sehingga mudah jatuh, kembali sebagai manusia lama.





Oratio :

Ya Tuhan Yesus, Engkau mengutus banyak orang untuk mewartakan sabda dan pertobatan bagi umatMu. Kami mohon semoga Engkau semakin melimpahkan rahmat berkatMu bagi mereka, agar mereka semakin setia dalam karya pewartan, terlebih mereka yang berkarya di daerah pedalaman, yang jauh dari keramaian. Amin.






Contemplatio :

'Pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat'.

Pertobatan adalah sikap yang harus selalu dilakukan oleh setiap orang untuk menikmati keselamatan. Pertobatan itu mendekati Allah.











Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening