Senin dalam Pekan Biasa V, 11 Februari 2013

Kej 1: 1-19  +  Mzm 104  +  Mrk 6: 53-56

 

 

 

Lectio :

Pada suatu kali Yesus bersama murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

 

 

Meditatio :

'Pada suatu kali Yesus bersama murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus'.

Hari demi hari semakin banyak orang mengenal Yesus. Pengenalan mereka mungkin mendengar dari mulud ke mulud, tetapi tidak dapat disangkal semakin banyak orang mengenalNya. Hanya sayang memang, pengenalan mereka semua sebatas Yesus Orang Nazaret itu berkuasa dalam mengadakan pelbagai mukjizat dan menyembuhkan banyak orang. Dan itulah yang terjadi pada saat itu. 'Aku datang untuk memberitakan Injil' (Mrk 1: 38), penegasan Yesus ini sepertinya kurang diingat oleh orang-orang yang terbiasa hidup konsumtif.

Ketika mereka mengetahui bahwa Yesus datang, 'maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh'. Asal kujamah saja jubahNya, aku  sembuh. Pikiran inilah kiranya hinggap pada diri mereka semua, dan di lain pihak Yesus pun sepertinya tidak terlalu mempersoalkan mereka.

 

 

Collatio :

Allah membuat segala-galanya baik adanya. Itulah yang diceritakan dalam bacaan pertama dari kitab Kejadian. Dia menciptakan segalanya baik adanya (Kej 1: 1-19).

Kini kedatanganNya ke tengah-tengah ke dunia, Yesus juga membuat segala-galanya baik adanya. Allah bersikap dan bertindak seperti itu, karena memang kita umat manusia adalah milikNya. Dia akan menjaga dan merawat umatNya sebaik mungkin. Allah menghendaki semua manusia beroleh selamat, Allah tidak menghendaki seorang milikNya hilang dan binasa.

Keselamatan tidaklah sama dengan kesehatan. Ada orang yang sakit tetapi beroleh keselamatan,  ada orang sehat bugar tetapi tidak menikmati keselamatan. Kesehatan jiwa raga sebatas kenyamanan hidup seseorang di dunia ini, dan itulah diinginkan oleh kebanyakan orang. Namun ada orang yang dibiarkan sakit, karena dalam diri orang itu 'pekerjaan-pekerjaan Allah sungguh-sungguh hendak dinyatakan' (Yoh 9: 30). Allah berkarya secara isitmewa dalam diri mereka. Sebab Allah menyatakan diriNya tidak sebatas pada hal-hal yang mengagumkan dan mempesona hati umatNya, tetapi dari kemuliaan salib Dia menyatakan kemuliaan yang tak terperikan, dan dalam cara itulah Dia juga mengundang banyak orang terlibat di dalamnya.

Pemazmur pernah mengingatkan kita: 'seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa; seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan. Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan' (Mzm 33: 16-17). Keselamatan seseorang tidaklah ditentukan oleh keperkasaan diri melainkan pada karya belaskasih Tuhan. 'Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan' (18-19)

Kiranya pengalaman orang-orang seputuar danau Genesaret memberi pembelajaran bagi kita semua, agar tidak berhenti pada keberolehan kesembuhan daripadaNya, kesehatan jiwa raga, atau anugerah-anugerah lain yang dilimpahkan kepada kita umatNya. Keselamatan hidup hendaknya yang terus menjadi sasaran perjalanan hidup, dan bukan sebatas anugerah-anugerahNya. Sebab keselamatan itu berarti tinggal selalu bersama dengan Dia, mengalami kehadiranNya dalam setiap peristiwa hidup kita, dan menikmati keabadian hidup bersamaNya.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkau menjadikan segala-galanya baik adanya, termasuk dalam diri kami. Ajarilah kami untuk selalu berani memilih karuniaMu yang terindah dalam hidup ini, yakni tinggal dalam kehadiranMu, menikmati keselamatanMu.

Yesus, ingatkanlah kami selalu untuk tidak mudah berhenti pada pelbagai anugerahMu, sebagaimana yang pernah dialami beberapa muridMu di atas gunungMu yang kudus. Amin.


 

 

Contemplatio :

'Semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh'.

Dia membuat segalanya baik adanya. Dia tidak menuntut aneka persyaratan dari mereka semua. Dia menghendaki agar kita selalu mendekati diriNya.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening