Hari Raya Santo Yusuf, 19 Maret 2013

2Sam 7: 4-5.12-16  +  Rom 4: 16-22  +  Mat 1: 16.18-21.24

 


 

 

Lectio :

 

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus, dan demikian kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya.


 

 

Meditatio :

 

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Yusuf memberi kepastian yuridis formal kepada Yesus, bahwa Dia adalah keturunan raja Daud. Tak dapat disangkal memang Allah menghendaki akan menumbuhkan Tunas Daud dalam sejarah Israel; dan Allah sang Empunya kehidupan itu memasukkan sang Putera dalam sejarah sang raja Daud melalui Yusuf, seorang yang bersahaja.

Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Mungkin ada beda bahasa dalam teks ini. Mengapa Yusuf harus menceraikan Maria, bukankah mereka belum hidup berumahtangga? Lanjutkan atau tinggalkan saja: dua pilihan yang bisa diambil Yusuf. Namun tindakan yang tidak mau mencemarkan kejelekan orang lain, memang patutlah dipuji dan dihargai. Dalam pergaulan sehari-hari, mungkin kita berhadapan dengan seseorang yang mempunyai kelemahan dan keterbatasan, kekurangan dan bahkan banyak dosa, sangatlah baik, bila kita tidak mengumbar kejelekan orang itu, jika dia sempat mengadakan sesuatu yang tidak mengenakkan terhadap kita. Pengalaman insani Yusuf yang melihat Maria sudah mengandung sebelum mereka hidup berumahtangga amatlah bisa dipahami.

'Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu'. Itulah sapaan malaikat yang memberi jawaban akan keraguan dan kebimbangan Yusuf. Yusuf diminta untuk berani dan rela menerima Maria sebagai isterinya. Maria tidak bersalah, 'sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka'. Apa yang dialami Maria sekarang ini adalah suatu kasih karunia Allah yang mahaluhur dan mulia. Anak yang dikandungnya adalah seorang Penyelamat umat manusia. Yusuf pun diberi kesempatan untuk ambil bagian dalam karya mulia itu dengan menamakan Dia, Anak yang dilahirkan Maria nanti, Yesus, Allah menyelamatkan. Yusuf bukanlah seorang figuran dalam karya penyelamatan, melainkan seorang yang terlibat aktif dalam karya agung dan mulia itu.

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ternyata Yusuf itu seorang yang sungguh-sungguh beriman. Dia percaya akan yang difirmankan Tuhan. Pasti dia tidak mengerti segala yang disabdakan kepadanya, tetapi dia mengamini segala kehendak dan kemauan Tuhan Allah. Dia mengamini sabda dan kehendak Tuhan, bukan dengan kata-kata, melainkan dengan sikap dan tindakan hidupnya. Yusuf  'yakin bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia sabdakan. Imannya inilah yang diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran', sebagaimana direnungkan Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma. Iman Abraham dinikmati juga oleh seorang Yusuf, calon suami Maria.

 

 

 

Collatio :

 

'Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan Dia akan menjadi anak-Ku. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya'.

Janji Tuhan Allah melalui Samuel bahwa Dia akan membangkitkan seorang keturunan Daud yang akan mendirikan rumah bagi Allah. Rumah bagaimana yang dimaksudkan Allah? Tentunya tidak lain lain dan tidak bukan, adalah umatNya yang kudus, yang membiarkan  Allah hadir di tengah-tengah mereka, yang membiarkan diri Allah tinggal di antara mereka, yang membiarkan Allah membangun KerajaanNya yang kudus. Semuanya itu akan terjadi pada saat semua orang membiarkan diri dipimpin oleh Kristus sang Empunya kehidupan. Yesus sungguh-sungguh hadir dalam setiap peristiwa hidup mereka.

Jawaban Yusuf juga pada akhirnya akan menjadi jawaban banyak orang. Yusuf sepertinya menjadi orang kedua setelah Maria dalam berperan menghadirkan Kerajaan Allah di dunia, demikian juga umat beriman dalam karyanya sehari-hari akan mampu menghadirkan Kristus dalam aneka peristiwa kehidupan. Umat beriman sebagai kaum kecil, yang mungkin sering tidak diperhitungkan, ternyata banyak berperanserta dalam pembangunan masyarakat. Berkat peran Yusuf, seorang Yesus tersurat dalam sejarah dunia, demikian orang-orang yang mengikuti Kristus akan menampakkan kehadiran sang Empunya kehidupan dalam kehidupan nyata.

 


 

Oratio :

 

Yesus, Engkau berasal dari Bapa, Sumber kebenaran dan hidup. Engkau datang ke dunia dan menjadi sama seperti kami. Buatlah kami, ya Yesus, siap sedia menerima kehadiranMu yang menyelamatkan itu, sehingga pada akhirnya kami menjadi tanda kehadiranMu sendiri yang nyata dalam hidup ini.

Santo Yusuf, doakanlah kami. Amin.

  

 

 

Contemplatio :

 

'Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya'.

Inilah iman dalam perbuatan.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening