Rabu dalam Pekan Paskah V, 1 Mei 2013


Kis 15: 1-6   +  Mzm 122  +  Yoh 15: 1-8

 

 

 

Lectio :

Pada suatu kali Yesus berseru, kata-Nya: "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku".

 

 

Meditatio :

'Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya'. Penegasan Yesus tentang siapakah diriNya, bukan dengan menyebut namaNya, melainkan tugas perutusan dan peranNya di tengah-tengah umat beriman, orang-orang yang dikasihiNya. Dia sebagai Pokok Anggur, dan Bapa sebagai PengusahaNya.  Bapa adalah sang Pemilik Pokok Anggur. Keberadaan sang Pokok Anggur ditentukan oleh sang Pemilik.  

'Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah'. Ini adalah kemauan sang Pemilik Anggur, yang menghendaki buah, yang dihasilkan sungguh-sungguh melimpah. Pokok Anggur diadakan, agar menghasilkan banyak buah, sebab memang keberhasilan sebuah pohon anggur bukan diukur besarnya batang pohon, ataupun rimbunnya dedaunan yang dimiliki, melainkan buah-buah yang dihasilkannya.

'Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku', tegas Yesus kepada para muridNya. Yesus mengharapkan semua muridNya menghasilkan banyak buah, karena memang Dia sendiri telah membekali dan menguduskan mereka. Mereka pun diminta untuk selalu tinggal di dalam Dia, berkomunikasi selalu dengan  sang Pokok Anggur.

Mengapa tidak langsung dengan sang Pemilik Anggur? Karena memang sang Pemilik telah memberadakan dan memberikan kehidupan itu kepada sang Pokok Anggur. Ranting-ranting akan berbuah, bila berpaut pada pokok anggur.

'Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar'. Inilah relasi antara Pokok anggur dan ranting-rantingNya. Ranting-ranting akan menghasilkan banyak buah, bila memang tinggal bersatu dalam Pokok Anggur. Melepaskan diri dari sang Pokok Anggur berakibat fatal, yakni binasa, dia akan 'dicampakkan ke dalam api lalu dibakar'.

'Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya'. Dalam namaNya, segala doa permohonan akan dikabulkan, karena memang segala sesuatu telah diserahkan Bapa kepada Anak Manusia, yang memang hanya kepadaNya Bapa berkenan. Inilah keuntungan tinggal selalu di dalam Dia sang Empunya kehidupan: segala permohonan dan keperluan kita mendapatkan perhatian daripadaNya.

'Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak', karena berbuah banyak berarti seseorang menikmati keindahan dari rahmat Allah; seseorang menikmati kemauan Allah, yakni keselamatan kekal yang memang diperuntukkan bagi seluruh umat yang dikasihiNya. 'Dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku', tambah Yesus. Hal ini dikatakan secara terang-terangan, karena dengan mengikuti sang Anak Manusia, seseorang tidak hanya menikmati bagi dirinya sendiri, melainkan juga mau membagikannya kepada orang lain, sebagaimana  buah yang dinikmati oleh banyak orang. Murid-murid Kristus adalah orang-orang yang mau membagikan segala pengalaman indah, yang diterimanya itu kepada orang lain; sebagaimana Kristus telah memberi sesuatu, kepada mereka demikian pun mereka mau memberikan dan membagikannya kepada orang lain (Yoh 13: 34-35). Para murid Kristus adalah mereka yang menghasilkan banyak buah, dan bukan sekedar pengenaan tanda-tanda lahiriah, seperti simbol dan lambang, seragam atau bendera, komunitas atau praktek-praktek doa, atau pun sunat sebagaimana dibicarakan dalam Kisah para Rasul (bab 6).

 

 

Oratio :

Yesus, Engkau Pokok Anggur yang benar, dan kami adalah ranting-rantingMu. Bantulah kami, ya Yesus, agar kami selalu berani tinggal di dalam Engkau dalam setiap langkah dan pekerjaan kami, agar semua yang kami kerjakan mendatangkan hasil yang melimpah, dan kamipun siap membagikannya kepada sesama kami.

Ya Maria Kusuma Karmel, doakanlah kami. Amin.

 

 

 Contemplatio:

'Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya'.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening