Kamis dalam Pekan Prapaskah I, 21 Februari 2013

Tamb Est 4: 10-19  +  Mzm 138  +  Mat 7: 7-12

 



 

 

Lectio :

Pada suatu kali Yesus berkata: "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

TambahNya: "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi".

 

 

Meditatio :

'Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan'.

Inilah janji kepastian yang diberikan Yesus kepada para muridNya, kepada semua orang yang percaya dan mau berserah diri kepadaNya. Apakah tidak kepada seluruh umat manusia? Benar tidak kepada semua orang, tapi hanya kepada semua orang yang percaya kepadaNya. Sebab bagaimana mungkin orang, yang tidak percaya kepadaNya, mau datang dan bermohon kepadaNya. Percaya saja tidak, apalagi mau meminta-minta kepadaNya. Yesus berjanji, bahwa Bapa akan selalu menjawab dan menanggapi semua permintaan orang-orang yang dikasihiNya. 'Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya', tambah Yesus dalam membandingkan kasih Bapa di surga kepada semua anak-anakNya.

Bagaimana dengan mereka yang tidak meminta, apakah mereka tidak mendapatkan apa-apa? Tentunya tidak. Itulah ukuran kita. Namun tidaklah demikian dengan Tuhan sang Empunya kehidupan. Sebab Dia memberikan segala sesuatu. Bukan hanya berdasar keinginan dan kebutuhan umatNya, melainkan hanya berdasarkan kasih dan cintaNya kepada umatNya. Ia memberi segala sesuatu hanya berdasarkan cinta. Allah kita adalah Allah yang murah hati (Mat 20: 15); dan itulah yang dimintaNya juga kepada kita dalam relasi dengan sesama. Paling sedikit, 'segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi'. Janganlah kita menuntut orang lain seturut kemauan kita, bila memang kita sendiri tidak mau berbuat demikian kepada mereka. Sekali lagi, itulah ukuran paling sedikit dan mendasar, dalam keadaan terpaksa; bila tidak, kita harus tetap menggunakan standard cinta kasih, yakni hanya memberi dan memberi, dan tidak menuntut balas.

Cinta yang memberi dan memberi inilah yang kiranya menjadi permenungan mendasar bagi kita dalam masa Prapaskah ini, sebagaimana yang dilakukan Yesus dalam jalan salib hidupNya. Cinta Allah harus menjadi jiwa hidup setiap orang yang percaya kepadaNya, dan tidak ada yang lain.

Apakah kita tidak tahu akan semuanya itu? Pasti tahu! Hanya kita ini malas menggunakan segala pengetahuan dan pengenalan yang kita miliki. Malahan sebaliknya, kita ingin jelan pintas, sekarang kita inginkan, sekarang pun kita dapatkan. Kita sering berjiwa instan! Repotnya, Tuhan juga tidak mau memanjakan kita umatNya, Dia tidak mau melemparkan segala pemberianNya. Dia memberikan semuanya itu, tetapi mengajak kita untuk berani mengambilnya. Inilah hidup nyata.

 

 

Collatio :

'Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya'.

Keyakinan inilah yang hendaknya semakin hari semakin meresap dalam diri setiap orang, terlebih mereka yang sungguh-sungguh berjuang dalam kebersamaan hidup. Itulah yang ditunjukkan oleh Ester, pejuang kehidupan, sebagaimana dikutip dalam bacaan pertama tadi (Tamb. 4). Dia benar-benar percaya akan kasih Allah yang agung dan mulia. Dia pasti memberikan yang terbaik bagi umatNya. Ester memohon dan memohon kepadaNya, karena hanya Tuhan Allah yang mampu menolong diri dan bangsanya.

Sikap Ester kiranya menjadi contoh bagi kita semua.


 

Oratio :

Bapa di surga, Engkau sungguh baik terhadap kami anak-anakMu. Engkau sungguh memperhatikan kami, dan bahkan mengatasi kemampuan kami.

Ajarilah kami, ya Yesus, untuk selalu berani datang kepada Bapa di surga yang menyelamatkan. Amin.


 

 

Contemplatio :

'Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya'.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening