Rabu dalam Pekan Paskah II, 10 April 2013


Kis 5: 17-26  +  Mzm 34  +  Yoh 3: 16-21

 

 

 

 

Lectio :

Yesus berkata 'karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."

 

 

Meditatio :

'Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah'.

Penyataan Yesus ini sungguh-sungguh menegaskan bahwa Allah mengutus anakNya yang tunggal hanya karena kasih, dan bukan yang lain. Dia mengutus AnakNya, yang tidak lain dan tidak bukan, bahwa Dia mengutus diriNya sendiri, karena memang Anak ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Anak (Yoh 10: 30.38). Dia mengutus Anaknya hanya demi keselamatan umat manusia, dan bukannya mencari nama dan kepuasan diri. Bapa mengutus AnakNya yang tunggal, karena memang hanya Dialah sang Empunya kehidupan, dan hanya Allah yang mampu menyelamatkan manusia. Karena itu, Allah tidak enggan-enggan meminta dan meminta setiap orang untuk datang kepadaNya guna mendapatkan keselamatan. Penolakan terhadap Allah berarti penolakan terhadap keselamatan.

Bagaimana dengan mereka yang tidak percaya akan Anak Tunggal Allah, tetapi mereka percaya dengan sepenuh hati akan Allah yang mahakuasa? Tuhan Allah atur segalanya. Allah itu kasih. Yang pasti mereka juga beroleh selamat. Walau tak dapat disangkal bahwa semua orang  diselamatkan oleh Yesus Kristus, Putera tunggal Bapa yang memang telah menebus seluruh umat manusia; dan tidak ada orang sampai kepada Bapa, tanpa melalui Dia (14: 6).

Sesungguhnya ketidakpercayaan orang-orang yang tidak beroleh keselamatan, bukannya terarah kepada Anak Tunggal Allah, melainkan karena ketertarikan mereka sendiri kepada kegelapan, yang memberi kesempatan dan peluang untuk melakukan yang jahat. Kegelapan menjadi pilihan mereka, karena mereka bermaksud bersembunyi dari Allah dalam melakukan kejahatannya. Padahal tidak ada yang tersembunyi di hadapan mata Dia, sang Empunya kehidupan (bdk. Mzm 139). Maka Yesus pun menegaskan: 'inilah hukuman itu: terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah'.

 

 

 

Collatio :

 

Kebenaran memang selalu akan dihadang oleh ketidakbenaran, yang tak jarang mereka akan bermain kuasa dan kekerasan. Kisah para Rasul hari ini menceritakan hal ini. Karya pelayanan para Rasul dihentikan oleh Imam Besar dan orang-orang dari mazhab Saduki, yang bertindak karena iri hati, bahkan mereka dimasukkan dalam penjara. Mereka yang pada akhirnya dikeluarkan dari penjara  oleh para malaikat guna tetap memberitakan firman Tuhan, masih harus ditangkap kembali untuk kedua kalinya; dan itulah yang terus-menerus berlanjut dan berlanjut.

Bersikap dan bertindak baik memang tidak mampu memaksa orang lain untuk membalasnya dengan kebaikan dan sukacita. Mungkin kita akan merasa lelah, jengkel dan marah, bila kita selalu menerapkan rumusan bahwasannya orang yang telah berbuat baik dan melayani sesama akan mendapatkan penghormatan, senyuman dan rasa terima kasih dari orang-orang yang dilayaninya. Kiranya prinsip cinta kasih yang memberi dan memberi tetap menjadi dasar dan konsep bagi setiap orang dalam karya pelayanan. 'Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal'. Inilah konsep kasih Allah yang memberi dan memberi. Allah pun tidak memaksa orang untuk menjawabNya; sebaliknya, karena kemauan orang yang menyenangi kegelapan untuk berbuat jahat, akan menjauhkan diri mereka sendiri dari keselamatan.

 

 

 

Oratio :

 

Yesus, teguhkanlah kami untuk selalu setia dalam berbasuh kaki dengan sesama kami. Kami mohon kepadaMu, karena kami tak jarang marah dan putus asa, bila pelayanan kami tidak mendapatkan sambutan sebagaimana mestinya. Saya telah berbuat baik, maka mereka pun harus berbuat baik bagi saya, inilah yang sering kami paksakan dalam kebersamaan hidup.

Yesus bantulah kami selalu. Amin

  

 

 

 Contemplatio:

 

'Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal'.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening