Jumat dalam Pekan Paskah III, 19 April 2013


Kis 9: 1-20  +  Mzm 117  +  Yoh 6: 52-59

 

 

 

 

Lectio :

Sehabis Yesus menyatakan bhawa Dia hendak memberikan tubuhNya. orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."

Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."

Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

 

 

Meditatio :

'Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia'.

Penyataan Yesus inilah yang membuat heboh orang-orang yang mendengarkanNya. 'Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan'. Heboh karena penyataan Yesus sungguh-sungguh sulit masuk di akal. Dia akan memberikan dagingNya, dan kita harus memakanNya? Bagaimana kita harus makan daging manusia?

'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus, 'sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman'. Makan daging dan minum darahNya adalah kewajiban bagi setiap orang yang ingin beroleh keselamatan. Bagaimana dengan yang tidak percaya kepadaNya? Tuhan Allah akan atur semuanya itu. Kiranya kita yang sudah tahu dan diberi kesempatan, maka baiklah kita berani menikmatiNya. Ajakan Yesus ini, bukan untuk kepentinganNya, melainkan untuk keinginan hidup kita sendiri yang menghendaki keselamatan. Makan daging dan minum darahNya adalah syarat mutlak untuk beroleh kehidupan kekal.

'Daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman', tegas Yesus menghilangkan keragu-raguan. 'Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku'. Yesus memberi jaminan sungguh kepada orang-orang yang merindukan keselamatan. Sebab dengan menikmati roti yang diberikanNya ini, yakni tubuh dan darahNya, berarti seseorang menerima kehadiranNya secara nyata. Roti yang diberikan sunggguh-sungguh Roti kehidupan dan keselamatan, bukan sekedar makanan dan minuman yang seperti kita nikmati dalam perjalanan hidup ini, 'bukan pula seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati', tegas Yesus kepada mereka. 'Daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman'.

Yesus, yang memberikan jaminan keselamatan berkat tubuh dan darahNya inilah, yang memberanikan santo Pius menegaskan bahwa Ekaristi adalah jalan singkat dalam menuju surga. Sebab dalam perayaan Ekaristi kita beroleh kepenuhan rahmat. Kita boleh mendengarkan sabdaNya, dan kita boleh menerima tubuh dan darahNya, yang memang juga adalah peristiwa sabda.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, teguhkanlah iman kepercayaan kami kepadaMu, agar kami semakin percayaMu dan siap sedia memanggul salib kehidupan.  Amin.


 

 Contemplatio:

'Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia'.

 

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening