Rabu dalam Pekan Biasa IV, 6 Februari 2013



Ibr 12: 4-15  +  Mzm 103  +  Mrk 6: 1-6







Lectio :

Suatu hari tibalah Yesus  di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.  Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.







Meditatio :

Suatu hari tibalah Yesus  di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia.

Mereka semua takjub dan heran akan pengajaran Yesus yang begitu hebat. Semua yang hebat dan luar biasa bisa dilakukan oleh seorang Yesus, yang memang mereka kenal keseharian hidupNya. 'Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?'. Semua seharusnya tidak terjadi pada diri seorang Anak tukang kayu. Tidak ada seorang pun saudara, baik dari ayah atau ibuNya itu, seorang imam atau ahli Taurat, atau dari saudara lainnya, yang mengikuti komunitas permuridan. Apalah Dia ini? 

Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Rasa heran mereka tidaklah berujung pada kekaguman dan penghormatan kepada salah anggota kota mereka, yang mempunyai kemampuan luar biasa, sebaliknya mereka menolak dan tidak mengakuiNya. Bagaimana semuanya itu bisa terjadi pada diri seorang Yesus?

'Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya', tegas Yesus. Namun nabi siapakah yang dimaksudkan itu? Juga siapakah nabi yang di mana-mana diterima baik oleh semua orang, tanpa terkecuali? Pada umumnya, malahan nabi itu ditolak di mana-mana, mengingat mereka selalu mewartakan kabar kebenaran ilahi, yang banyak bertentangan dengan orang-orang pada jamannya. 

'Yesus tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka'. Mukjizat memang hanya bisa dinikmati oleh mereka orang-orang yang percaya kepadaNya. Yesus juga heran atas ketidakpercayaan mereka. Namun tidak dapat disangkal belaskasih Tuhan mengatasi kemampuan manusia; demikianlah ketidakpercayaan mereka tidak menyurutkan Yesus untuk mengadakan mukjizat bagi mereka yang sakit.  

'Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar'. Adanya penolakan tidak menghentikan Yesus untuk tetap selalu mewartakan sabda kehendak Dia yang mengutusNya. Dia pun terus berkeliling mewartakan kabar sukacita.






Collatio :

'Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak'. Inilah peringatan surat kepada umat Ibrani, agar kita siap ditantang atau malahan dihajar oleh Tuhan Allah. Sebab tak jarang tantangan dan hajaranNya begitu pahit, tidak ubahnya sebuah pil pahit yang harus diminum. 'Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya'. 

Kiranya selain adanya penolakan dari orang-orang dicintaiNya, 'Yesus

tidak mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka'. Yesus menghajar dan menantang mereka dengan tidak mengijinkan mereka menikmati aneka mukjizatNya, sebagaimana banyak  dinikmati oleh orang-orang Kapernaum (Luk 4: 23). Yesus sengaja tidak memberi perhatian istimewa kepada orang-orang sedaerahNya, di mana Dia dibesarkan; walau tak dapat disangkal Dia tetap menyembuhkan beberapa orang sakit. Kasih setia Tuhan tidak dibatasi oleh kelemahan atau penolakan orang-orang yang dikasihiNya.

Apa yang dapat kita buat? Kita memang bukan orang-orang yang menolak Yesus, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Nazareth. Tantangan kita adalah semakin hari semakin berani menerima kehadiranNya dalam hidup kita, yang tak jarang kehadiranNya tampak nyata dalam kehadiran orang-orang yang ada di sekitar kita. Kita nikmati kehadiranNya, dalam bahasa surat kepada umat Ibrani, dikatakan 'berusaha hidup damai dengan semua orang dan mengejar kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. Hendaknya kita tidak menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang'.





Oratio :

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami selalu menikmati kehadiranMu dalam setiap peristiwa hidup kami; malahan paculah kami untuk selalu berani menguduskan diri kami di hadapanMu dan sesama, sebab memang hanya jiwa yang suci dan murni akan selalu dapat menikmati pelbagai anugerahMu, bukan hanya sebatas kepemilikan diri, melainkan benar-benar menggunakannya dalam membangun dan menghidupkan GerejaMu.

Santo Paulus Miki, doakanlah kami agar kami tak enggan-engganya menikmati kehadiran sang Anak Manusia dalam setiap kegiatan kami. Amin.






Contemplatio :

'Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka'.

Tentunya Yesus tidak akan heran dengan kita, bila kita melaksanakan kehendakNya dan selalu bersyukur atas segala kasih karuniaNya yang diberikan kepada kita.











Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening