Minggu dalam Pekan Paskah IV, 21 April 2013


Kis 13: 43-52  +  Why 7: 14-17  +  Yoh 10: 27-30

 

 

 

 

Lectio :

Yesus bersabda: 'domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu'.

 

 

Meditatio :

'Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka', tegas Yesus. Yesus menunjukkan relasiNya dengan orang-orang yang mendengarkan diriNya itu, bagaikan domba dan gembala. Ada relasi kepemimpinan yang menyelamatkan. Domba dipakai dalam gambaran ini, karena memang bentuk peternakan yang amat menghasilkan adalah pemeliharaan domba. Mengapa tidak yang lain?  Kuldi atau onta?  Sekali lagi itulah pilihan yang terbaik, dibanding bentuk pemeliharaan ternak lainnya.

Domba akan selalu mendengarkan suara sang gembala yang mendampinginya, karena dialah yang mereka lihat, dialah yang mengarahkan dan menjaga mereka, dan juga suara sang gembala yang selalu mereka dengar. Bila terjadi percampuran aneka kawanan domba, sang gembala dengan mudah dapat memisahkan kawanan satu dengan lainnya berkat suara sang gembala yang diperdengarkan mereka. Dan secara istimemwa, sang Gembala agung mengenal suara orang-orang yang digembalakanNya. Suara dan sabdaNya diperdengarkan kepada  umatNya, maka 'mereka mengikut Aku'.

'Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka'.  Yesus bukan saja menjaga dan melindungi domba-dombaNya, melainkan juga mengarahkan setiap orang kepada hidup kekal, hidup bersamaNya di surga, yang semuanya dilakukan berkat kematian dan kebangkitanNya dari alam maut. Paskah adalah puncak pelayanan Yesus dalam menggembalakan domba-dombaNya. Dengan hidup kekal, mereka memang akan tetap mengalami kematian, sebagaimana kodrat insani ciptaan, tetapi 'mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya'.   Itulah yang ditegaskan Yesus juga kepada Marta yang percaya akan kebangkitan, 'Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya' (Yoh 11: 25-26).

'Seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku, sebab Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku', apalagi merebut dari tangan Bapa, yang lebih besar dari siapa pun. Mereka tidak dapat merebut daripadaKu, karena 'Aku dan Bapa adalah satu'. Inilah penegasan Yesus, yang kiranya akan selalu sulit kita mengerti. Tidak ada kuasa apapun, dan tidak ada seorang pun, yang mampu merebut orang-orang yang dikasihi dari sang Empunya kehidupan. Allah tidak membiarkan mereka direbut, karena memang Allah menghendaki semua orang, tanpa terkecuali, beroleh selamat. Namun tak dapat disangkal, Allah sepertinya tidak berkuasa memaksa orang-orang yang mencari kepuasan diri, yang  'lebih menyukai kegelapan dari pada terang' (Yoh 3: 19), yang memang pada akhirnya terpaksa terjadi pemisahan secara tegas antara kawanan domba dan kambing (Mat 25: 31-46).

 

 

Collatio :

Kita semua adalah domba-domba kesayangan dari sang Gembala agung, karena memang kita adalah orang-orang yang mendengarkan suaraNya, kita adalah orang-orang yang mengikuti Dia, dan mau mendapatkan perlindunganNya. Kita termasuk mereka, orang-orang  yang 'sebelumnya tidak mengenal Allah, tetapi kini mereka memuliakan firman Tuhan, yakni semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal', sebagaimana diceritakan dalam Kisah para Rasul. Kita semua menjadi ahli-ahli waris surga, karena kepercayaan kita kepada Kristus Yesus sang Gembala agung.

Tugas kita sekarang ini adalah menikmati penggembalaan sang Gembala agung, yang memang telah menyerahkan nyawa demi keselamatan domba-dombaNya. Kita telah diijinkan ambil bagian dalam keselamatanNya, maka baiklah kita nikmati. Janganlah karena kelalaian dan kemalasan kita, membuat ucapan Paulus dan Barnabas yang mengatakan: 'memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain. Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi', dikenakan juga kepada kita. Janganlah teguran itu disampaikan kepada kita, karena kita tidak mau menikmati pemberian dan kasih karuniaNya.

Sebaliknya, jika kita setia menikmati penggembalaanNya, bahkan kita berani memanggul salib, menyangkal diri dan mengikuti Dia, kita akan mendapatkan banyak berkatNya. Kita akan digabungkan dengan 'mereka orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan yang telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Mereka yang berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Mereka yang tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan; dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka'.  Sungguh indah dan membahagiakan menikmati penggembalaanNya.

Menikmati kehendak Allah yang menyelamatkan umatNya berarti kita mengikuti kemauan dan panggilan sang Empunya kehidupan. Hari ini adalah hari Minggu panggilan, kita semua diingatkan  akan panggilan kita kepada kekudusan, sesuai dengan tugas keseharian kita masing-masing.  Secara istimewa memang Gereja mengingatkan, agar kita juga berani menaruh perhatian kepada para imam dan calon imam, agar penggembalaan umat, yang terus-menerus membutuhkan pelayanan yang memadai, dapat terpenuhi dengan semakin banyaknya orang untuk bekerja di ladang Tuhan sebagai imam, gembala umat beriman. Secara mendesak, kita lebih memfokuskan perhatian kepada para calon imam, karena selain kita menghendaki semakin banyaknya imam, juga karena karya penggembalaan lebih menjadi tanggunjawab mereka daripada lainnya.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, tumbuhkembangkanlah para calon imam di antara keluarga-keluarga kami, sebab kami memang mengharapakan peransertaMu, ya Yesus, untuk menjamah dan menyentuh mereka. Panggilah mereka, ya Yesus, dari tengah-tengah keluarga kami. Engkau pasti tahu siapakah di antara keluarga kami yang rela menjadi gembala-gelmbala umatMu

Kami juga berdoa bagi para imam kami yang bekerja di daerah pedalaman, yang jauh dari keramaian. Semoga Engkau sendiri menjadi sukacita bagi mereka, melalui saudara dan saudari kami yang siap mengulurkan tangan membantu mereka.  Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku, sebab Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening