Kamis sesudah Rabu Abu, 14 Februari 2013

Ul 30: 15-20  +  Mzm 1  +  Luk 9: 22-25

 

 

 

Lectio :

Pada suatu kali Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."

Lalu Dia melanjutkan, kata-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?".

 

 

Meditatio :

'Pada suatu kali Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga'.

Inilah pengakuan Yesus akan peristiwa yang akan dialamiNya. Yesus tahu semuanya, bahwasannya Dia akan menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua bangsa Yahudi, dan bukan oleh rakyat. Mereka, yang mengetahui banyak tentang Kitab Suci, seharusnya mendukung karya pelayananNya, malahan sebaliknya mereka melawan dan menolakNya. Mereka mempelajari Kitab Suci, tetapi tidak mendalami kehendak Allah, karena memang alam pikiran mereka yang diutamakan, dan bukan kehendak Dia, sang Empunya kehidupan. Yesus tahu dan sadar semuanya itu, dan Dia tidak menghindarinya. Semuanya akan dilalui, karena memang itulah jalan hidupNya. Dia akan dibunuh, yang mengandaikan Dia akan meninggal, bukan karena sakit atau kecelakaan, dan bukan karena usia lanjut, melainkan Dia akan dibunuh. Semuanya itu tentunya akan diawali dengan adanya penyiksaan dan penderaan sebelumnya. Semuanya harus dialami, karena memang untuk itulah Dia datang. Dia datang hanya untuk melaksanakan kehendak Bapa. Yesus pun tahu bahwa Di tidak berhenti di dunia fana ini, karena setelah kematianNya, pada hari ketiga Dia akan dibangkitkan oleh Bapa di surga. Dia akan bangkit dari alam maut, sebagai yang Putera sulung kebangkitan.

Maka, 'setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku'. Mengikut Yesus berarti hidup seperti Dia sendiri hidup. Apa yang dilakukan Yesus harus dilakukan orang yang mau memgikutiNya. Pada saat inilah memang, sang Mempelai diambil daripada sahabat-sahabatNya, maka setiap muridNya pada saat inilah berkesempatan untuk berpantang dan berpuasa. Mereka harus berpuasa dan menyangkal diri, bukan dengan berpesta pora, melainkan memanggul salib. Mereka harus mampu mengatur diri, karena memang Yesus tidak ada bersama mereka lagi, yang mana setiap saat bisa langsung menegur dan mengkritisi mereka. Mereka harus mampu menjaga diri, di mana tak jarang 'daging itu lemah' (Mat 26: 41).  Merek harus menyangkal diri agar mampu mendengarkan suaraNya.

'Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya'. Yang mampu menyelamatkan manusia hanyalah Allah, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan. Kita manusia tidak mampu menyelamatkan diri, sebaliknya kalau kita hanya mau mencari keamanan diri, akan sia-sialah semuanya itu. 'Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?, tegas Yesus. Keselamatan seseorang bukannya tercukupinya harta benda atau terpeliharanya kesehatan, melainkan ketaatan seseorang melaksanakan kehendak dan kemauan Tuhan sendiri. Inilah bedanya keselamatan yang dibuat oleh manusia denga keselamatan yang dikerjakan oleh Allah. Semua ini, sekali lagi, dilakukan Yesus, yang datang memang hanya melakukan kehendak Bapa di surga.

Kalau Yesus menjadi tebusan bagi umat manusia, mengapa kita semua tidak tinggal diam menikmatinya? Mengapa kita harus memanggul salib bersamaNya?

 

 

Collatio :

Mengikuti Yesus berarti memilih keselamatan, karena memang hanya dalam Dia ada kehidupan dan keselamatan, yang semuanya itu diberikan secara cuma-cuma; hanya saja kita diminta berani memilih dan mengambilnya. Keselamatan adalah sebuah pilihan hidup. Itulah yang dinyatakan juga semenjak awal dalam kitab Ulangan: 'Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN' (Ul 30).

Apa yang kita pilih?

Kita pasti memilih keselamatan. Persoalannya kita ini malas mengikuti jalan salib yang harus kita lalui; malahan ada orang-orang yang hendak meniadakan jalan salib itu. Kita seringkali menjadi orang-orang yang tidak setia dalam mengikutiNya. Budaya instant amat mempengaruhi kita dalam kesetiaan menghayati iman kepercayaan kita. Cara pandang kita sungguh-sungguh pragmatis, pikiran yang sesaat, kita hanya memikirkan di sini dan sekarang ini, yang semuanya ini membuat kita enggan memandang masa depan yang lebih ceriah dan membahagiakan.

Masa Prapaskah kembali mengajak kita untuk semakin setia dalam pilihan yang telah kita ambil: keselamatan dalam Yesus Kristus. Kesetiaan Yesus Kristus dalam jalan salib kehidupan hendaknya menjadi teladan bagi kita. Peristiwa jatuh bangun akan selalu terjadi. Itu wajar dan manusiawi; demikian juga tetap setia pada pilihan keselamatan itu sungguh-sungguh manusiawi, karena kecenderungan setiap orang ingin selamat dan tidak mau binasa. Kalau kita tetap diminta memanggul salib dan menyangkal diri dalam mengikutiNya, tentunya semuanya itu sesuai dengan anugerah istimewa yang diberikan kepada kita umat semanjak semua, yakni akal budi dan kehendak bebas; dan itulah gambar Allah yang nyata dalam diri setiap manusia. Bila kita ingin maju ke depan, kita mau tidak mau harus melangkahkan diri dan  segala anugerah diberikan tidak dilemparkanNya, melainkan disampaikan dan kita diminta menerimanya. Keselamatan adalah sebuah pilihan hidup.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkau kembali mengingatkan kami: baragsiapa mau mengikuti Engkau harus berani menyangkal diri dan memanggul salib. Semangatilah kami selalu dengan sabdaMu dan karuniakanlah Roh KudusMu, agar kami kedapatan setia dalam mengikuti Engkau. Barangsiapa tidak bekerja janganlah makan, demikian juga barang siapa tidak mau memanggul salib tidak beroleh keselamatan, kiranya menjadi kesadaran sungguh bagi hidup kami. Amin.


 

 

Contemplatio :

'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku'.

Ajakan Yesus agar kami berani menghadapi kenyataan hidup. Lahir di dunia harus siap menerima panas dan dinginnya udara, dan naik turunnya gunung.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening