Kamis dalam Pekan Suci, 28 Maret 2013


Yes 61: 1-9  +  Why 1: 5-8   +  Luk 4: 16-21


 

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."


 

 

Meditatio :

Suatu hari Yesus datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kenapa pada hari itu Yesus datang ke Nazaret? Apakah ada rencana tertentu? Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya untuk dibacakanNya. Kenapa Dia diminta membacakan kitab suci? Apakah semua orang sudah mengenal bahwa Dia, Anak Yusuf ini memang handal dalam membaca kitab suci? Kenapa kitab Yesaya yang diberikan (bab 61)? Apakah pada waktu itu sudah ada penanggalan liturgi?

Yesus mendapatkan teks Yesaya, dan sekarang Dia mengenakan semua itu pada diriNya. 'Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku'. Pengurapan terhadap seseorang adalah tanda nyata penyertaan Allah. Dia mendapatkan tugas perutusan. 'Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan' (Mat 3: 16-17), kiranya dapat menjadi titik tolak pemahaman kita akan tugas perutusan yang diterima Yesus. Allah Bapa berkenan mengutus Dia yang telah diurapiNya, Roh Allah sendiri datang dan menaungi Dia, sebagaimana ditampakkan dalam burung merpati. Bapa tidak mengutus orang lain, Dia mengutus sang Putera tunggal.

Yesus menyatakan sungguh-sungguh tugas perutusanNya. Dia diutus 'untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin', karena memang orang-orang seperti merekalah yang menantikan kabar sukacita, mereka mempunyai keinginan kuat untuk hidup lebih baik dan nyaman; tidaklah demikian bagi orang-orang yang merasa dirinya mapan dan telah berkecukupan; mereka tidak membutuhkan apa-apa lagi.  'Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan',  sebab orang-orang yang tertawan adalah mereka yang tidak merasakan kebebasan diri.  Mereka merasa terkekang dan ditenggelamkan, sehingga tidak mampu memandang dan menikmati segala yang indah dan mendatangkan keselamatan. Mungkin mereka bisa tertawa dan berpesta pora, tetapi hatinya jauh dari sukacita. Demikian juga  mereka yang buta dan  yang tertindas; mereka buta dan tidak lagi mampu membedakan perihal satu dengan lainnya, semuanya gelap dan tidak ada yang lain; mereka tertindas, karena mamang tidak mendapatkan sukacita dan penghiburan, beban jiwa semakin hari semakin bertambah berat.

Dia yang yang meraja telah datang; keselamatan telah dibawaNya, dan itu sudah bisa dinikmati oleh oleh setiap yang ambil bagian. Itulah yang diberitakan Yesus, itulah tahun rahmat Tuhan yang telah datang. Inilah saat yang dijanjikanNya; sekarang ini dan bukan esok, di sini dan bukannya di sana. 'Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya'. Setiap kali sabda disampaikan, terjadilah kehendak dan kemauan Tuhan.


 

 

Collatio :

Yesus tidak hanya mengutip begitu saja apa yang menjadi tugas perutusan Yesaya, malahan dalam karya pewartaanNya Yesus semakin mengkonkritkan tugas-tugasNya itu. Berkat kematian dan kebangkitanNya dari antara orang mati, Dia 'berkuasa atas raja-raja bumi ini', dan mengangkat yang hina dina. 'Dia mengasihi kita dan melepaskan kita dari kuasa dosa kita, membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya'. Semuanya dikonkritkan dan diterjemahkan secara nyata dalam karya pelayananNya.

Itulah segala kasih karunia indah yang dilimpahkan Tuhan kepada seluruh umatNya, kepada kita semua. Dia yang 'adalah Alfa dan Omega' menyapa kita umatNya, yang terikat ruang dan waktu ini, yang semuanya dilakukan bukan sekedar pemberian yang disampaikan begitu saja, melainkan Dia memberikan diri, memberikan nyawa menjadi tebusan bagi umatNya. Semuanya diberikan secara cuma-cuma, tetapi semua orang diminta untuk berani menerimanya dengan tangan terbuka. Keberanian diri dengan membuka tangan kosong, seseorang akan dapat menikmati kasih karuniaNya.

Tugas perutusan inilah, yang juga dijabarkan Gereja dalam karya pelayanannya. Para imam, yang secara khusus ambil bagian melalui tugas penggembalaan iammat seorang Uskup, pada hari ini membaharui janji imamatnya di hadapan Uskup, yang mana mereka semua diingatkan akan tugas pelayanan sakramental, yang kiranya harus menjadi perhatian utama. Tugas seorang imam, yang adalah alter-christo, haruslah ditampakkan senyara nyata dalam pelayanan sakramen; dia harus menguduskan umat yang dikasihi Allah dengan mempersembahkan kurban persembahan Paskah Kristus di altar yang kudus; dia harus mewartakan sabda dan kehendak Allah, yang menyelamatkan itu, dan sekaligus menggembalakan umat yang dipercayakan kepadanya.

Hari ini para imam kita membaharui janji imamatnya sebagai tanda ketaatan dan kesetiaan mereka dalam tugas perutusan yang diberikan Kristus. Hari ini juga kita diigatkan untuk berani selalu mendoakan para imam gembala kita, agar semakin hari mereka semakin menghayati tugas panggilannya sebagai alter christo,  sehingga berkat pengabdian mereka, semakin banyak orang memuji dan memuliakan Tuhan Allah Bapa di surga (Mat 5: 16), dan seluruh umat mampu menampakkan GerejaNya yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Kita bersyukur kepada Tuhan sang Empunya kehidupan yang memberikan anugerah istimewa kepada mereka; kita syukuri segala anugerah mereka, sembari mendoakan mereka agar mereka dengan setia menikmati karunia imamat yang indah itu. Kesetiaan mereka dalam menikmati karunia imamat mendatangkan hujan rahmat bagi GerejaNya.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkau telah mengundang para imamMu ambil bagian dalam tugas perutusanMu yang menguduskan, mewartakan dan menggembalakan umat. Semoga Engkau semakin melimpahkan berkat dan rahmat Roh KudusMu dalam hati mereka, sehingga kami pun semakin mampu merasakan bahwa Engkau ada di tengah-tengah kami.

Hiburlah secara istimewa mereka yang telah  berusia,  demikian juga mereka yang berkarya di daerah pedalaman, jauh dari keramaian kota. Semoga Engkau sendiri menjadi sukacita mereka. Amin.

 

 

 

Contemplatio:

'Aku diutus untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, yang tertawan, yang buta dan yang tertindas, serta memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang'.

 

 

 








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening