Kamis dalam Oktaf Paskah, 4 April 2013


Kis 3: 11-26  +  Mzm 8  +  Luk 24: 35-48

 

 

Lectio :

Malam itu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.

Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."

Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.

 

 

Meditatio :

Malam itu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. Makan bersama membuka mata masing-masing orang semakin mengenal sesama. Demikian dalam perayaan Ekaristi, kita akan mampu mengenal satu sama lain dan semakin terasa satu hati, yang sama-sama mempunyai panggilan yang satu dan sama, karena makan dan minum dari satu sumber yang sama, yakni Tubuh dan Darah Kristus. Lebih dari itu, kita pun semakin mengenal dan bersatu dengan sang Pemberi makanan dan minuman, yakni Yesus Kristus sendiri.

Sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: 'damai sejahtera bagi kamu!'.  Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Mengapa kedua murid yang baru datang dari Emaus berdiam diri dan tidak menyapa balik Yesus yang hidup, bukankah mereka baru saja berjumpa denganNya? Apakah mereka sudah lupa? Mengapa murid yang dikasihiNya juga berdiam diri? Demikian juga mengapa Petrus tidak mengeluarkan suara sedikitpun, bukankah dia seorang yang amat spontan dan mau memberikan nyawa demi sang Guru (Yoh 13: 37)?

'Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku', kata Yesus sambil memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Luka-luka Yesus akan menjadi bukti nyata, bahwa Dia adalah  Orang yang disalibkan beberapa hari lalu. Apakah tubuh Yesus waktu menampakkan diri dalam keadaan segar bugar, seperti orang yang baru saja mandi, atau bau amis penuh luka? Sepertinya segar bugar TubuhNya, sehingga tidak dikenali sungguh oleh kedua murid yang menuju Emaus.

Ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: 'adakah padamu makanan di sini?'. Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Dia memang Yesus Orang Nazaret yang beberapa hari lalu disalibkan. Dia hidup kembali dan ada di tengah-tengah umatNya. Inilah tubuh kebangkitan. Dia tidak terikat ruang dan waktu lagi, tetapi dia masih bisa diraba dan disentuh. Dia masih menginjakkan kedua kakinya di bumi ini.  

Lalu Yesus membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: 'ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini'. Inilah kabar sukacita dan sekaligus tugas perutusan mulia yang diterima para murid. Mereka dimungkinkan untuk mengerti dan paham akan Kitab Suci, yang memang selama ini mereka tidak memahaminya sedikit pun, malahan kepada mereka pun Yesus harus berbicara dalam perumpamaan. Baru sekarang inilah Allah mengintervensi pikiran dan budi para muridNya untuk mewartakan kabar keselamatan kepada seluruh umat manusia. Mereka diutus menjadi  saksi-saksi keselamatan, bahwasannya Allah menghendaki semua orang beroleh keselamatan dalam nama Yesus Kristus.

 

 

Collatio :

Janji keselamatan dalam Yesus itulah yang diwartakan oleh Petrus secara tegas. 'Karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua'. Dengan gencar dan lantang lantang dia mewartakannya.

Bagaimana dengan kita yang memang sudah memasuki jaman pluralis, dan didukung dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang melejit? Tentunya cara berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Petrus, tetapi tidak dapat disangkal kita masing-masing harus menyatakan pengenalan kita kepada Yesus dalam hidup sehari-hari. Aku mengenal Kristus, harus diucapkan dalam setiap karya dan pergaulan kita sehari-hari.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, Engkau telah bangkit dari alam maut karena cintaMu kepada kami. Semoga kami semakin hari semakin mengerti apa yang menjadi kehendakMu bagi kami; dan siap sedia membawa damai bagi sesama. Amin.

 


 

Contemplatio:

'Damai sejahtera bagi kamu!'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening