Kamis dalam Pekan Paskah II, 11 April 2013


Kis 5: 27-33  +  Mzm 34  +  Yoh 3: 31-36

 

 

 

 

Lectio :

Yohanes Pembaptis berkata:  'siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu. Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar. Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

 

 

Meditatio :

'Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya'.  Sebuah penyataan yang amat umum dan kiranya dapat dimengerti banyak orang. Situasi dan kondisi seseorang berada amat mempengaruhi cara berkata dan gaya pergaulannya. Seorang berada di daerah pantai, dia pasti banyak tahu tentang gelombang dan pasang surut air lautan; demikian gaya bicara dan  pergaulan mereka berbeda jauh dengan mereka yang tinggal di daerah perbukitan. Demikian Dia yang berasal dari atas pasti berbeda dengan dia yang berasal dari bawah.

Yesus Kristus Tuhan berasal dari atas, berasal dari surga, berasal dari Bapa. Pasti dan tentunya Dia berkata-kata tentang surga di mana Dia selama ini berada dan tentang Bapa yang mengutusNya. Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya. Dia yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Yesus berkuasa penuh atas sabda Allah, karena memang Dia adalah Allah yang secara sengaja menjadi manusia; maka  barangsiapa menerima kesaksian-Nya berarti dia mengaku bahwa Allah itu benar; dan itu terbukti dalam pengajaranNya banyak orang sungguh-sungguh merasakan kekuasaan dan kewibawaanNya (Luk 4: 36). 'Namun sayangnya dan tak dapat disangkal, ada orang-orang yang tidak menerima kesaksian-Nya itu'. Inilah hidup. Yesus pun tahu akan kenyataan orang-orang yang dilayaniNya. Namun semuanya itu tidak menghentikan Dia untuk terus mencinta dan mencinta. Cinta Allah tidak dibatasi kualitas orang-orang yang mau mendengarkan dan melakukan perintah-perintahNya.

'Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya'. Inilah janji keselamatan Allah yang disampaikan melalui Yohanes Pembaptis yang memberi kesaksian tentang Yesus sang Penyelamat. Janji itu telah dipenuhiNya dengan Paskah, kematian dan kebangkitanNya yang menebus seluruh umat manusia. Yesus Tuhan hanya meminta kemauan setiap orang untuk menerima program keselamtan itu, tetapi Allah tidak pernah memaksakan kehendakNya; tetapi sebaliknya ketaatan seseorang kepada sang Anak Manusia akan membawa dia menikmati kehidupan kekal.

 

 

Collatio :

Ketaatan yang diminta oleh Allah itulah yang dinyatakan para rasul dalam karya pelayanan mereka.  Ketika mereka terang-terangan dilarang oleh sang penguasa negeri untuk berhenti mewartakan keselamatan, dengan tegas mereka menjawab: 'kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia'.

Mereka memang para pemberani dalam mewartakan kabar keselamatan. Mereka tahu mana yang baik dan mana yang mendatangkan keselamatan, dan bukannya keamanan diri.

Apakah kita harus bersikap dan bertindak seperti mereka? Ya harus memang! Namun tak dapat disangkal, kita berada di kolam mana. Lain lubuk lain ikannya. Itulah kiranya yang menjadi pedoman kita dalam mewartakan kabar sukacita. Bahasa kita, yang terbiasa terjun dalam dunia nelayan, hendaknya tidak kita pakai dalam dunia perkebunan, agar komunikasi dapat berjalan dengan lancar dan partisipatif. Bahasa kita orang Tapanuli tidaklah pas kalau kita gunakan di daerah Bondowoso, tempat kita orang punya pelayanan; terlebih dengan dunia yang makin lama makin majemuk mengundang kita untuk semakin bijak untuk melakukan segala

Yesus mengundang kita untuk mewartakan kabar sukacita dengan penuh kebijaksanaan, yakni memanfaatkan kehendak  hati dan akal budi, yang disertai dengan terang Roh KudusNya.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, bantulah kami selalu dalam mewartakan sabda dan kehendakMu, karena kami mudah putus asa dalam mewartakan sabda dan kehendakMu, sebab tak jarang kami menyukur semua orang dan situasi keberadaan mereka sesuai dengan gambaran dan keinginan kami. Kami jarang dan enggan mengerti keberadaan mereka yang kami ajak bicara dan kami layani.

Yesus, terangilah kami dengan Roh kebijaksanaanMu. Amin

 

 

 

 

 Contemplatio:

 

'Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening