Jumat dalam Pekan Prapaskah IV, 15 Maret 2013


Keb 2: 12-22  +  Mzm 34  +  Yoh 7: 1-2.10.25-30


 

 

 

Lectio :

 

Suatu hari sesudah Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. Tibalah sudah hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun, saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.

Beberapa orang Yerusalem yang melihatNya berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?  Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya."

Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku." Mendengar semuanya itu. mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.


 

 

Meditatio :

 

Suatu hari sesudah Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. Tibalah sudah hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun, saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.

Yesus tidak muncul terang-terangan di depan umum. Apakah Dia takut terhadap orang-orang yang melawanNya? Sepertinya Yesus tidak ingin mati sia-sia, mati yang tidak dikehendaki Allah. Yesus hanya ingin menyerahkan nyawaNya, sebagaimana yang dikehendaki Allah Bapa yang mengutusNya. Sebab memang Yesus tahu benar yang akan terjadi pada diriNya (Mat 16: 21), yang semuanya akan dipersembahkan kepada Bapa di surga demi keselamatan umat manusia. Dia datang memang sesuai dengan perutusan dan kehendak Bapa sendiri.

'Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?  Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya'. Banyak orang ternyata sudah tahu, bahwa Yesus masuk dalam DPO (daftar pencarian orang), yang dikeluarkan oleh para tua-tua bangsa Yahudi, dan bukannya oleh masyarakat luas. Mereka semua tidak mempersoalkan kehadiran Yesus, yang sering di luar daya kemampuan mereka untuk mengertiNya; malahan banyak orang kagum kepadaNya. Mereka para tua-tua bangsa merasa kuwalahan (kesulitan) untuk mencari alasan: bagaimana hendak membinasakan Dia, sebab banyak orang menganggap Dia seorang Nabi. Keinginan kaum elite seringkali berlawanan dengan keinginan masyarakat, walau tak jarang mereka sering menggunakan masyarakat kaum kecil untuk kepentingan diri komunitas sendiri.

'Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya'. Mereka semua hanya mempersoalkan asal usulNya. Bukankah Kristus itu harus berasal dari Betlehem (Mat 2: 2-7), dan bukannya dari Nazaret? (Mat 2: 23). Mereka tidak menangkap proses sejarah keselamatan. Mesias itu berasal dari Atas, dan bukannya dari keluarga yang berdomisili di Nazaret. Adakah sesuatu yng indah dari Nazaret?

'Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku'. Yesus menanggapi mereka dengan jujur; darimanakah Dia berasal, dan Siapakah yang mengutusNya. Secara terang-terangan, malahan Yesus menunjukkan keakraban diri dengan sang Bapa yang mengutusNya. Pengenalan Yesus akan  Bapa dianggap oleh banyak orang sebagai sikap dan tindakan yang menghojat Allah, yakni menyamakan diri dengan Allah (Yoh 5: 18). Semakin banyak orang yang  marah terhadapNya. Mendengar semuanya itu, mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba. Perlawanan mereka sepertinya direstui dan diketahui oleh Allah, tetapi bukan seturut kemauan manusia, melainkan karena kemauan Allah sendiri yang ingin menyelamatkan umatNya.


 

 

Collatio :

 

Karena angan-angannya tidak tepat, 'sesatlah mereka, mereka dibutakan oleh kejahatan diri sendiri. Mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni'. Semuanya itu terjadi karena mereka mengukur segala sesuatu dengan ukuran diri sendiri. Mereka hendak membinasakan orang-orang benar, sebagaimana dikatakan dalam Kitab Kebijaksanaan tadi, karena orang-orang bertindak tidak sesuai dengan keinginan mereka. Orang-orang benar, malahan menjadi sasaran pelampiasan kemarahan mereka.

Segala sesuatu di luar diri kita, mempunyai keberadaannya sendiri-sendiri, dan tidak seperti keberadaan diri kita. Itulah yang sering tidak dipahami banyak orang. Segala sesuatu yang terjadi di luar diri kita harus bergerak dan berjalan sesuai dengan kemauan kita. Itulah seringkali kemauan kita.

Itulah yang dialami juga oleh Yesus Kristus. Dia diincar oleh orang-orang yang ada di sekitarNya, karena memang Dia sering bertindak yang tidak sesuai dengan gambaran dan bayangan mereka. Mereka tidak ingin melihat Yesus Kristus apa adaNya. Mereka sangat-sangat ingin Yesus sang Mesias itu sama seperti gambaran dan cita-cita mereka.

 

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, ajarilah kami mampu melihat Engkau apa adaNya. Engkau, yang hadir dalam diri sesama, seringkali menjadi kesulitan kami dalam mengenal Engkau. Karena semuanya kami ukur berdasarkan kemauan kami, dan malahan banyak orang bertindak tidak sepaham dan sependapat dengan kami.

Yesus, bantulah kami dalam mengenal Engkau. Amin.

  

 


Contemplatio :

 

'Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal'.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening