Sabtu dalam Pekan Biasa IV, 9 Februari 2013

 
Ibr 13: 15-21  +  Mzm 23  +  Mrk 6: 30-34
 
 
 
Lectio :
Suatu hari rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
 
 
Meditatio :
'Suatu hari rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan'.
Para rasul sepertinya memberi laporan pertanggunganjawab atas tugas yang diberikan kepada mereka. Mereka juga bersyukur kepadaNya, atas kepercayaan yang Dia berikan; dan inilah yang menyemangati mereka melakukan semuanya itu. Mereka mendapatkan kepercayaan dan mereka mempergunakan peluang dan kesempatan itu sebagaimana mestinya. Para murid adalah orang-orang yang bertanggungjawab. Kemudian tentunya mereka juga ber-sharing pengalaman atas peristiwa demi peristiwa yang mereka alami; tugas perutusan satu dan sama, tetapi dalam melaksanakannya pasti ada pelbagai cara pengungkapan, mengingat yang mereka hadapi berbeda yang satu dengan lainnya.
'Lalu Ia berkata kepada mereka: marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!. Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi'.
Yesus tidak menyuruh para muridNya hanya bekerja dan bekerja. Dia meminta para muridNya untuk berani beristirahat, sebab istirahat selain sebagai pemulihan badan, juga jiwa mendapatkan penyegaran, terlebih bila kita mau menggunakan waktu istirahat juga memberi pertanggunganjawab kepada sang Empunya kehidupan. Dia telah memberi, dan Dia telah mengutus, terpujilah Dia untuk selama-lamanya.
Pelayanan adalah pengalaman yang membahagiakan bagi banyak orang. Karena itu, setiap orang berusaha untuk mendapatkannya. Namun  sekali lagi, setiap orang harus berani menyempatkan diri untuk makan dan minum, dan berani beristirahat  di tengah-tengah pelayanan, sebab dalam istirahat memberi kesempatan bagi kita untuk menarik nafas dan menimba kekuatan dari Allah sendiri. Tidak ubahnya, parang yang dipakai untuk menebang kayu harus berani sejenak untuk diasah agar selalu tajam.
'Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka'.
 Dunia yang begitu terbuka membuat sulit bagi seseorang untuk menyembunyikan diri. Itulah  yang dialami oleh Yesus dalam karya pelayananNya. Banyak orang, yang tahu arah tujuan mereka pergi, mencari jalan lain, dan malahan mendahului di tempat yang Yesus tuju. Yesus dikejar banyak orang untuk mendapatkan pelayanan daripadaNya. Kendati begitu, semuanya tidak menyurutkan hati Tuhan, malahan sebaliknya semakin membuka hati Tuhan yang penuh belaskasih. Kebutuhan sebesar apapun yang diperlukan oleh umatNya akan selalu mendapatkan perhatian dari sang Gembala. Inilah beda kita manusia dengan Tuhan. Inilah beda yang insani dan Yang ilahi. Kita mudah dan cenderung capek, karena insani kita yang serba terbatas, tetapi tidaklah demikian dengan Yang ilahi. Semakin banyak orang membutuhkanNya, Dia semakin membuka diri dan memperhatikan mereka. Bagi Tuhan, tidak ada istilah capek atau pun istirahat, karena Dia tidak terikat oleh ruang dan waktu. Segalanya dikerjakanNya sekarang ini.
 
 
 
Collatio :
Istirahat di dalam Allah adalah sebuah istilah yang  mengandaikan adanya kesempatan khusus bagi seseorang untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Seseorang menyediakan waktu istimewa untuk mengadakan komunikasi pribadi dengan Tuhan. Inilah adalah sebuah tradisi rohani yang sungguh-sungguh baik dan luar biasa. Karena pada saat-saat itu, seseorang mencoba membiasakan diri memberi waktu bagi Tuhan, dia bertindak seperti para murid  yang 'memberitahukan kepada-Nya semua yang dia kerjakan dan ajarkan', yang semuanya itu pasti menyenangkan hati Tuhan; dan tentunya akan mendatangkan rahmat kasih yang melimpah dalam dirinya. Itulah yang direnungkan juga dalam surat kepada umat Ibrani. Katanya, 'hendaknya kita  senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya, dan tidak lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah', dan serentak pasti Dia akan 'memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya'. Kemauan diri seseorang untuk memperhatikan Dia semakin mendatangkan berkat dan rahmatNya. Semakin mendatangkan berkat dan rahmatNya, karena memang tanpa jasa baik kita, Dia adalah kasih. Kasih itu memberi dan memberi, tanpa memandang dan menjadikan si penerima kasih sebagai ukuran.
 
 
Collatio :
Ajakan Yesus untuk mengundurkan diri hendaknya berani kita lakukan. Kita harus berani berkata kepada orang-orang yang kita layani, bahwa kita membutuhkan waktu sejenak untuk beristirahat bersama Tuhan Yesus; demikian juga istirahat bersama keluarga dan komunitas. Atau malahan kita yang tidak mau beristirahat sejenak sebagiamana dilakukan orang-orang Gerasa yang menolak kehadiranNya (Mrk 5: 17)?
Barangsiapa tidak bekerja janganlah dia makan (2Tes 3: 10). Orang diajak untuk rajin bekerja guna mengungkapkan kepribadian dan kemandirian hidupnya. Seseorang bekerja menunjukkan bahwa dirinya hidup. Dia mampu menggerakan tangan dan kakinya. Dia mampu menggunakan akal budi dan kehendak bebasnya. Dia menggunakan segala yang dianugerahkan Tuhan pada dirinya.
Parang yang tumpul menghambat seseorang untuk bekerja. Teko pun harus diisi dengan air baru, agar mereka yang haus mendapatkan air segar. Demikian juga setiap orangyang bergairah dalam bekerja, hendaknya berani menyempatkan diri beristirahat bersama Allah.
 
 
Oratio :
Yesus Kristus, Engkau berkuasa atas hidup. Engkau meminta para muird untuk sejenak beristirahat setelah mereka bekerja dan bekerja. Ajarilah kami untuk semakin berani memaknai istirahat dalam setiap langkah hidup kami. Dengan berani istirahat, kami dapat seamkin bersemangat bekerja dan mendapatkan rahmat yang selalu baru daripadaMu.
 
 
Contemplatio :
'Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah'.
Hidup ini tidak bergantung pada banyak hal yang dapat kita buat, melainkan banyaknya kita mengasihi.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening