Rabu dalam Pekan Paskah III, 17 April 2013

Kis 8: 1-8  +  Mzm 66  +  Yoh 6: 35-40

 

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus berata kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.

Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

 

 

Meditatio :

'Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi'.

Penyataan Yesus ini menegaskan bahwa Dia sungguh-sungguh hendak memberikan diriNya kepada setiap orang menjadi santapan agar mereka mendapatkan kelegaan. Kelegaaan hidup, karena memang setiap orang yang berani datang kepadaNya tidak akan digelisahkan dengan makanan dan minuman. Semuanya dilakukanNya, bukan karena kemauan diri sendiri, melainkan karena kehendak Bapa. 'Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku'.  Bila demikian amat mudahlah tugas perutusan Yesus yang diberikan Bapa kepadaNya; bukan seluruh umat manusia adalah umat milik kepunyaanNya? Bukankah Dia itu sang Pencipta? Bukankah Yesus sendiri, menngakui, bahwa 'semua telah diberikan Bapa kepadaNya, dan barangsiapa datang kepadaNya, ia tidak akan dibuang'. Benar, tetapi tidak dapat disangkal, Yesus merasakan kedegilan hati orang-orang yang dikasihiNya. Karena itu, Yesus menegaskan tadi:  'Aku telah berkata kepadamu: sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya'.

Apa yang dikehendaki Allah dengan mengutus AnakNya yang tunggal? Yesus menerangkan kepada mereka semua: 'inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku, yakni entah mereka yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya, jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman'. Percaya kepada Kristus benar-benar mendatangkan keselamatan. Bersyukurlah mereka yang dapat melihat Tuhan Yesus, tetapi anugerah yang satu dan sama itu diperoleh juga oleh mereka yang percaya kepadaNya; dan itulah yang pernah dinyatakan Yesus sendiri: 'berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya' (Yoh 20: 29).

 


Collatio :

Mereka yang percaya memang  tidak akan hilang dan akan dibangkitkan pada akhir zaman', tetapi tidak dapat disangkal setiap tetap harus siap sedia menerima kenyataan hidup, sebagaimana dialami Gereja perdana, di mana 'Saulus terus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara'. Tantangan demi tantangan semakin banyak datang dan merintangi mereka. Kemuliaan dan keselamatan bukannya meniadakan jalan salib kehidupan yang memang harus dialami oleh banyak orang, dan itulah yang dilakukan Yesus sendiri dalam mencapai kemuliaan Paskah.  Paskah malahan mengingatkan kita akan kemuliaan melalui jalan salib Kristus.


 

Oratio :

Yesus Kristus, teguhkanlah iman kepercayaan kami kepadaMu, agar kami semakin percayaMu dan siap sedia memanggul salib kehidupan.  Amin.

 


 Contemplatio:

'Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening