Rabu dalam Pekan Prapaskah I, 20 Februari 2013


Yun 3: 1-10  +  Mzm 51  +  Luk 11: 29-32





Lectio:

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.  Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!".




Meditatio :

'Kepada angkatan jahat ini tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus'.  Penyataan ini jelas bahwa Yesus tidak akan memberi tanda, walau mereka meminta bukti bahwa keselamatan datang di tengah-tengah mereka. Namun di lain pihak, 'Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini', Yesus sendiri menjadi tanda bagi mereka. Sepertinya bertentangan satu dengan yang lain pernyataan itu. Kendati demikian, dapat kita mengerti bahwa Yesus selalu mengadakan banyak mukjizat dan tanda -tanda mengagumkan, bukan dimaksudkan untuk menarik hati banyak orang, tetapi sungguh-sungguh hendak menyelamatkan umatNya. Dia mengadakan segala yang indah, bukan untuk mencari sambutan tepuk tangan dari umatNya, melainkan hendak menunjukkan sungguh bahwa kehendak Allah bagi umatNya adalah selamat.

Ketidakpercayaan umat untuk tidak mau datang dan percaya kepadaNya adalah hal yang mengherankan bagi Yesus (Mrk 6: 6). Kalau ratu Selatan saja mau datang dan mencari Salomo, dan orang-orang Niniwe mau bertobat setelah mendengar pewartaan Yunus, tidaklah demikian orang-orang yang menyebut dirinya dan bangga sebagai bangsa terpilih. Mereka tidak mau mendengarkan, apalagi mencariNya, walau Anak Manusia lebih tinggi dan lebih mulia dari Salomo dan Yunus. Mereka memang pernah datang dan mencari Anak Manusia, tetapi bukan mencari sang Empunya kehidupan, melainkan karena ingin terus dikenyangkan dengan pemberianNya (Yoh 6: 26). Inilah  iman akan mukjizat, dan bukan iman kepada Allah.





Collatio :

Kita bukanlah orang-orang yang bangga secara khusus kepada Salomo atau pun Yunus, melainkan kita bangga dan bersyukur kepada Yesus, Anak Manusia, yang adalah Penyelamat umat manusia. Dia membuat segala- galanya indah adanya, karena memang Dia ingin selalu menggembirakan umat yang dikasihiNya, walau tidak dengan memanjakannya. Dia selalu menyediakan segala sesuatu, karena dunia dan segala isinya adalah milikNya, dan bahkan telah memperbarui dalam karya penebusanNya. Dia memang sungguh agung dan mulia melebihi Salomo dan Yunus.

Namun apakah kita terus-menerus mencari dan mencari Dia? Apakah kita juga tidak seperti orang-orang yang telah dikenyangkan oleh pelbagai anugerahNya, yang seringkali datang bukan untuk mencari Dia melainkan meminta tambahan aneka pemberianNya? Apakah kita juga melebihi orang-orang Niniwe yang begitu taat ketika mendengarkan panggilanNya? Diingatkan oleh Tuhan Yesus secara langsung seringkali lebih sakit, dibanding melalui orang-orang yang diutusNya. Kiranya pengalaman orang-orang Niniwe menjadi pengalaman kita bersama dalam mendengarkan sabda dan kehendakNya. Sebab semuanya dinyatakan hanya demi kebahagiaan dan keselamatan kita.

Angkatan yang jahat meminta tanda, karena mereka tidak percaya kepada Yesus Orang Nazaret ini. Mereka meminta tanda, meminta bukti. Pasti Yesus tidak akan mengabulkan permintaan mereka. Bukan saja Yesus tidak mau memberikan tanda, Anak Manusia pun tidak pernah mau memperkenalkan siapakah DiriNya sesungguhnya, yang  malahan tak jarang Dia melarang siapapun memberitahukan siapakah diriNya. Dia datang bukan untuk membawa tanda, melainkan keselamatan itu sendiri, dan kita seluruh umatNya diminta untuk percaya dan percaya kepadaNya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat tetapi percaya (Mat 20: 29). Kepercayaan adalah pintu gerbang untuk mendapatkan keselamatan.





Oratio :

Ya Tuhan Yesus, Engkau tanda kasih dari Allah Bapa yang menyelamatkan umat manusia. Maka bantulah kami untuk selalu berani mendengarkan Engkau, dan berbalik kepadaMu, sebagaimana diteladankan orang-orang Niniwe.
Yesus Engkau agung dan mulia.





Contemplatio :

Anak Manusia akan menjadi tanda kehadiran Allah.
Yesus adalah Allah yang menjadi Manusia. Dia adalah Allah yang ada di sini.











Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening