Pesta Santo Markus, sang Penginjil, 25 April 2013

1Pet 5: 5-14  +  Mzm 89  +  Mrk 16: 15-20

 

 

 

 

Lectio :

Pada suatu kali Yesus berkata kepada mereka, para muridNya: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

 

 

Meditatio :

'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk'.

Inilah penyataan Yesus, bahwa semua orang harus mendengarkan sabda dan kehendak-Nya. Sabda dan kehendak-Nya harus diperdengarkan kepada seluruh ciptaan-Nya, agar setiap orang yang mendengarkan sabda dan mengamininya beroleh keselamatan.  'Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum'. Kepercayaan mendapatkan tempat sebagai persyaratan utama, dan bukannya baptisan, untuk beroleh keselamatan. Sebab memang percaya berarti keberserahan diri kepada sabda kehendak Tuhan Allah sang Empunya kehidupan.

'Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh'. Inilah yang sulit di mengerti oleh banyak orang sekarang ini. Kami sudah percaya tetapi mengapa tidak beroleh kekuatan seperti yang di sabdakan-Nya? Apakah memang sabda-Nya itu secara istimewa hanya diberikan kepada orang-orang Gereja perdana, yang memang amat membutuhkan perhatian secara istimewa? Atau kepercayaan seseorang hanya dapat diukur dan diuji kebenarannya, bila seseorang mempunyai segala karunia yang diberikan Tuhan kepadanya? Kiranya semakin kita mengerti bahwasanya iman kepercayaan seseorang tidaklah bergantung pada banyaknya karunia yang diterima seseorang, sebab tak jarang mereka memiliki iman yang tangguh, karena mereka telah mempunyai pengalaman yang indah dan luar biasa dalam malam gelap, yang dilaluinya. Abraham telah melalui malam gelap kehidupannya, dan imannya itu yang pada akhirnya diperhitungkan Tuhan sebagai kebenaran (Kej 15: 6).

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.  Pesan Yesus tadi adalah pesan perutusan, karena memang setelah berkata demikian, Dia meninggalkan para murid dan bertakhta di surga, di mana sebelumnya Dia berada. Dia sang Empunya kehidupan turun ke dunia menjadi manusia, dan menyerahkan nyawa-Nya menjadi tebusan keselamatan bagi seluruh umat-Nya. Karena itu, kepercayaan menjadi syarat utama bagi setiap orang dalam menikmati keselamatan, karena Dia yang membuka diri dan mengundang setiap orang untuk beroleh selamat, hanya membutuhkan jawaban kita untuk mengamininya, sebagai tanda kesediaan untuk menikmati keselamatan itu.

Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.  Tuhan tidak hanya menugaskan para murid-Nya melainkan juga medampingi-Nya. Tuhan Yesus adalah Allah yang bertanggungjawab.

 

 

 

Collatio :

'Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh'.

Petrus yang selalu kritis dalam pewartaannya, tidak pernah mempersoalkan apa yang disampaikan Markus dalam Injil yang ditulisnya. Tanda-tanda, yang disebut Yesus sendiri, yang akan menyertai orang-orang percaya, sungguh-sungguh di mengerti Petrus sebagai kasih karunia pemberian Allah sendiri, tetapi semua itu tidak menjadi ukuran kasih sayang Allah kepada umat-Nya. Kasih Allah tidak sebatas pada karunia-karunia yang dilimpahkan kepada umat-Nya. Sebaliknya Petrus mengingatkan, berkat iman kepada sang Empunya kehidupan, banyak orang yang percaya kepada-Nya, dengan setia memanggul salib kehidupan dalam aneka peristiwa konkrit. Petrus dalam suratnya yang pertama mengingatkan: 'Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil setiap orang  dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan umatNya, sesudah mereka menderita seketika lamanya. Dialah yang Empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin' (bab 5).

Kasih karunia yang dimiliki seseorang tidaklah menunjukkan betapa teguh iman kepercayaan yang dimilikinya, sebaliknya salib kehidupan yang dipanggul seseorang menunjukkan keteguhan dan kekokohan orang dalam menghadapi kenyataan hidup sehari-hari.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, bantulah kami dalam memanggul salib kehidupan kami, sebab tak jarang kami ini hanya ingin mencari rejeki dan pemberian-Mu, kami enggan dan malas menerima salib kehidupan ini.

Santo Markus, doakanlah kami, orang-orang yang ingin mendengarkan sabda Tuhan kami Yesus Kristus. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya'.

 

 








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening