Senin dalam Pekan Biasa IV, 4 Februari 2013

Ibr 11: 32-40  +  Mzm 31  +  Mrk 5: 1-20

 

 


 

Lectio :

Suatu hari sampailah Yesus bersama para muridNya di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.

Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!" Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak." Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.

Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!" Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.

Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!" Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.

 

 

Meditatio :

Suatu hari sampailah Yesus bersama para muridNya di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.

Ketika ia sudah dekat, berkatalah Yesus dengan suara agak keras: 'hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!'. Mendengar itu, orang itu tidak menjauh, malahan mendekat, berlutut dan menyembah-Nya, tetapi dengan keras ia berteriak: 'apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!'. Dia merunduk dan menyembah, karena merasa tak berdaya di hadapan Yesus. Dia tahu benar siapakah Orang yang dihadapinya itu. Orang itu tahu, bahwa Yesus adalah Allah atas orang hidup dan mati (Rom 14). Dia merasa tak mampu menghadapiNya, bukannya melarikan diri, malahan merunduk dan berserah, dan memohon supaya tidak disiksaNya.

Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: 'siapa namamu?'.  Jawabnya: 'namaku Legion, karena kami banyak'.  Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. Yesus diam saja. Apakah Dia mengijinkan permintaan mereka itu? Apakah Yesus membiarkan orang-orang, yang tinggal di Gerasa ini, diganggu oleh roh-roh jahat? Apakah memang tempat itu hendak dikhususkan sebagai tempat roh-roh jahat? Apa maksudnya mereka ingin tinggal di daerah itu?

'Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!', pinta orang itu, yang tak lain dan tak bukan permintaan dari roh-roh jahat itu. Yesus mengabulkan permintaan mereka. Yesus berkuasa atas roh-roh jahat. Kebetulan di lereng bukit ada sejumlah besar babi sedang mencari makan, lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu;  dan lihatlah, seketika itu juga kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. Roh-roh jahat selalu membinasakan aneka ciptaan. Demikian tentunya nasib orang yang dikuasai, atau bahkan membiarkan roh jahat tinggal dalam dirinya; dia pun akan selalu mengganggu sesamanya. Hidupnya tidak mendapatkan ketenangan, hanya kegelisahan dan kegelisahan menjadi warna hidupnya, yang semuanya itu akan berujung pada kebinasaan.

Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. Mereka semua terdiam dan tak berkata-kata. Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. Mengapa mereka mengusir Yesus? Apakah mereka tidak bangga atas sembuhnya orang yang kerasukan itu? Apakah mereka tidak menginginkan Dia melakukan hal yang lebih indah lagi di daerahnya? Atau memang, mereka takut kehilangan aneka ternak dan perbendaharaan yang mereka miliki, karena kehadiran dan tindakan Yesus di tengah-tengah mereka?

Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: 'pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!'. Yesus mewartakan kabar sukacita atau pun mengadakan aneka mukjizat, bukan untuk mencari pengikut dan mendirikan sebuah komunitas, dan berusaha dilanggengkan. Yesus mewartakan kabar sukacita, agar setiap orang mengetahui dan merasakan bahwa Tuhan itu maha pengasih dan pemurah. Yesus meminta agar setiap orang yang mendapatkan kasih karuniaNya kembali ke tempat di mana dia hidup; aneka karunia yang telah diterima daripadaNya hendaknya menjadi bekal hidup keseharian, dan tidak melakukan yang aneh-aneh.

Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran. Orang itu pun taat dan melakukan apa yang dikehendaki Yesus. Orang itu mengikuti Yesus, bukan sebagai seorang murid, melainkan sebagai seorang pelaksana kehendak Dia yang telah membuat hidupnya lebih baik dan indah. Dia hidup baru sebagai anggota masyarakat.

 

 

 

Collatio :

Ingatlah akan 'Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi, yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing'. Mereka menjadi orang-orang kuat dan sebagai pahlawan yang tak terkalahkan, karena iman kepercayaannya kepada Tuhan. Hanya iman yang membuat mereka mampu melakukan segala yang baik. Beriman berarti menjadikan Tuhan Allah sebagai Penolong dan Pelindung hidup.

Itulah yang dikatakan oleh penulis surat kepada umat Ibrani. Surat itu sekaligus mengajak agar kita mempunyai iman yang seperti mereka. Hidup yang mengandalkan kekuatan dari Tuhan Yesus, sang Empunya kehidupan. Bersama dengan Tuhan Allah, kita dapat melakukan sesuatu yang indah dan luar biasa. Hendaknya kita tidak seperti orang-orang Gerasa, yang tidak membutuhkan kehadiran sang Mesias, dan menolakNya. Mereka lebih sayang akan harta benda yang mereka miliki, daripada kehadiranNya di tengah-tengah mereka. Mungkin orang muda  kaya (Mat 19), yang pernah diajak Yesus untuk mengikutiNya untuk mendapatkan hidup kekal, berasal dari daerah Gerasa. Dia memang mempunyai semangat hidup lebih baik, tetapi menolak Dia yang mampu membuat segalanya baik adanya. Berkeinginan hidup lebih baik, mau tidak mau harus berani menerima Dia, Tuhan Allah.

Menerima Yesus hendaknya menjadi cita-cita hidup kita, dan bukannya buah-buah kehidupan. Semuanya itu akan diberikan, bila kita menerima Dia. Bukanlah ingin menjadi seperti 'Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi' kita hidup, melainkan menerima Dia yang mampu membuat kita seperti 'Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi', yang berjasa bagi sesamanya.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkau berkuasa atas hidup. Ajarilah kami ya Yesus, agar kami berani memilih yang terbaik bagi hiduap kami. Semoga kami haridemi hari berani membuka diri untuk menerima kehadiranMu yang menyelamatkan, dan bukannya hanya memikirkan aneka hal yang memberi kepuasan sesaat saja.

Yesus berkatilah kami selalu.

 

 


Contemplatio :

'Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!'.

Kita diminta menikmati kehadiranNya dalam keseharian hidup kita, sembari memberi kesaksian bahwa Dia memang mengasihi dan memperhatikan kita.

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening