Kamis dalam Pekan Paskah III, 18 April 2013


Kis 8: 26-40  +  Mzm 66  +  Yoh 6: 44-51

 

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus berata kepada mereka: "Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."


 

Meditatio :

'Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi'.

Inilah penyataan Yesus kemarin, bahwa setiap orang yang datang kepadaNya tidak akan lapar lagi. Namun hari ini Dia juga menegaskan: 'tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman'.  Di satu pihak, setiap orang diundang untuk datang kepadaNya, tetapi di lain pihak dikatakan, bahwa seseorang dapat datang kepada Dia, hanya karena ditarik sendiri oleh Bapa. Bagaimana ini semua? Bagaimana bila seseorang tidak merasa ditarik oleh Bapa di surga, padahal dia berkeinginan menikmati keselamatan?

Setiap orang memang selalu mempunyai kecenderungan untuk menikmati hidup yang lebih baik, untuk selalu kembali kepada Dia yang menciptakan, mengingat setiap orang diciptakan serupa denganNya; dan terlebih lagi mereka yang mengenal kebenaran berkat pengajaran Bapa, sebagaimana tertulis dalam kitab nabi-nabi, bahwa 'setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku'. Berkat pengajaran Bapa, semakin banyak orang akan datang kepada Yesus Tuhan untuk mendapatkan keselamatan, mendapatkan hidup kekal; karena memang hanya kepadaNyalah Bapa berkenan.

Adakah orang-orang yang tidak ditarik oleh Bapa, sehingga tidak mampu percaya dan datang kepada anak manusia? Tidak ada. Sebab Allah sendiri menghendaki agar tak seorang pun umatNya binasa. Allah menghendaki semua orang beroleh selamat. Kiranya penyataan Yesus tadi hanya menunjukkan betapa besar kasih Allah untuk menyelamatkan seluruh umatNya; dan memang itulah yang akhirnya ditindaklanjutiNya ketika Dia ditinggikan dari bumi, dan Dia sendiri mengatakan: 'Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku' (Yoh 12: 32).

'Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa', tegas Yesus. Mereka bukannya melihat dan berjumpa dahulu dengan Bapa, baru kemudian berjumpa dengan Anak. Allah Bapa mengundang dan mengundang mereka, dan melimpahkan rahmat dan berkatNya, sehingga semakin memungkinkan setiap orang menikmati kehadiran sang Putera. Sebab memang bagaimana mungkin seseorang dapat melihat Bapa di surga yang tak kelihatan, sedangkan Dia sendiri yang ada di tengah-tengah umatNya tidak dilihatNya? (bdk Yoh 4: 20). Allah selalu mengajar umat yang dikasihiNya melalui para nabi dan hakim yang diutusNya (Ibr 1: 1).

'Akulah roti hidup. Inilah roti yang turun dari sorga: barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia', tegas Yesus. Jawaban Yesus hendak menegaskan antara yang fana dan baka. Israel memang bangga akan apa yang telah dikerjakan oleh Musa, walau memang bukan Musa yang memberikannya, melainkan Bapa, tetapi Israel diingatkan bahwa hanya roti yang dibawa sendiri oleh Allah yang mampu memberikan keselamatan; malahan roti itu tidak dibawaNya saja, malahan roti yang dimaksudkanNya adalah Tubuh dan DarahNya sendiri, yang memang dikorbankan menjadi tebusan bagi Allah. Paskah mengingatkan pemberian terindah yang dilakukukan oleh Allah terhadap umatNya, orang-orang yang dikasihiNya. Paskah mengajak kita untuk setia menikmati Roti hidup yang turun dari surga itu.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, teguhkanlah iman kepercayaan kami kepadaMu, agar kami semakin percayaMu dan siap sedia memanggul salib kehidupan.  Amin.

 


 Contemplatio:

'Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening