Kamis dalam Pekan Prapaskah III, 7 Maret 2013


Yer 7: 23-28  +  Mzm 95  +  Luk 11: 14-23

 


 

 

Lectio :

Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan." Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.

Tetapi Yesus meng

etahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.

Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."

 

 

Meditatio :

'Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya'.

Semua orang terheran-heran akan perbuatan Yesus. Sebuah tindakan yang menghebohkan, karena Yesus mempunyai kemampuan yang luar biasa hebatnya, yakni mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan; setan itu keluar, dan orang bisu itu dapat berkata-kata.

Ada yang heran, ada pula yang meragukan kehebatanNya. 'Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan', komentar banyak orang. Malahan ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Mereka bukan saja tidak percaya akan kemampuan Yesus, malahan melawan dan menantangNya.

'Jikalau iblis itu terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?', tegas Yesus, bukankah banyak iblis sekarang ini juga mempelajari ilmu manegemen perusahaan?  Mereka tahu benar akan perhitungan matematis untuk merobohkan lawannya.

'Jika Aku mengusir setan dengan kuasa beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya?'. Yesus orang saleh dan suci. Dia seorang Guru dituduh berkolaborasi dengan penghulu setan, apalagi tentunya mereka yang selalu berpikiran dan bertindak jahat.

'Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu', tegas Yesus. Yang mampu mengalahkan kuasa kegelapan pastilah kuasa yang mengatasi kehidupan dan kematian. Dan memang sungguh benar: Allah mengalahkan segala-galanya. Dia datang, bagaikan  'seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata yang menyerang dan mengalahkannya, yang merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya'. Kuasa kegelapan memang jauh lebih rendah kuasanya daripada kuasa Kerajaan Allah, tetapi dia terus melawan dan melawan. Dia berada jauh di bawah Allah, tetapi tidak bersama dengan Dia. Itulah yang ditegaskan Yesus: 'siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan'.

Bagaimana mengatasi keengganan kita bersama dengan Dia selalu? Bukankah bersama dengan sang Mempelai laki-laki, sahabat-sahabat Mempelai laki-laki mengalami sukacita selalu? (Mat 9: 15).

 

 

Collatio :

 'Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!'.

Inilah kehendak Tuhan yang menginginkan umatNya selamat. 'Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus', tambahNya. Mungkin egois sepertinya Tuhan Allah kita ini, tetapi tak disangkal bahwasannya keselamatan itu hanya ada pada Dia. Tidak ada Allah selain Dikau, ya Tuhan.

Hanya sayangnya, tidak gayung bersambut. 'sebab mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya. Mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka'. Mereka pun tak segan-segan lagi terhadap sang Empunya kehidupan untuk bersekongkol dengan kuasa kegelapan, sebagaimana yang dihadapi Yesus dalam Injil di atas. Kembali, semuanya mengingatkan kita bahwa keselamatan itu memang sungguh-sungguh sebuah pilihan. Allah memanggil dan memanggil, bukan untuk mendapatkan kepuasan diri, sebagai Yang kuasa, melainkan karena Dia mencintai umatNya.

'Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka'. Begitulah komentar Tuhan Allah terhadap orang-orang yang dikasihiNya. Allah benar-benar merindukan umatNya. Dia menghendaki, agar di mana Dia berada, kita pun ada bersamaNya (Yoh 14: 3).

Apa penyataan itu akan dikenakan Yesus juga kepada kita? 'Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan'. Keputusan telah dinyatakan Tuhan, tetapi ada baiknya kita nikmati pengakuan Yesus, bahwasannya kita adalah sahabat-sahabatNya. Bersama dengan sang Mempelai laki-laki, sahabat-sahabat Mempelai laki-laki akan selalu mengalami sukacita.


 

 

Oratio :

Yesus, Engkau menunjukkan diri siapakah Engkau, Engkau berkuasa atas hidup ini.

Ajarilah kami juga semakin hari semakin berani mengakui kehadiranMu dalam diri sesama kami, terlebih bila kami berjumpa dengan mereka yang lebih unggul dan berjasa dalam hidup bersama. Bantulah kami, ya Yesus, untuk semakin berani mengakui kehebatan sesama kami,  Amin.


 

 

Contemplatio :

'Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan'.

Kami ingin selalu bersamaMu, bahkan juga dalam kebersamaan hidup dengan sesama.

 

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening