Sabtu dalam Pekan Prapaskah IV, 16 Maret 2013


Yer 11: 18-20  +  Mzm 7  +  Yoh 7: 40-53



 

 

 

Lectio :

 

Suatu hari beberapa orang, yang mendengarkan perkataan-perkataanNya itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang." Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal." Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.

Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya. Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?" Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!" Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!"

Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka: "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?" Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea." Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,

 

 

Meditatio :

 

'Timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Yesus'.

Pertentangan pun terjadi di antara orang-orang, termasuk mereka yang kagum dan bangga terhadap Yesus. 'Dia ini benar-benar nabi yang akan datang', kata seorang. Yang lain berkata: 'Ia ini Mesias'.   Mesias? Mana mungkin, Mesias datang dari Galilea? Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal (Mat 2: 2-7), dan bukannya dari Nazaret, di Galilea (Mat 2: 23).  Mereka bertentangan satu sama lain hanya soal asal usul, mereka tidak menyinggung soal pengajaranNya.

 Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya, maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi;  mereka malahan menegur para penjaga, katanya: 'mengapa kamu tidak membawa-Nya?'. Jawab penjaga-penjaga itu: 'belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!'. Para penjaga pun kagum terhadap Yesus, dan memang mereka pun tidak berani berlawanan dengan kehendak banyak orang yang mengagung-agungkan Dia. Mereka tidak mau tindakan mereka menjadi kontra produktif dalam menghadapi masyarakat.

'Adakah kamu juga disesatkan?', ­sahut orang-orang Farisi. 'Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi?', sehingga kalian mengikutiNya? Mengapa kalian mendahului para tua-tua bangsa dalam mengikuti Dia? Mereka itu adalah orang-orang yang tahu banyak tentang Kitab Suci, mengapa kalian mendahului mereka? Sedangkan,'orang banyak ini, masyarakat bawah ini, tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!'.

'Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?, tanya Nikodemus. Dia mempersoalkan kebenaran sikap dan tindakan Yesus. 'Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea', sahut orang-orang Farisi, yang memang hanya mempersoalkan asal usul Yesus, Mesias yang memang tidak berasal dari Betlehem itu.

 

 

Collatio :

 

Aku dulu seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih, aku tidak tahu bahwa mereka mengadakan persepakatan jahat terhadap aku: 'marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!'.

Inilah pengalaman pahit dari Yeremia dalam menghadapi orang-orang sejamannya, yang memang mendapatkan karya pengkabaran dari dirinya. Dia merasa telah banyak berbuat baik, tetapi tidak mendapatkan senyuman balasan. 'TUHAN semesta alam, yang menghakimi dengan adil, yang menguji batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku', doa Yeremia bagi mereka.

Apakah Yesus juga berdoa demikian?

'Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat' (Luk 23: 34). Itulah doa Yesus bagi orang-orang yang melawan diriNya. Bukankah Yesus sendiri mengajak setiap orang untuk  'mengasihi musuh dan berdoa bagi mereka yang menganiaya' (Mat 5: 44), dan bukakah Yesus juga tidak menghendaki seorang pun orang-orang yang dikasihiNya itu hilang dan binasa(Yoh 3: 16)?

 

 

Oratio :

 

Yesus, bantulah kami dalam mengenal Engkau. Amin.

  

 

Contemplatio :

 

'Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening