Rabu dalam Pekan Paskah IV, 24 April 2013

Kis 12:24 – 13: 5  +  Mzm 67  +  Yoh 12: 44-50

 

 

 

 

Lectio :

Pada suatu kali Yesus berseru, kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."

 

 

Meditatio :

'Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku'.

Penegasan Yesus sungguh-sungguh meyakinkan semua orang bahwa Dia datang, bukan atas kehendakNya sendiri, melainkan kehendak Bapa di surga yang mengutusNya. Dia datang hanya untuk melakukan kehendak sang Empunya kehidupan. Sabda dan kehendakNya yang menyelamatkan inilah, yang disampaikan kepada seluruh umat manusia. Kehendak Tuhan Bapa di surga inilah yang sulit dimengerti oleh orang-orang pada jaman itu, dan inilah  yang membuat gelisah dan bahkan jengkel banyak orang. Yesus sendiri selalu dan hanya memperhatikan kehendak Bapa di surga, daripada kemauan orang-orang di sekitarNya yang memang hanya ingin mencari kepuasan diri.

Karena Aku hanya melakukan kehendak Bapa, dan 'Aku dan Bapa adalah satu' (Yoh 10: 30), maka 'barangsiapa percaya dan melihat kepada-Ku, ia bukan percaya dan melihat kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku'. Itulah juga yang pernah dikatakan Yesus kepada Filipus: 'barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa' (Yoh 14: 9). Kehadiran Yesus adalah kehadiran Allah Bapa, karena memang Dialah Allah yang menjadi mnausia.

'Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan'. Tinggal dalam Yesus berarti tinggal dalam terang, sebaliknya tinggal dalam kegelapan berarti tinggal dalam ketidak-adaan Allah, yang bukan Allah, yang bukan terang, yakni kegelapan yang berkuasa, atau kuasa kegelapan, yakni dosa. Percaya kepada Kristus yang datang ke dunia berarti membebaskan setiap orang dari kuasa dosa dan maut.

'Jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman'.  Kiranya konkritnya dapat kita mengerti dengan perumpamaan kawanan domba dan kambing (Mat 25: 31-46), sebagaimana dinyatakan Yesus tentang akhir jaman. Mereka yang tidak mau percaya dan tidak melaksanakan kehendak dan kemauan sang Empunya kehidupan berarti memang secara sadar membiarkan diri tercebur dalam kebinasaan.

 

 

Oratio :

Yesus, buatlah kami semakin mengenal Engkau. Mengenal Engkau dalam setiap peristiwa hidup kami, yang memang Engkau sendiri hadir secara tersembunyi. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan'.

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening