Senin dalam Pekan Prapaskah I, 18 Februari 2013

  lm 19: 11-18  +  Mzm 19  +  Mat 25: 31-36
 
 
Lectio :
Pada suatu kali Yesus berkata: "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku".
 
 
Meditatio :
Pada suatu kali Yesus berkata: 'apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya'.
Yesus amat jarang menyebut siapakah diriNya, tetapi Dia sering menyebutkan apa yang dilakukanNya; dan hal inilah yang malahan sering tidak dimengerti oleh banyak orang. Injil hari ini Yesus menyatakan tentang diriNya, bahwa Dia akan datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Siapakah yang datang diiringi oleh para malaikat dalam kemuliaanNya, kalau bukan Tuhan Allah sendiri, sang Empunya kehidupan? Yang mampu memerintahkan para malaikat hanyalah Allah.  Yesus itu sungguh-sungguh Allah yang menjadi Manusia. Allah itu bukan bayangan atau gambaran ilusi manusia. Allah itu sungguh ada. Ia pernah hadir dalam sejarah manusia, dan Dia akan datang kembali untuk kedua kalinya. 'Semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya'. Sekali lagi, hanya Tuhan sang Pencipta alam semesta yang mampu memanggil dan mengumpulkan seluruh bangsa di dunia ini. Semuanya itu akan terjadi di akhir jaman, dan pada saat itulah Anak Manusia menyatakan diri dalam kemuliaanNya.
Apa yang dilakukanNya pada saat itu?
Pada saat itu Anak Manusia 'akan memisahkan mereka yang dikumpulkan seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya'. Dia akan memisahkan satu dengan lainnya. Pemisahan akan segera dilaksanakan, walau sebenarnya bukan karena kemauanNya, melainkan karena kemauan mereka sendiri, umat yang dikasihiNya, yang memang sejak semula perihal keselamatan telah dinyatakan dalam karya pewartaanNya. Keselamatan adalah sebuah pilihan. Keselamatan memang telah diwartakan kepada semua orang tanpa terkecuali, hanya masing-masing orang mau menikmatinya atau tidak. Allah menyediakan dan manusia tinggal menikmatinya. Sepiring nasi telah disiapkan, apakah seseorang mau mengambilnya, menyantap, mengunyah dan menikmatinya? Keselamatan tidak dilemparkan dari atas, tetapi disampaikan dengan penuh hormat di hadapan umat yang dikasihiNya.
Apa yang telah diwartakan, tidak lain dan tidak bukan, adalah sabda dan kehendakNya, dan inilah yang menyelamatkan. Apa yang diwartakan adalah ajaran cinta kasih. Cinta terhadap Dia, sang Empunya kehidupan, dan kepada sesama, yang memang adalah wujud nyata dari kehadiranNya sendiri. Kepada mereka yang melakukan cinta kasih, merekalah yang mendapatkan anugerah keselamatan, merekalah yang diperkenankan tinggal bersamaNya dalam KerajaanNya yang penuh semarak mulia. Mereka yang mendapatkan kemuliaan itu tak ubahnya 'seorang raja yang berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku'.
Mereka melayani Anak Manusia, berarti melayani Dia yang hadir dalam diri sesama, yang ada di sekitar mereka, dan bukan kepada mereka yang jauh di sana. Allah hadir nyata dalam diri sesama kita, dan bukannya mereka yang jauh di sana, yang memang tidak kita temui sehari-hari dan kita tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka. Dia yang dahulu ada di sana, kini mendekatkan diri kepada umatNya, maka kita pun akan dapat menemukan Dia hanya dalam diri orang-orang yang ada di dekat kita, dan bukannya yang berda jauh di sana.
Apakah kita termasuk kawanan domba yang berada di sebelah kananNya?
 
 
Collatio :
Orang-orang yang boleh menikmati Kerajaan Allah bukan mereka yang kerjanya sehari-hari hanya berdoa dan berdoa, melainkan mereka yang berani berdoa dan bekerja, ora et labora. Mereka adalah orang-orang yang mengayati imannya dalam hidup sehari-hari. Mereka bukan saja para pendengar sabda, melainkan juga sekaligus pelaksana-pelaksana sabda dan kehendakNya.
'Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus'. Inilah permintaan Tuhan Allah, sebagaimana dikutip dalam kitab Imamat. Pengudusan diri yang dikehendaki Allah, bukan hanya dengan melakukan doa dan aneka persembahan, melainkan dengan tindakan nyata, yakni dengan berbagi kasih dengan sesama. Berbagi yang dimaksudkan itu, tidak lain dan tidak bukan, sebagaimana dinyatakan yakni:
'Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya.
Janganlah kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu.
Janganlah engkau memeras sesamamu manusia dan janganlah engkau merampas; janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya.
Janganlah kaukutuki orang tuli dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan, tetapi engkau harus takut akan Allahmu.
Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran.
Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia.
Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.
Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri'.
Apa yang dikatakan Raja kepada orang-orang yang berada di sebelah kanan tepat sama dengan apa yang dikatakan dalam kitab Imamat hari ini. Segala yang kita lakukan untuk sesama itu, berarti kita lakukan untuk Dia sendiri. Menemukan kehadiran Tuhan tidaklah berada di takhtaNya yang kudus di sana, melainkan dalam tindakan dan karya sehari-hari. Inilah juga puasa yang dikehendaki Tuhan Allah, seperti yang kita renungkan beberapa hari yang lalu, Jumat 15 Februari.
 
 
Oratio :
Yesus, Engkau mengajak kami untuk sungguh-sungguh mewujudkan iman kami dalam keseharian hidup kami, untuk menemukan Engkau dalam diri sesama kami, sehingga kelak boleh menikmati ganjaran surgawi bersama para kudusMu. Ingatkanlah kami selalu, ya Yesus, dengan terang Roh KudusMu, agar kami tidak mudah membungkus diri hanya aneka doa dan puji-pujian, tetapi jauh dari sesama kami; juga agar kami tidak menjadi orang-orang yang terlambat menyambut, ketika Engkau datang dalam kemuliaan. Amin.
 
 
Contemplatio :
'Dia akan memisahkan bangsa-bangsa yang dikumpulkan seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya'.  
Keselamatan adalah sebuah pilihan.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening