Hari Raya Jumat Agung, 29 Maret 2013

 

Yes 52:13 – 53:12  +  Ibr 4: 14-16; 5: 7-9  +  Yoh 18:1 – 19:42

 

 

 

Lectio :

Saudara dan suadariku, kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.

 

 

Meditatio :

Saudara dan saudariku, kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.

Layak dan pantas seluruh umat beriman bersyukur dan memuji kebaikan Tuhan Allah sang Empunya kehidupan atas Imam Agung yang diutus ke tengah-tengah kita umatNya. Keagungan sungguh luar biasa. Dia  melintasi dan mengatasi semua langit, Dialah Yesus, Anak Allah, yang menjadi manusia, hanya karena cintaNya kepada selruh umat ciptaanNya.

Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Dia tidak berleha-leha di sana dengan segala kekuasaan yang dimilikiNya. Dia malahan 'merendahkan diri, dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib' (Fil 2: 8). Dia Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya. Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.

'Dia datang, tetapi banyak orang tertegun melihat Dia; begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi; demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan'. Itulah gambaran nyata dari sang Empunya kehidupan, yang memang datang ke tengah-tengah umatNya, sebagaimana dilukiskan oleh nabi Yesaya.

 Semuanya itu terungkap dalam sengsara Tuhan kita Yesus Kristus. Dia sungguh-sungguh mempunyai hati kepada umatNya, orang-orang yang dikasihiNya. Yesus adalah seorang Imam besar yang  turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Dia berbelarasa dengan umatNya, orang-orang yang menderita dan tertawan dalam dosa. Dia tahu apa artinya menderita.

Dia mau menerima orang berdosa yang bertobat, tidak seperti Pilatus yang lepas tangan terhadap Yesus, sebaliknya malahan ketika seorang penjahat di sampingNya meminta 'Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja',  dengan tegas Yesus menerimanya:  'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus' (Luk 23: 42). Dia sungguh mau bersaudara dengan semua orang tanpa memandang muka.

Ketaatan dan kesetiaan pada kehendak Bapa yang mengutusNya itulah yang dinyatakan Yesus dengan mengakhiri tugas perutusanNya dengan mengatakan 'selesailah sudah'. Dia tidak menghindar dari segala deraan dan penganiayaan, malahan Dia memberika nyawa menjadi tebusan bagi banyak orang.  Yesus menyelesaikan seluruh tugas yang diembanNya. Yesus sungguh-sungguh Orang yang taat, dan beriman kepada Tuhan Bapa di surga.

Apa yang dapat kita buat?

Kembali sang penulis surat kepada umat Ibrani meminta: 'marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya'. Sebab hanya orang-orang yang berani datang kepadaNya beroleh rahmat dan kasihNya; merekalah orang-orang yang mendapatkan berkatNya.

 

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, sang Imam Agung kami, Engkau penuh kuasa dan mengatasi langit dan bumi. Namun demikian Engkau sungguh-sungguh mempunyai hati terhadap kami. Engkau mengajari kami: bagaimana kami harus semakin berani beriman, bersaudara dan berbelarasa dalam keseharian hidup kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio:

'Selesailah sudah'.

Yesus mengakhiri hidupNya hanya demi keselamatan umat manusia.

 

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening