Senin dalam Pekan Prapaskah V, 18 Maret 2013


Dan 13: 41-62  +  Mzm 23  +  Yoh 8: 12-20


 

 

 

Lectio :

 

Suatu hari Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."


Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar." Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorang pun, dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku. Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah; Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku."


Maka kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Bapa-Mu?" Jawab Yesus: "Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku." Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorang pun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.

 

 

 

Meditatio :

 

'Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup', sabda Yesus. Yesus berkata demikian karena memang Dialah sang Empunya kehidupan. Dia mengundang setiap orang berani menerima keselamatan, bukan saja keselamatan kelak di akhir jaman, melainkan sekarang ini dan di sini, tempat sekarang ini kita menarik nafas. Orang-orang yang menyatukan hidupnya dalam kasih Kristus akan menjadi berkat bagi sesama, dia akan mempunyai terang hidup, yang menyinari setiap orang; dia tak ubahnya 'minum air yang akan diberikan olehNya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya, dan air yang akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal' (Yoh 4: 14), dan dengan demikian hidupnya sendiri merasakan damai dan sukacita.


'Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar', sahut mereka semua. Bukankah Engkau sendiri pernah berkata: 'kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar' (Yoh 5: 31)? Yesus, janganlah Engkau menjadi pembohong! Janganlah Engkau menipu diri dan menipu kami! Kenapa sekarang Engkau menyangkal perkataanMu sendiri?


Dengan jujur, akhirnya Yesus mengakui:'memang Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi'. Semuanya itu dikatakan Yesus bukannya untuk membela diri. Dia memberi kesaksian seperti itu, pertama, karena memang Dia berasal dari Bapa Sang Kebenaran. Malahan Dialah sang Kebenaran yang menjadi Manusia. Yesus Tuhan adalah kebenaran sejati (Yoh 14: 9; 17: 17), sehingga barangsiapa yang percaya kepadaNya, imannya diperhitungkan sebagai kebenaran (Rom 4: 3.5). Kedua, Yesus memberikan kesaksian tentang diriNya, karena memang pekerjaan yang dilakukanNya selama ini 'memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku'  (Yoh 5: 36), lagi pula  'Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku', sebab 'Aku dan Bapa adalah satu' (Yoh 10: 30); maka  'sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku'.

 

 

 

Collatio :

 

Kesaksian memang amatlah penting dalam membuktikan sebuah kebenaran. Namun tak dapat disangkal, banyak kesaksian sekarang ini yang diarahkan untuk kepentingan tertentu. Kebenaran disampaikan berdasarkan pesan-pesan sponsor. Banyak kesaksian bukan untuk mencari kebenaran, melainkan untuk mendapatkan pembenaran diri. Kesaksian dari kedua orang Israel guna menjatuhkan Suzanna, sama-sama anak bangsa telah terjadi, sebagaimana diceritakan dalam kitab Daniel (bab 13). Mereka berdua, bukannya mencari kebenaran, melainkan untuk mendapatkan pembenaran dan kenyamanan diri. Mereka dengan ringan tangan menjadi sesamanya sebagai kurban, dan dirinya mendapatkan kenyamanan dan kepuasan. Namun semuanya ini tidak berkenan kepada Tuhan. Allah membalik kebusukan orang-orang yang dikasihi melalui kehadiran seorang Daniel.

Yesus hari ini memberikan kesaksian tentang diriNya. Dia adalah sang Kebenaran sejati. Hari ini juga mengingatkan barangsiapa percaya dan hidup selalu bersama dengan Dia, sang Kebenaran, akan selalu mewartakan kebenaran hidup, tetapi sebaliknya 'barangsiapa berkata: aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran' (1Yoh 2: 4).

 

 


Oratio :

 

Yesus, Engkau berasal dari Bapa, Sumber kebenaran dan hidup. Buatlah hari demi hari kami semakin mengimani Engkau. Kuasailah kami dengan terang kasihMu, agar kami pun siap sedia menjadi saksi-saksi kebenaran yang menyelamatkan. Amin.

  

 

 

Contemplatio :

 

'Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup'.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening