Minggu dalam Pekan Paskah III, 14 April 2013

Kis 5: 27-32  +  Why 5: 11-14  +  Yoh 21: 1-14

 

 

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.

Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.

Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.

Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

 

 

Meditatio :

Suatu hari Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: 'aku pergi menangkap ikan'.  Kata mereka kepadanya: 'kami pergi juga dengan engkau'. Kenapa mereka mengikuti Petrus? Apakah mereka sudah merasakan sungguh bahwa Petrus adalah seorang yang dituakan di antara mereka? Apakah mereka sungguh-sungguh memandang Petrus sebagai pemimpin dari komunitas mereka? Apakah pemberitahuan Petrus mereka anggap sebagai suatu ajakan?

Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Inilah tantangan hidup dalam berkomunitas. Mereka bekerja bersama-sama, tetapi mereka tidak mendapatkan apa-apa. Tak jarang alam menghalangi banyak orang dalam menggalang persaudaraan. Itulah hidup.

Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Inilah kenyataan hidup para murid yang tidak mengenal sang Guru, walau Yesus baru saja menampakkan diri dua kali berturut-turut kepada mereka, yakni berkaitan dengan kehadiran Tomas. Mengapa mereka tidak sampai mengenal Orang yang mereka mencintai? Bukankah Yesus juga baru saja 'menghembusi mereka dengan Roh KudusNya?' (Yoh 20: 22). Mereka menerima sesuatu yang indah, tetapi tidak mampu berkata-kata.

'Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?', sapa Yesus kepada para muridNya. 'Tidak ada', sahut mereka. Di satu pihak mereka dikatakan tadi tidak mengenal siapa Orang yang mereka jumpai, tetapi ketika disapa olehNya, mereka menjawabNya juga.

'Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh', pinta Yesus kepada mereka, dan mereka melakukannya juga; dan sungguh 'mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan'. Mereka mengalami mukjizat yang luar biasa. Mereka mengalami suatu peristiwa yang amat indah dan luar biasa. Yesus membuat segala-galanya baik adanya, dan sepertinya  hanya murid yang dikasihi Yesus  dapat merasakan kehadiranNya dengan berkata kepada Petrus: 'itu Tuhan'. Murid yang dikasihi Yesus ini benar-benar mempunyai kepekaan hati dan ketajaman jiwa. Sebab 'setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang' (Yak 1: 17).

'Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu', pinta Yesus.  Mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti, semua sudah tersedia apa adanya. Yesus mempersiapkan segala-galanya dengan baik. Yesus penuh pengertian dan perhatian terhadap para muridNya, terhadap kita semua.

Ikan-ikan yang mereka tangkap sebanyak seratus lima puluh tiga ekor itu , sepertinya melambangkan bangsa-bangsa dunia, yang mendengarkan pewartaan sabdaNya dan merindukan sabdaNya.

'Marilah dan sarapanlah', Yesus menyapa mereka dan melayani para muridNya. Dia mengundang dan mengundang kita, umatNya, untuk berani datang dan menikmati aneka pemberianNya.

 


 

Collatio :

'Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa; dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia'.

Petrus mengungkapkan keindahan dari sebuah ketaatan kepada Allah. Ketaatan kepadaNyalah harus diutamakan dari yang lain.  Injil hari ini pun menyatakan ketaatan yang dialami oleh para murid. 'Kami pergi juga dengan engkau' adalah ungkapan kemunitas para rasul terhadap seorang Petrus, yang memang olehNya Yesus pernah menegaskan bahwa 'di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya' (Mat 16: 18).  Kedua, menebarkan jala, sebagaimana permintaan seorang yang tidak mereka kenal, 'tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh'.

Ketaatan amatlah penting dalam perkembangan hidup. Para murid dapat menikmati yang indah dan menyenangkan, yakni mendapatkan banyak ikan, karena ketaatan mereka kepadaYesus Tuhan. Ketaatan mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya benar-benar mendatangkan berkat dan rahmat; walau tak dapat disangkal ketaatan menuntut keberserahan diri. Para murid yang lebih pandai dalam menjala ikan, karena memang mereka adalah nelayan, membiarkan diri diperintah oleh sang Empunya kehidupan. Mereka lebih pandai memang dalam bidang penangkapan ikan, sebaliknya Tuhan adalah sang Empu dan Penguasa atas kehidupan ini.

Ketaatan pun  tak jarang menguji seseorang dalam menghadapi kenyataan. Kami ikut engkau, kata para murid kepada Petrus; tetapi kenyataan mereka tidak mendapatkan suatu apapun malam itu. Tentunya semuanya ini di luar perkiraan dan kemampuan mereka. Namun kiranya ketidakberhasilan mereka memberi pembelajaran bahwasannya segala usaha mereka akan berdayaguna dan mendatangkan hasil, bila disatukan dalam karya belaskasih Tuhan. Tanpa Tuhan, kita umatNya tak banyak daya melakukan segala hal, tetapi sebeliknya dalam Tuhan, kita dapat melakukan segala yang baik dan indah.

'Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia'. Penyataan Petrus kiranya meneguhkan kita untuk selalu berani memilih yang terindah dalam hidup ini. Terlebih dalam Paskah ini, kita hendaknya tetap setia kepada Dia sang Empunya kehiduapan, sebab memang 'telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa'.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, rahmatilah kami dengan RohMu, agar kami selalu siap sedia mengamini kehendakMu, dan mentaati segala sabdaMu,  sebab sabdaMu menyelamatkan kami; dan buatlah kami juga peka akan kehadiranMu dalam setiap peristiwa hidup ini.

  

 

 Contemplatio:

          'Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh'.

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening