Jumat dalam Pekan Prapaskah V, 22 Maret 2013

Yer 20: 10-13  +  Mzm 18  +  Yoh 10: 31-42


 

 

 

Lectio :

Suatu kali orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?" Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."

Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah -- sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan --, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."

Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka. Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ. Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar." Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

 

 

Meditatio :

'Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah'.

Inilah persoalan yang dihadapi oleh orang-orang Yahudi  dalam menanggapi Yesus, Orang Nazaret. Mereka tidak segan-segan mengambil batu untuk melempari Yesus. Mereka hanya mampu mengakui bahwa segala perbuatan yang dilakukan Yesus itu sebatas sebagai perbuatan baik yang penuh belaskasih, dan bukanlah pekerjaan baik yang berasal dari Bapa yang diperlihatkan Yesus kepada mereka. Pekerjaan yang dilakukan Yesus adalah pekerjaan-pekerjaan Bapa, tetapi mereka, orang-orang Yahudi, malahan melihat sikap dan tindakan Yesus ini sebagai sikap yang menyamakan diri dengan Allah. Inilah penghojatan manusia terhadap Allah.

'Tertulis dalam kitab Taurat: kamu adalah allah, ­karena kamu mendengarkan sabda Allah. Kamu pun adalah umat Allah, karena kamu adalah milik Allah, kamu adalah bangsa pilihan Allah. Kalau kamu saja disebut allah, apalagi Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia. Dialah Allah yang menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah umatNya; dan Dia pun datang hanya untuk melaksanakan kehendak Bapa. 'Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa'. Anak dan Bapa adalah satu (Yoh 10: 30).

Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.

'Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar'. Yesus, yang membuat segala-galanya baik adanya, mendapat perhatian banyak orang; bahkan 'banyak orang percaya kepada-Nya'.

 

 

 

Collatio :

'Aku telah mendengar bisikan banyak orang: kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!'.

Menjadi kekhasan bagi orang-orang yang mewartakan kabar sukacita Allah, yakni perlawanan dan perlawanan. Amatlah jarang orang-orang yang mewartakan kabar sukacita beroleh balas budi kebaikan. Tidak dapat disangkal, pasti Tuhan memberikan rahmat dan berkatNya, tetapi kiranya keberanian untuk menghdapi tantangan dalam mewartakan sabdaNya harus tetap menjadi modal utama dalam perjuangan hidupnya. Sebab pewartaan sabda itu tidak ubahnya seekor domba yang pergi ke tengah-tengah serigala (Mat 10: 16).

Sebaliknya, 'TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan! Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku', harus tetap menjadi kekuatan setiap orang untuk berjuang. Iman akan membuat segala-galanya indah adanya. Iman yang satu dan sama itu pula yang mengkondisikan setiap orang berani berbuat baik, sebagaimana dilakukan Yesus sendiri yang membuat segala-galanya indah adanya. Iman memungkinkan setiap orang menjadi anak-anak Allah, karena memang iman mengarahkan setiap orang untuk bersikap dan bertindak seperti Allah sendiri.

'Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat'.

Amin. Amin.

 

 

Oratio :

Ya Yesus, semoga Engkau semakin menguat iman kepercayaan kami kepadaMu, sebab seringkali kami ini putus asa, bila menghadapi aneka tantangan; tak jarang orang-orang yang ada di sekitar kami yang melawan dan menantang kami.. Kami ingin setiap orang berbuat baik seperti kami, dan itu tidak kami dapatkan, dan kami patah semangat.

Yesus teguhkanlah iman dan harapan kami. Amin.

 


 

Contemplatio :

'Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka'.

Dia datang untuk menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi banyak orang, dan bukannnya dibinasakan.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening